
Deon yang melihat Ratu menangis, dia mulai menghapus air mata sang Ratu dengan tangan satunya lagi, karena tangannya yang lain digenggam istrinya itu dengan sangat erat.
"Jangan menangis sayang..! Kamu pasti kuat..!" Ucap Raja menyemangati Ratu
Ratu hanya mengangguk pelan. Tabib istana menyuruh Ratu membuka kedua kakinya dengan lebar, dia hendak memeriksa apakah sudah saatnya melahirkan atau belum.
"Tunggu dulu, apa yang kau lakukan?" Tanya Ratu kaget saat tabib istana ingin memeriksa pembukaan.
"Yang mulia ampuni hamba, hamba hanya memeriksa apakah sudah saatnya atau belum."
"Memangnya dipastikan dengan cara apa? Hah.. huh.. hah..huh" Ratu bertanya sambil bernafas tak teratur menahan sakit.
"Yang mulia, tapi hamba memang perlu membuka semuanya.. jika tidak dibuka,nanti bayinya akan kesulitan keluar."
Akhirnya Ratu pasrah, mau ditelanj**** pun dia akan pasrah, apalagi dia sudah tidak tahan berharap semua segera berakhir, dia kini hanya berharap pada tabib itu yang bisa menyelamatkannya.
"Apakah bayinya yang besar akan muat melewati lubang kecil itu?" Pikir Deon heran.
"Jika melahirkan sesakit ini, pasti gue gak akan minta cepet-cepet, mending gue hamil besar membawa-bawa bayi ini di dalam perut gue." Pikir Ratu (Gita)
__ADS_1
"Duh .. ini tabib mau ngapain lagi sih?" Gumam Ratu
"Tenang ya Yang mulia, tarik nafas panjang." Suruh tabib istana, saat sedang menarik nafas, langsung saja tabib itu memasukkan jarinya
"Aw sakit.. astaga, gue diapain lagi sih? Harus sepasrah inikah gue diobrak abrik gini. Hiks.." lirihnya dalam hati.
"Yang mulia, jalan lahirnya belum terbuka sempurna, sepertinya harus menunggu sekitar 2 atau 3 jam lagi..!"
"Apa? Jangan bercanda deh, ini udah sakit banget dan harus nunggu lama lagi, aku udah bener-bener gak kuat. Huh.. huh.. huh.." jawab Ratu
"Sabar sayang..!" Ucap Deon menyela
"Sabar? Kamu sih gak ngerasain jadi aku." Ucap Ratu kesal.
Raja mulai mengeluh, dia ingin proses melahirkan segera selesai. Tabib istana mulai memeriksa lagi setelah diperkirakan sudah saatnya melahirkan, akan tetapi ternyata belum terbuka sempurna, kepala bayi juga belum kelihatan.
Tabib menyuruh Ratu bersabar sebentar lagi, tapi Ratu malah menumpahkan kesakitannya dengan marah-marah.
"Jika gue ada di dunia nyata, gue pasti akan memilih melahirkan dengan cara operasi sesar, ini terlalu menyiksa, mamah maafin Gita.., rasanya Gita udah gak sanggup nahan sakit ini, apakah ini yang dinamakan mempertaruhkan nyawa saat melahirkan? Apakah Gita akan mati sekarang mah?" Pikir Gita
__ADS_1
Meski sakit, Ratu terus menahannya, dia sebenarnya seakan putus asa dengan rasa sakit yang luar biasa itu, tapi Deon terus menyemangatinya, dia juga teringat bahwa ibunya saja dulu bisa melahirkannya dan merawatnya sampai besar, dia juga berpikir harus bisa melewatinya.
Saat tabib memeriksa lagi, dia begitu senang.
"Yang mulia Ratu, kepala bayi sudah mulai terlihat, tarik nafas panjang yang mulia.. lalu dorong ya..!"
"Benarkah?" Deon yang penasaran bahkan mengeceknya secara langsung, hingga ia bisa melihat kepala bayi yang nongol itu.
Keringat Ratu sudah membanjiri bajunya, kini ia harus berjuang sampai akhir, meski disinilah puncak rasa sakitnya, tiba-tiba memang terasa mulas itu seakan seperti mulas BAB yang ingin mengeluarkan sesuatu. Dengan nalurinya ia mendorong dengan sekuat tenaga, menarik nafas panjang dan mendorong lagi.
"Terus yang mulia… sedikit lagi..!" Ucap Tabib istana menyemangati Ratu, padahal kepala bayi baru terlihat sebagian kecil, ia berbohong agar Ratu semakin semangat mendorong. Hahaha
Ratu mulai kelelahan, dia seakan berada di ujung keputus asaannya, tapi dia bertahan mendorong sekali lagi dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Dan akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi, tapi setelah itu Ratu menutup kedua matanya.
"Ratu bangun.. sayang bangun..!" Ucap Raja khawatir sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Bangunlah, aku tidak mau menjadi duda anak satu..!" Ucap Raja sedih.
__ADS_1
"Yang mulia Ratu sadarlah..! Yang mulia harus kuat demi bayi mungil ini yang mulia." Ucap sang tabib sedih dan menggendong bayi yang baru lahir itu.
Bersambung...