Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 50 Aksi bunuh diri


__ADS_3

Ratu mengajak orang tadi masuk untuk berbicara empat mata.


"Bagaimana keadaan disana?"


"Keadaan di sana cukup memprihatinkan yang mulia, banyak korban jiwa dan banyak kerusakan yang membuat yang mulia Raja sepertinya akan lebih lama tinggal disana."


"Korban jiwa bagaimana maksudnya?"


"Ia memang rencana awal yang direncanakan yang mulia Raja itu berjalan lancar, tetapi saat sebagian para pengkhianat yang masih hidup pada akhirnya semuanya mat* terkena racun gas, yang membuat Raja kehilangan saksi yang bisa mengungkapkan siapa dalang dibalik itu semua."


"Hhmm.. bos mereka sungguh egois dan kejam, membunuh orang yang bahkan berada di pihak mereka demi melindungi dirinya sendiri."


"Anda benar yang mulia, Tapi yang mulia tidak usah khawatir, disana yang mulia Raja dalam keadaan baik-baik saja."


"Syukurlah, kamu tidak memberitahunya tentang siapa penulis surat itu kan?"


"Tentu saja tidak yang mulia Ratu, awalnya memang yang mulia Raja memaksa saya berbicara tapi saya mengancam balik."


"Benarkah? Memangnya kamu berani.hahaha.."


"Saya hanya bilang jika yang mulia Raja memaksa saya akan memastikan penulis surat ini tidak akan memberikan surat lagi, begitu yang mulia."

__ADS_1


"Hahaha.. kamu pintar, ya sudah kembalilah bekerja di istana dan perhatikan orang-orang yang ada di daftar hitam kemarin..!"


"Baik yang mulia."


Pengawal itu pun pergi, saat melewati Sani dan pangeran Ceng, dia hanya menundukkan kepalanya dan pergi begitu saja.


"Iishhh.. siapa dia? Kenapa dia tak memberi hormat padaku, apa dia rabun tak melihat ada pangeran tampan disini?." Ucap Pangeran Ceng


"Hahaha.. kau ini Ceng narsis sekali, eh tunggu dulu ada apa dengan bibirmu? Hahaha.. itu lucu sekali." Ratu tertawa saat melihat bibir pangeran Ceng yang jontor sebelah karena digigit semut.


Sani yang baru menyadarinya pun ikut tertawa sejenak, lalu ia segera menutup mulutnya, menahan tawanya itu. Ia tak ingin menertawakan seorang Pangeran.


"Memangnya ada apa dengan bibirku? Apakah bibirku seksi dan membuat kalian terpesona? Hahaha.. pasti begitu kan?" Ucap Pangeran Ceng lalu ia berdiri dan berpose beberapa gaya.


Sani bergegas mengambil cermin, obat salep dan kompres, pangeran Ceng yang melihat Sani dengan cerminnya ia langsung menyambar cermin itu dengan cepat karena ia merasa penasaran, "Ya ampun, bibirku…. Kenapa bisa begini?"


"Sudahlah, nanti juga kempes lagi Ceng, lagipula lebih bagus seperti itu." Ucap Ratu


"Sepertinya ini karena semut-semut itu, ini semua gara-gara kamu Anggrek." Pangeran Ceng mulai kesal merajuk seperti anak kecil.


"Bukannya kamu yang mau naik? Kenapa baru mengeluh sekarang?hmm.. aku ingin Rujak, ayo Sani kita bikin Rujak saja, itu lebih penting daripada mengurusi bibirnya." Ucap Ratu sambil melangkah pergi.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga menikmati Rujak yang dibuat Ratu (Gita).


"Saya sudah tidak sanggup lagi Ratu, sebaiknya saya mengambil air lebih banyak lagi, ini terlalu pedas." Ucap Sani sambil bergegas pergi


"Ah.. dia payah, bukankah ini enak, dan ku rasa ini tidak pedas." Ucap Pangeran Ceng menyombongkan diri


"Hahaha.. benar tidak pedas?, tapi bibirmu itu sampai jontor begitu, haha" Ledek Ratu


"Ini karena semut tadi, bukan karena kepedasan..iisshh kau ini." Ucap Pangeran Ceng, dia memang suka makanan pedas jadi dia bisa mengimbangi cara makan Ratu, tidak seperti Deon yang sampai Diare berat dan perlu memanggil tabib istana. 


Tiba-tiba Sani berlari menghampiri Ratu sambil berteriak, "Ratu.. Ratu…"


"Ada apa, sampai kau sepanik ini?" Tanya Ratu penasaran


"Selir Mey mencoba melakukan aksi bun*h dir* Ratu." Ucap Sani dengan cepat


"Apa?, panggilkan semua tabib istana, bilang pada mereka bahwa selir Mey harus bisa diselamatkan..! Aku tidak mau dia melarikan diri dengan cara seperti itu, aku tidak mau dia mat* dengan cara mudah." Perintah Ratu


"Baik", Sani segera berlari pergi mencari para tabib istana agar mereka langsung menangani selir Mey dengan cepat, karena biasanya jika ada yang melakukan aksi bun*h d*ri di dalam sel penjara, tak jarang para penjaga mengacuhkan mereka tanpa memanggilkan tabib istana.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel temenku ya! sambil menunggu bab baru up :)



__ADS_2