Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Rekomendasi novel


__ADS_3

Promosi


Maaf ya, saya hanya sekedar mempromosikan karya baru saya, mohon dukungannya karena novel ini mengikuti lomba komplik rumah tangga.


Dengan baca, like, masukkan ke rak favorit, jangan lupa berikan komentar, kritik dan saran. saya akan sangat berterimakasih. :)


Sambil menunggu Gita dan Reza, kalian bisa mampir ke karya saya yang berjudul "Jatah Mantan"


Menceritakan kisah cinta Raina yang terhalang restu orang tua pacarnya, bahkan Raina sering mendapatkan hinaan dari mereka.


Mereka akhirnya menikah dengan jodoh masing2 yang dipilihkan orang tua mereka, tapi sayang pernikahan Raina berakhir dengan trauma dan perceraian.


Dengan status jandanya, kini dia memutuskan menjadi pelakor, merebut Raihan dari Imelda (mantan sahabatnya) untuk membalaskan dendam sakit hatinya dimasa lalu, juga membuktikan bahwa kini dia bukanlah Raina yang dulu yang gampang ditindas.


Cuplikan BAB :


"Ya sudah cepat sana..! Jangan-jangan kamu mau berlama-lama disini biar bisa makan gratis dan enak. Ups.. hahaha.." Bu Lisa tertawa senang.

__ADS_1


"Tante…"


Aku hanya bisa menunduk dan kulangkahkan kaki menuju pelaminan untuk memberi selamat, aku sedang tidak ingin menambah masalah, padahal aku akui memang disini makanannya enak-enak dan jarang-jarang aku makan enak.


Udah mulai gak beres nih, sebaiknya aku benar-benar harus cepat-cepat pergi, akan ku masukkan amplop berisi daun rambutan ini, toh mereka juga gak akan tau.


Rugi kan kalau aku kasih uang beneran, kalau perlu aku santet online si imelda pas lagi malam pertama, langsung deh mas Raihan dapet status duda, bener-bener muak sama sahabat yang tak tahu diri ini. 


Saat aku berdiri berhadapan dengan Mas Raihan, ku tatap kedua bola matanya, aku merasa ada kerinduan yang sama di matanya, kujabat tangannya ragu karena aku sama sekali tak berniat memberinya ucapan selamat.


Ah.. apa aku peluk dia ya? Aduh aku kangen banget deh, apalagi kalau inget pas malam pertama itu, ah aku terbayang betapa dia begitu membuatku puas. Ya ampun kenapa pikiranku mesum begini?


"Kamu gak apa-apa rain?." Tanya mas Raihan dan tangannya terulur memberikan bantuan, tapi tangan itu ditarik cepat oleh imelda.


"Biarin aja lah Mas, dia bisa bangun sendiri." Ucap Imelda


Astaga ****@* ku sakit, tapi hati ini rasanya lebih sakit, dan yang paling penting saat ini, aku malu..malu menjadi tontonan mereka.

__ADS_1


Aku pun dengan cepat berdiri, menyalami imelda.


"Selamat atas pernikahanmu, ingat karma itu berlaku." Ucapku pelan.


Imelda hanya tersenyum mengejekku, dia menggandeng tangan Mas Raihan seolah pamer atas kemenangannya.


Baru juga menyentuh tangannya, aku dong sudah bermalam penuh gair@h bersamanya dan aku bangga?haha.. ya ya.. cinta memang gila, aku bahkan merasa benar-benar gila dibuatnya.


Sepertinya isi otak dan isi hatiku lagi berperang, dimana otakku menyuruhku untuk sadar dan melakukan sesuatu sesuai logika. Tapi hatiku memaksaku melakukan hal-hal bodoh.


Iya aku bodoh, orang lain keperawanan dijual miliaran, lah aku cuma gratisan? Ya ampun, mas Raihan memang sudah membuatku gila.


*


*


*

__ADS_1


Ditunggu kehadirannya.. happy reading :)


mudah-mudahan hari ini, kita semua diberi kelancaran dalam beraktivitas .. aamiin


__ADS_2