Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Reza Sakit


__ADS_3

Brukk…


Seseorang terjatuh.


Gita kaget bukan main melihat Reza terjatuh tak sadarkan diri, karena memang ruangan yang sempit dikelilingi kursi penonton, Gita membantu mengangkat Reza dengan meletakkan laki-laki itu di punggungnya. Menggendongnya meski sedikit kewalahan.


Ya ampun, untung gue cewek kuat yang bisa angkat ni cowok yang berat. Batin Gita


Setelah berada di dekat pintu keluar barulah Gita berteriak minta tolong, karena orang-orang sudah keluar dari ruangan itu berbarengan dengan usainya film itu diputar.


Gita menurunkan tubuh Reza perlahan, meski dia benci dengan laki-laki itu, tapi dia tidak mau menyakitinya disaat dia tidak sadar.


"Pacarnya kenapa Neng?." Tanya satpam yang sedang berjaga.


"Pingsan nih pak, ada minyak angin gak? Tapi bisa bawa dia ke tempat yang lebih nyaman?."


"Ada-ada, biar kami yang angkat." Ucap satpam itu yang kini dihampiri satpam lainnya.


Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Reza sadar. Dia membuka matanya perlahan dan terkejut seketika melihat wajah Gita yang kini sudah berhadapan dengan wajahnya yang terbaring.


"Astagfirullah…" Ucap Reza


"Lo pikir gue hantu?." Keluh Gita.


"Hehe, gue cuma kaget aja, siapa juga yang takut hantu." Ucap Reza mengelak.


"Hahaha… bukannya lo tadi pingsan gara-gara liat film horor, sama film nya aja takut apalagi sama yang asli. Cemen.." ejek Gita.


Gue gak mungkin bisa berkelit lagi kalau udah gini kejadiannya. Pikir Reza


Reza memalingkan wajahnya, dia membiarkan Gita menertawakannya sampai dia puas.


Setelah dirasa badannya membaik, Reza mengajak Gita makan malam, dia akui dia lapar apalagi setelah kejadian tadi.


Gita yang tak tega, menyetujui acara makan malam bersamanya itu.


Hingga saat makan malam itu berlangsung, Reza mengakui jika dirinya takut dengan hal mistis dan tidak pernah mau menonton film horor.


"Kenapa tadi lo gak keluar aja sih, gak usah nonton kalau takut!" Ucap Gita.


"Aku gak berani, ruangannya aja gelap, belum suara mengerikan itu mengiang-ngiang di telinga gue, gue mending merem ditempat aja, tapi suara di telinga gue masih terdengar jelas, gue merinding."


"Hahaha.. lo lucu."


"Makasih.." jawab Reza


"Gue gak lagi muji lo."

__ADS_1


"Tapi tadi lo bilang gue lucu."


"Iya lucu. Kayak badut, konyol sih lo udah gede gitu masa pingsan gara-gara film horor. Hahaha.."


"Lo gak ngerasain jadi gue sih." Ucap Reza lesu.


"Ups sorry, jangan dianggap serius dong..!" Ucap Gita menghibur Reza, dia tidak menyangka jika pria yang biasanya rese, so keren, eh bisa lesu gitu, tak berdaya.


Dia beneran Reza kan? Ko beda ya kalau lagi gitu, gue ngerasa kasihan , hhmm.. sama wajahnya tuh berubah adem dipandang, biasanya kan selalu nyebelin dan rsanya gue pengen nonjok aja gitu, hehe. Batin Gita


Mereka akhirnya pulang, bahkan Gita yang menyetir mobil karena Reza masih merasa takut dan tangannya sedikit gemetar.


Reza mulai tenang, dan kini dia tertidur dengan kepalanya bersandar pada pundak Gita yang sedang menyetir.


"Ya ampun, kenapa adegannya bisa kebalik gini sih? Harusnya kan si cewek yang tidur manja di bahu kekar macho nya si cowok.. ah sudahlah biarin aja.. gue gak tega." Ucap Gita sedikit kesal.


Akhirnya mobil hitam itu sampai di rumah Reza, karena sempat kemari jadi Gita hafal dan tidak perlu mengganggu Reza yang tertidur.


"Za bangun..! Udah sampe nih."


Reza mengucek matanya dan merasa lega karena sudah sampai di rumahnya yang aman.


"Lo ternyata tahu rumah Gue, ternyata diam-diam lo menyelidiki gue, hehe.. gapapa gue seneng. Makasih udah nganterin gue, gue masuk dulu."


"Hahaha.. apa apaan lo sih Za? Trus gue pulangnya gimana? Ini kan mobil lo."


Akhirnya Gita memaksakan kakinya masuk ke dalam rumah itu. Mereka masuk tak lupa mengucapkan salam.


Bu Maya sedikit terkejut dengan keadaan Reza yang pucat, dan Gita yang malah ikut ke rumahnya.


Gita menceritakan semuanya, sementara Reza tidur di ranjangnya, tertidur pulas sambil mengigau.


Bu Maya sempat tertawa kecil, tak kuasa mendengar kelucuan anaknya itu. Setelah Gita pulang, bu Maya mengecek keadaan Reza, ternyata anak laki-lakinya itu mengalami demam tinggi.


***


Malam itu Gita pulang dengan wajah lelahnya, tentu saja membuat bu Hanna dan Angga kepo. Sementara Baskoro sudah terlelap dikamarnya.


"Kakak kenapa gak bilang dari awal sih kalau mau nyomblangin adiknya?." Gita merasa kesal


"Kalau kakak bilang nanti kamu nolak lagi."


"Gak ko, kan udah perjanjian selama 1 bula aja, aku kaget tahu ternyata yang disebelah aku itu Reza, mana dia teriak histeris pula." Keluh Gita


"Maksudnya dia yang teriak, bukan kamu?." Tanya Bu Hanna penasaran.


"Iya.. dia mah, dia penakut, sampe pingsan lagi."

__ADS_1


Angga dan Bu Hanna menampilkan ekspresi sama, ekspresi kaget yang bersamaan pula.


Gita menceritakan semua dari awal sampai akhir, membuat Bu Hanna merasa kasihan pada Reza, sementara Angga malah cekikikan.


"Kamu tuh ya, jangan begitu..! Orang lagi kesusahan kok diketawain." Ucap bu Hanna pada Angga.


"Abis lucu mah, kebalik gitu, masa Gita yang gendong Reza, masa Reza yang teriak ketakutan.hahaha.." Angga benar-benar merasa terhibur kala itu menertawakan calon adik iparnya.


***


Keesokan harinya Gita disuruh menjenguk Reza, akhirnya wanita itu memutuskan untuk ke rumab Reza terlebih dahulu sebelum ke kantornya.


Saat dia sampai disana, dia mulai khawatir ternyata Reza sakit berkepanjangan malah sekarang demamnya masih tinggi.


Bu Maya bercerita jika semalaman bahkan ibu itu menunggu Reza yang tidak mau ditinggal dan menggenggam tangan ibunya terus.


Kini bu Maya merasa kelelahan dan butuh istirahat, Gita yang merasa kasihan kini dia menggantikan bu Maya menunggu Reza.


Astaga, ni anak dari luar aja so cool, tapi nyatanya anak mami, masa sakit aja mesti ditungguin terus, harus digenggam lagi tangannya. Pikir Gita


Benar saja, saat Reza terbangun dia meraba-raba ke arah samping ranjangnya mencari-cari tangan ibunya sambil mengigau.


"Mah… jangan pergi..!"


Akhirnya Gita berpura-pura menjadi bu Maya, dia mengulurkan tangannya yang langsung digenggam dan diletakkan diatas dada Reza.


Membuat tubuh Gita tertarik lebih dekat dengan lelaki itu.


Deg.


Kini jarak mereka dekat, wanita itu merasa seolah ada debaran yang berbeda saat menatap Reza.


Wajahnya yang sedikit pucat lalu tersenyum, membuat wajah laki-laki itu seperti pribadi yang lemah lembut dan tampan, semakin mirip dengan Raja Deon yang selalu menatapnya dengan senyuman manisnya.


Ya ampun, ini tidak benar, dia bukan Deon, dia cowok nyebelin. Batin Gita


Gita tak mampu melepaskan genggaman erat Reza, semakin berusaha melepaskan semakin kuat Reza menggenggamnya.


"Jangan pergi mah..! Reza masih sakit." Ucapnya sambil menutup matanya.


Membuat Gita kini pasrah menemani lelaki itu, duduk di lantai, menyandarkan wajahnya di tepi ranjang, hingga ia tertidur karena semalam ia hanya tidur sebentar karena drama mengantar Reza dulu tentunya.


Sampai dimana Gita dan Reza terbangun mendengar suara teriakan wanita memanggil namanya cukup keras.


"Ya ampun kak Reza…" ucap wanita itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2