Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 77 Cemburu


__ADS_3

Selir Mey mulai bangun, dia merasa lapar dan langsung disuapi oleh Rizad.


Rizad begitu memperhatikan selir Mey, tiba-tiba ia teringat " Mana bayiku? Mana Raja?"


"Bayimu disampingmu, dia sangat cantik sepertimu."


"Apa? Anakku perempuan? Padahal aku berharap anakku itu laki-laki dan tumbuh menjadi Pangeran yang tampan dan gagah." Ucap Mey sedikit kecewa


"Mau laki-laki atau perempuan dia tetap anak kita."


"Sssttt… jangan pernah kau ucapkan kata itu, ini anak Deon bukan anakmu, kau mengerti!"


Rizad hanya mengangguk, "Sepertinya jika aku jujur tentang Raja pasti kesehatannya memburuk, lebih baik aku biarkan dulu dia begitu." Pikirnya


Setelah selesai makan, tabib istana mengingatkan selir untuk menyusui anaknya itu.


"Nyonya, cobalah susui anakmu..! Pasti dia haus dan lapar."


"Baiklah, coba kau berikan anakku padaku, aku kesulitan bergerak..!"


Sang tabib menggendong bayi perempuan itu dan menaruhnya di pangkuan selir.


Sang tabib memberitahu cara menyusui yang benar agar bayi itu nyaman dan ASI nya dapat keluar.


Selir Mey mengeluhkan rasa sakit dan perih, tapi tabib istana terus menasehatinya bahkan memanasinya.


"Memang begitu prosesnya nyonya, nanti juga lama-lama tidak akan sakit lagi, Ratu saja bisa menyusui sampai sekarang."


"Kenapa kamu membandingkan aku dengan dia? Aku juga bisa menyusui anakku, apa susahnya?."


Akhirnya selir Mey menahan rasa sakit itu, berusaha menampilkan wajah biasanya, dia tidak ingin tabib tahu bahwa dia sedang menahan sakit.


"Hanya kamu nak alasan yang bisa membuat Raja kembali pada ibu." Gumamnya dalam hati sembari melihat wajah putrinya yang baru dilahirkan itu.


Mey masih berpikir bahwa Raja mengakui anaknya, padahal Raja hanya berpura-pura demi keselamatan bayi itu, hanya sebatas rasa tolong menolong dan rasa iba pada bayi itu.


***


Hari sudah pagi, Deon baru saja kembali.

__ADS_1


"Kamu darimana saja semalaman tidak pulang?."


"Aku ada urusan mendesak sayang, mana anakku?"


"Dia baru selesai mandi dan sekarang tertidur, bahkan sekarang kau tidak merindukanku, selalu yang pertama kau tanyakan Pangeran kecil." Ucap Ratu cemberut


"Apa kau cemburu pada anak kita?" Tanya Raja menggoda Ratu


"Tidak, bukan seperti itu." Ucap Ratu, dia membalikkan badannya dan berusaha menghindar, tapi saat ia akan melangkahkan kakinya keluar kamar. Tiba-tiba ada lengan kekar yang memeluknya dari belakang.


"Aku juga merindukanmu, kamu tahu.. aku hanya menghindar karena jika aku dekat seperti ini, aku tidak bisa menahan hasr@tku." Bisik Raja di telinga Ratu


Wajah Ratu langsung merah merona, jantungnya kini berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Astaga, kenapa gue malah memancingnya sih?" Gumam Gita (Ratu) gugup.


Tangan kekar itu kini melonggar, melepaskan pelukannya, lalu Raja membalikkan badan sang Ratu.


Cup..


Kecupan selamat pagi pun mendarat di bibirnya. Ratu membelalakan matanya karena kaget dengan ci**an dadakan itu.


Ratu kini memejamkan matanya, berharap adegan romantis itu berlanjut. 


Tiba-tiba Sani langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu, karena ia berpikir Raja tidak pulang.


"Ratu… sarapan sudah siap."


Mereka yang kaget dengan suara yang tak asing itu.. menjadi salah tingkah dan saling menjauh.


"Sepertinya aku datang diwaktu yang salah." Gumam Sani, kini mereka bertiga merasa canggung.


"Gue seperti lagi kepergok masa karena ku*pul kebo deh, olahraga jantungnya jadi 2 versi, yang tadi menyenangkan, yang ini sih gue bisa pingsan karena jantungan beneran." Pikir Ratu (Gita)


"Ayo kita sarapan sayang, mumpung bayi kita sedang tertidur pulas, kamu harus banyak makan biar ASI mu banyak..!" Ucap Deon sambil merangkul istrinya itu keluar, dia mencoba mencairkan suasana pagi ini.


Sani mengikuti mereka dari belakang, dia benar-benar merasa tidak enak karena mengganggu yang sedang bermesraan.


Saat sarapan, Ratu hanya fokus dengan makanannya, ia merasa canggung saja dengan kehadiran Sani yang memergokinya tadi.

__ADS_1


Sani seolah mengerti, ia pamit untuk melihat Pangeran Kecil.


"Syukurlah dia sudah pergi, sini aku suapin sayang..!" Ucap Deon


"Tidak usah, aku bisa sendiri."


"Atau, kamu mau kita melanjutkan yang tadi sempat tertunda?" Deon mencoba menggoda Ratu.


"Ishh.. ini masih pagi, fokuslah pada makananmu..!"


"Berarti kalau malam boleh dong?"


"Deon…….."


"Iya iya, aku akan makan. Lagi pula aku tahu kalau kamu masih dalam masa pemulihan, bisa-bisa ibu memarahiku kalau dia tahu aku…. Hmm.. sudahlah tidak perlu dibahas juga, yang penting aku cuma mau bilang, aku bukannya tidak merindukanmu, hanya saja aku lagi berusaha menahan keinginanku, jangan berpikiran buruk dulu ya istriku..!"


"Iya…" jawab Ratu singkat, ia sedang tidak ingin membahas masalah itu.


Hari ini Pangeran Kecil pasti tidur nyenyak setelah malam begadang, Ratu berniat berjalan-jalan disekitar istana untuk menghilangkan rasa jenuhnya setelah sebulan penuh ia berada di kamarnya dan hanya mengasuh bayinya.


Ia pergi ke tepi Danau, di sekitar sana juga terdapat kebun bunga. Ratu begitu menikmati waktu luangnya saat ini, dia bahkan tertawa kecil saat mengingat kejadian masa lalu.


"Kamu kenapa tiba-tiba tertawa?" Tanya Raja


"Aku hanya teringat kau yang tidak bisa memancing, hahaha.."


"Hmm… kau mengejek suamimu?"


"Hmm.., ah iya aku baru ingat bukankah aku belum meminta 1 permintaan padamu, dulu kau memberiku hadiah 1 permohonan bukan?"


"Aku lupa."


"Ayolah Deon, kau pasti hanya pura-pura lupa, aku mau memintanya sekarang."


"Memangnya kau mau aku melakukan sesuatu?"


"Hmm.. tentu saja."


"Apa itu? Jangan aneh-aneh..!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2