
"Tes DNA, maksud kamu?" Angga
"Udahlah kak, aku tahu kok semuanya, tidak usah ditutupi lagi..!" Gita
"Maafkan kakak, bukan maksud kakak menyembunyikannya, hanya saja menunggu waktu yang tepat, apa kamu marah?" Angga
"Iya aku marah, aku kecewa, aku sedih kak." Gita
"Maafkan kakak, dan satu hal lagi yang disembunyikan kakak dari kamu." Angga
"Apa?" Gita
"Tapi kamu jangan marah..!" Angga
"Awalnya aku marah dan kecewa, tapi aku tahu kalau kakak pasti punya alasan dan aku juga gak boleh egois, untuk tes DNA Pak Andra aku sudah menerima kenyataan itu." Gita
"Oke, makasih kamu sudah mau memahami kakakmu ini, tapi sebelum itu kakak juga melakukan tes DNA dan menemukan seorang adik." Angga
"Wah, kabar bagus dong kak, kenalin dong, siapa dia?" Gita
"Kirana." Angga
"Apa? Katanya kalian pacaran? Kalian mempermainkan aku?" Gita
"Tidak, Kirana bilang begitu biar dia bisa bebas dan tidak dicurigai kamu saat dekat dengan kakak." Angga
"Untuk yang satu ini aku masih belum memaafkannya, aku merasa dipermainkan." Gita
Gadis itu segera pergi dari kamar Angga, menutup pintunya kembali dengan keras karena kesal.
Gue udah merasa bersalah sama Nisa, sudah mentraktir dia habis-habisan biar gak ngambek, udah ngebujuk dia, dan ternyata cuma sandiwara, astaga. Pikir Gita
Gadis itu kembali ke kamarnya, dan segera menelpon Reza untuk menyampaikan kekesalannya.
"Hallo sayang, tumben nelpon?" Reza
"Kamu tau gak Za, ternyata Kirana itu adik Kak Angga, dan parahnya lagi, mereka memb0dohi kita semua, bersandiwara sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai, aku kesel Za." Gita
"Kirain kangen, hmm.. ya udah ikut bahagia aja karena udah nemuin keluarganya." Reza
"Iya sih, tapi caranya itu loh." Gita
"Hmm, Kirana juga punya alasan melakukan hal itu." Reza
"Iya aku tahu, cuman yang jadi masalah, gara-gara mereka, gara-gara kejadian itu, aku harus bekerja keras." Gita
"Kerja keras bagaimana? Aku gak ngerti." Reza
"Nis suka sama kak Angga, dia marah sama aku karena udah bikin mereka jadian, aku tuh seharina itu ngebujuk Nisa , mentraktir dia habis-habisan, ngerjain tugas dia, bahkan rela loh disuruh-suruh sama dia, nyebelin 'kan?" Gita
"Hahahahahaha…. " Reza
"Kok kamu malah ketawa?" Gita
"Lucu, ya udahlah kan udah terjadi juga, maafin aja..!" Reza
__ADS_1
"Hmm… , aku masih belum bisa, aku mau ngerjain tugas kampus dulu ya? Bye." Gita
Gita menutup teleponnya secara sepihak, membuat Reza disana sedikit kesal.
"Belum juga sun jauh udah main tutup aja," Keluh Reza
Maya yang mendengar keluhan Reza namun tidak jelas, ibu itu mulai kepo dengan anaknya.
"Kenapa Za?" Maya
"Gapapa mah, tadi Gita nelpon, dia sudah tahu kalau Angga anaknya Pak Andra dan kakaknya Kirana, dia kecewa gitu karena dibohongi." Reza
"Apa? Angga udah nemuin ayahnya? Kok kamu baru bilang?" Maya
"Hehehe kan mamah baru nanya." Reza
"Hmm.. syukur deh dia udah nemuin keluarganya, kalau masalah Gita nanti juga pasti bisa menerima semuanya, memaafkan semuanya." Maya
***
Gita yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya itu mendengar panggilan dari Angga, bahkan mengetuk pintu kamarnya berulang kali. Gadis itu berusaha membiarkannya, namun kebisingan itu mengganggu konsentrasi Gita.
Berisik banget sih, kak Angga bener-bener nyebelin. Pikir Gita
Dia bangkit dari kursi belajarnya, membuka pintu dengan cepat, namun Angga yang bersandar malah jatuh sampai menungging.
"Hahahaha… kak Angga lagi apa?" Gita
"Lagi apa, lagi apa, tolongin napa? Seneng liat kakak mu menderita?" Angga
"Itu kualat kak, kebanyakan bohong sih." Gita
"Untuk yang pacaran sama Kirana itu aku belum maafin kak, itu fatal." Gita
"Kok bisa fatal, Kamu memang merasa dirugikan? gak 'kan?" Angga
"Rugi, rugi banget malah." Gita
"Maksudnya?" Angga
"Udah ah, kakak keluar aja! Jangan gangguin aku yang lagi ngerjain tugas!" Gita
Gadis itu mendorong kakaknya sampai keluar kamar lalu menutup pintunya, tak lupa menguncinya juga.
Awas aja kalau sampe gangguin lagi!, Batin Gita
Sementara Angga yang masih bingung, dia masih bertanya-tanya kerugian apa yang dialami adiknya itu, padahal itu tidak merugikan siapapun.
Saat Bu Hanna menghampiri Angga yang sedang kebingungan di depan kamar anak gadisnya.
"Kamu kenapa Angga?"
Angga menceritakan semuanya, di satu sisi Hanna merasa lega tidak perlu merahasiakan sesuatu, namun dia juga sama khawatirnya dengan Angga yang mencemaskan Gita yang belum bisa menerima kenyataan ini.
"Kamu sih pake bilang pacaran segala sama Kirana." Hanna
__ADS_1
"Hmm.. bukan aku yang mulai mah, lagian tadi dia bilang dirugikan karena itu, memangnya menurut mamah kerugian seperti apa?" Angga
"Mamah juga gak tahu, besok deh mamah coba tanyain langsung sama dia." Hanna
"Makasih mah, jangan lupa kalau sudah tahu kasih tahu Aku mah..!" Angga
"Iya, kamu tidur sana..! Biar gak kesiangan, biar pas bangun dan berangkat kerja kamu fresh, semangat, masalah Gita biar mamah yang urus." Hanna
"Oke mah, mamah memang the best." Angga
Angga tersenyum, lalu berjalan menuju kamarnya, setidaknya dia sedikit lebih tenang karena mendapatkan bantuan dari ibunya itu.
***
Pagi-pagi sekali Kirana sudah datang, dia mengirimkan beberapa makanan titipan ibunya, sebagai tanda terimakasih karena Angga sudah mengantar ke Rumah Sakit kemarin.
"Eh ada pacar boong-boongan kak Angga." Gita
"Sstt…, jangan gitu ah..!" Hanna
Sepertinya Gita masih merasa kesal, Kirana kini merasa bingung namun perasaannya mendadak tidak enak.
Ada apa dengan kak Gita? Apa dia sudah tahu dan dia marah? Pikir Kirana
"Iya Git, Kakak kan udah minta maaf, gak usah gitu sama Kirana, marahnya sama Kakak aja." Angga
"Hmmm…" Gita
Bahkan mereka berangkat bersama dalam satu mobil, Angga mengantar kedua adiknya ke kampus.
Awalnya Gita menolak keras, dia masih kesal dengan kedua orang itu, namun dia tak mampu membantah perintah ibunya, apalagi didukung oleh ayahnya Baskoro.
Namun ternyata Gita mempunyai rencana lain, dia harus memanfaatkan rasa bersalah mereka.
Untuk Kirana, dia harus menanggung akibat dari kebohongan ini..! Pikir Gita
Selama di dalam mobil Gita diam, dan Kirana mencoba meminta maaf.
"Maafin aku ya Kak, Kakak marah? Aku tidak bermaksud mempermainkan Kakak." Kirana
"Hmmm… , kalian gak ngerti sih akibat dari kebohongan ini." Gita
"Memangnya apa? Kakak kan sudah bertanya dari semalam, tapi kamu gak jawab." Angga
"Hmmm, untuk kamu Kirana, aku akan memaafkanmu dengan satu syarat." Gita
"Apa itu kak?" Kirana
Jangan sampai ada permintaan yang aneh-aneh deh. Pikir Kirana
"Ya ampun dek, kok pake syarat segala sih?" Angga
"Ya udah kalau gak mau di maafin." Gita
"Aku mau kok Kak." Kirana
__ADS_1
"Oke, nanti kita bahas di kampus." Gita
Bersambung…