Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Angga Baru Sadar


__ADS_3

"Jadi, Mamah mau apa tidak mengajakku berlibur?" Tanya Dafa dengan suara lirih. Dia begitu berharap bisa pergi kesana.


Aku tidak tega. Batin Jani


"Iya , lusa ya.. biar Mamah pesankan tiketnya dulu, pergi sama kak Kirana, apa kita bertiga aja? Papa dan kak Angga gak ikut nih?" Tanya Jani memastikan.


"Hore… liburan" teriak Dafa.


Andra dan Angga terlihat senang, akhirnya ada yang menemani Dafa liburan. Mereka sepertinya memang membutuhkan sosok perempuan di rumah. Karena saat mereka sibuk bekerja akan ada yang setia menemani Dafa di rumah, menyambut mereka saat pulang kerja.


"Papah smaa Kakak, mau ikut gak? Ditanyain Mamah tuh!" Dafa


"Gak bisa Dafa, kalian aja ya..!" Andra


Dafa pun mengangguk, dia kembali menempelkan ponsel itu di telinganya dan memberitahu pada Jani jika papah dan kakaknya tidak akan ikut.


***


Di kediaman Baskoro, sepasang suami istri yang tidak lagi muda itu sedang menonton televisi bersama, tanpa ada Gita.


"Pah, Mamah kangen sama Gita." Hanna


"Hmmm, 3 hari lagi juga dia pulang Mah." Baskoro


"Tapi rumah jadi sepi, Pah." Hanna


"Gapapa, kita bisa bermesraan tanpa takut ketahuan, meski Papah udah tak muda lagi, tapi 'kan masih kuat. Hehehe" Baskoro


"Hahaha…" Hanna


"Mamah kok ketawa? Apa Mamah perlu bukti?" Tanya Baskoro dengan senyuman misteriusnya.


Pria itu langsung mengangkat tubuh istrinya, momen yang tak pernah bisa dia lakukan ketika kakinya lumpuh sementara.


"Papah… Mamah gak mau sampai jatuh, turunin Pah!" Hanna


"Papah kuat kan?, ayok kita ke kamar saja Mah..!" Baskoro


"Pah, turunin, Mamah berat loh Pah? Bagaimana kalau encok Papah kumat?" Protes Hanna.


Namun Baskoro tak mendengarkan peringatan istrinya itu, dia tetap membawanya ke kamar, saat ingin membaringkan istrinya di ranjang ala-ala pengantin baru.


"Aduh Mah, aduh.. pinggang Papah," keluh Baskoro


Baskoro membanting tubuh istrinya itu diranjang, meringis memegang pinggangnya yang sakit.


Hanna langsung bangun dan menghampiri suaminya itu, "Papah sih ngeyel, jadi 'kan encok nya kena, so so an mengenang masa muda, hmmm...."


Baskoro hanya tersenyum sambil menahan sakitnya, dia merasa sakit karena ulahnya sendiri, namun dia bahagia karena bisa membuat istrinya itu kesal, baginya ekspresi Hanna itu menggemaskan.


Pria itu memang sedari dulu tipe suami idaman, dia setia, romantis dan humoris. Membuat Hanna nyaman dan bertekad menemaninya sampai akhir hayat.


***

__ADS_1


Keesokan harinya di Bali.


Gita sudah bangu pagi, dia bersantai sembari menikmati sarapannya. Dia begitu ingin melanjutkan petualangan hari kemarin, tapi dia tidak punya teman untuk diajak naik wahana bersama, karena sepertinya Reza takut ketinggian.


Reza yang sudah tampan itu bersiap mengajak kekasihnya jalan-jalan.


Mereka janjian di depan gedung hotel, Reza menyewa mobil itu selama di Bali, jadi mempermudahnya bepergian.


"Kita mau kemana?" Gita.


"Nyari tempat yang indah." Reza


"Iya, tapi kemana?" Gita


"Nanti juga kamu tahu." Reza


Ternyata Reza mengajak kekasihnya itu kesalah satu tempat wisata di sana, dia mengajaknya ke Uluwatu temple atau Pura Luhur Uluwatu selalu menjadi tempat wisata populer untuk wisatawan yang pertama kali liburan ke pulau Bali. Hal menarik yang wisatawan dapat lihat di pura Uluwatu seperti :



# Lokasi pura yang berada di ujung atas tebing tinggi, dengan ketinggian tebing sekitar 70 meter dari permukaan air laut.


# Keunikan arsitektur pura.


# Terdapat banyak kera ekor panjang sekitar area pura seperti kera yang ada di Monkey Forest Ubud.


# Dari atas tebing wisatawan dapat melihat pemandangan samudra Hindia.


# Menjelang sunset, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan sunset Samudera Hindia dari atas tebing tanpa halangan.


"Disini pemandangannya indah, udaranya juga nyegerin. Hmm.." Gita


Gadis itu menarik nafas dalam-dalam, dia begitu menikmati udara yang segar.


"Kamu suka?" Reza


"Suka, tapi bukannya kamu takut ketinggian?" Gita


"Nggak, aku hanya sedikit takut naik permainan kemarin, apalagi di atas laut, ngeri kalau jatuh, aku bisa berenang tapi aku tidak pandai menyelam, jadi aku takut." Reza


"Oh, sekarang kamu baru ngaku deh kalau kemarin takut, hahahaha…" Gita


"Hmmm…" Reza


Mereka menikmati pemandangan alam yang memanjakan mata itu, dimana itu tidak akan mereka dapatkan di ibu kota.


Gita mengambil foto selfie dirinya saja lalu mengirimkannya pada Angga. Mencoba menggoda kakaknya yang hanya bisa bergelut dengan laptopnya terus menerus.


"Aku juga mau difoto bareng kamu." Reza


"Boleh, sini..!" Gita


Reza mendekat, dia berdiri disamping Gita sambil tersenyum, namun saat hitungan ketiga.

__ADS_1


Cup..


Cekrek..


Gita mendapatkan fotonya yang sedang dicium Reza, dia masih mematung di tempatnya. Untung hanya kena pipi gue aja. Batin Gita


"Za, kamu apa-apaan?" Gita


"Itu namanya mencium pipi, masa kamu gak tahu? hehe.." Reza


"Iya, tapi maksud kamu apa? Ini tempat umum loh." Gita


"Terus kamu maunya di tempat tertutup, gitu?" Reza


"Astagfirullah, kenapa malah aku yang dianggap omes, udah ah jangan diulangi lagi ya!" Gita


"Iya, tadi cuma nyicip dikit, lagian kita menikah cuma menghitung bulan saja kok." Reza


Saat mendengar kata itu, Gita baru menyadari jika waktu berlalu begitu cepat, janjinya yang akan menikah setelah satu tahun kini hanya tinggal 5 bulan saja. Membuat gadis itu merasakan perasaan yang bercampur aduk.


Antara senang, deg-degan, disisi lain dia belum sanggup membiarkan Baskoro mengurus perusahaannya sendirian.


"Hey, malah ngelamun." Reza


"Aku gapapa, kita cari minum dulu yuk..!" Gita


Mereka kini berjalan berdampingan, mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa haus di tenggorokan.


***


Sementara di rumah Andra, Dafa sedang merajuk, dia ingin secepatnya berangkat berlibur, sementara Jani memesan tiket keberangkatan besok pagi.


"Aduh Dafa, kata tante Jani kan besok." Angga


"Tapi Kak, aku maunya sekarang, aku ditinggal sendirian dirumah, aku gak mau, sekolah masih libur." Dafa


"Hmm, sama Papah, ditemani Papah aja dulu ya, kamu bisa ajak Papah berenang atau pergi ke kemanapun, pokoknyabyang deket-deket aja dulu." Angga


"Tapi, memangnya Papah gak ke kantor hari ini?" Dafa


"Enggak." Angga


"Hmm, padahal aku ingin ke Bali secepatnya, tadi saja aku melihat kak Reza selfie dengan kak Gita, tempatnya bagus, indah." Dafa


"Reza?" Angga


Apa benar ada Reza disana? Pikir Angga


"Iya kak Reza, bukannya kemarin juga ada kak Reza saat kak Gita main permainan yang terbang itu loh kak." Dafa


Kenapa aku baru sadar ada Reza disana? Bukankah Gita hanya pergi dengan Pak Surya, melakukan perjalanan bisnis, astaga anak itu benar-benar ya. Batin Angga


Angga langsung menyambar ponselnya menghubungi nomor adiknya itu. 

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2