Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 55 Kerinduan


__ADS_3

Raja yang melihat Reaksi sang Ratu, ia tersenyum dan mulai menempelkan bibirnya tepat dibibir merah sang Ratu.


Deg..


Jantung Gita seakan berhenti sejenak, lalu berdetak kencang tak terkendali. Gita gugup, iya sangat gugup karena ini kali ketiga ia merasakan sensasi cium*n itu.


Pertama kali, saat Gita bersama Deon di dalam kereta menuju rumah Ratu Anggrek, itu terjadi atas dasar ketidaksengajaan.


Saat kedua kali, yaitu saat ia menginap di rumah orang tua Ratu Anggrek, dimana saat itu Gita tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang merespon sentuhan Raja Deon karena mungkin pemilik tubuh asli yang menginginkannya.


Dan yang ketiga adalah saat ini, saat Gita merelakan takdirnya mengikuti arus, berperan sebagai Anggrek yang memang mencintai Deon. Ia ingin cepat kembali ke dunia nyata maka ia akan berusaha menganggap dirinya itu benar-benar Anggrek.


"Jantungku, berdetak lah dengan normal..! Astaga gue jadi gugup gini ya?, kendalikan dirimu Gita..! Rileks… dan nikmati saja..!" Gumam Gita dalam hati


Tepat saat bibir itu saling bersentuhan, mata Gita melotot karena kaget. Raja mulai memainkan tangannya, membelai pipi sang Ratu dengan lembut, membuat mata itu kini tertutup dengan perlahan, merasakan setiap sentuhannya.


Raja mulai mel*mat bibir sang ratu dan membuatnya terhanyut dalam ciu*an yang memabukan itu.


"Lembut…" Ucap sang Ratu (Gita) dalam hati.


Tiba-tiba terdengar suara pelayan dapur istana,


"Hamba menghadap yang mulia Ratu.., hamba membawa makanan yang mulia pesan."


Seketika dua sejoli itu kaget, lalu membuka mata mereka dan saling melepaskan tautan bibir itu.

__ADS_1


"Bukankah ini masih terlalu siang? A-ayo sebaiknya ki-kita makan dahulu, aku juga lapar..!" Ucap Raja Deon yang sedikit gugup.


Ratu pun salah tingkah dibuatnya, "Ah benar ini belum malam, astaga apa yang aku pikirkan?, mari ki-kita makan dulu." Jawab Ratu yang sama-sama merasa gugup dan canggung


"Iya, masuklah..!" Ucap Ratu


Pelayan itu pun masuk membawa beberapa makanan yang memang dipesan Ratu.


Mereka akhirnya menikmati makan siang bersama, setelah makan selesai Raja Deon mengajak Ratu untuk berjalan-jalan disekitar taman di depan paviliun, dia bahkan memegang tangan Ratu, memapahnya dengan hati-hati.


"Tidak usah berlebihan begitu, aku baru saja hamil satu bulan. Perutku juga masih Rata, aku seperti wanita hamil besar dipapah seperti itu." Keluh Ratu


"Aku hanya takut kau jatuh, atau terpeleset tanpa sengaja, aku hanya berusaha menjadi suami yang siap siaga." Jawab Ratu


"Hmm.. baiklah, baiklah." Jawab Ratu, ia akhirnya mengikuti semua yang Raja mau.


Sepanjang hari mereka menikmati kebersamaan yang tertunda, kini Raja bahagia karena saat ini ia tidak melihat Ratu yang selalu marah dan mengajaknya bertengkar, sungguh berbeda memang, membuatnya yakin bahwa kali ini perasaannya dibalas oleh Ratu Anggrek.


Tak terasa malam pun tiba, Raja tak ingin melepaskan kesempatan ini. Ia tentu akan menginap di paviliun Ratu.


Ratu yang gugup, ia mencoba membujuk Sani agar mau menemaninya tidur, tapi Sani menolak.


"Bukankah setiap malam Ratu selalu aku temani tidur, sekarang biarkan yang mulia Raja menginap saja Ratu. Bukankah dada yang mulia Raja itu sangat nyaman?hehe" Sani mulai menggoda Ratu.


"Iisshh.. kau ini." Jawab Ratu, akhirnya ia berusaha lebih menegaskan pada dirinya sendiri bahwa mulai hari ini dia harus berusaha menjadi istri yang baik, benar-benar berperan sebagai seorang istri.

__ADS_1


Ratu mulai memasuki kamarnya, ia bisa melihat Raja yang sedang duduk menunggunya.


"Ini sudah malam, kenapa kamu malah keluyuran, ayo kita tidur..!" Ucap Raja Deon


"Benar, ayo ki-kita tidur..!" Jawab Ratu sambil melangkahkan kakinya menuju ranjang, ia mencoba membaringkan tubuhnya dan membelakangi Raja Deon.


Tiba-tiba ada lengan kekar yang memeluknya dari arah belakang, dan berbisik di telinga Ratu.


"Apakah kau merindukanku juga? Emm.. bisakah kita melanjutkan aktivitas tadi yang sempat tertunda? Dan bolehkah malam ini aku menjenguk calon anak kita?" Tanya Raja Deon berbisik pelan


Ratu membalikan badannya sehingga mereka saling berhadapan, "aktivitas yang sempat tertunda? Menjenguk calon anak kita? Bukankah anak kita masih di dalam perutku? Aku tidak mengerti." Jawab Ratu heran.


Raja mendekatkan wajahnya, "yang sempat tertunda tadi." Jawab Raja sambil menempelkan telunjuknya di bibir sang Ratu


Seketika wajah Ratu merona, kini ia tahu maksud perkataan Deon. "Astaga, apa-apaan dia, emangnya ini sinetron yang ada sambungannya,huh.." keluh Ratu dalam hati


Ketika Ratu sibuk dengan pikirannya, Sang Raja langsung menempelkan bibirnya tepat di bibir sang Ratu, lalu ia berkata "Aku ingin menjenguk anakku, kau jangan menolakku ya..!" Bisik Raja pelan.


Ratu tidak mengerti dengan perkataan Raja, namun ia hanya berusaha mengimbangi permainan Raja Deon tanpa melawan.


"Ya ampun, kenapa dia begitu agresif? Haruskah kejadian di rumah orang tua anggrek juga terulang lagi?" Ucap Ratu dalam hati ketika melihat Sang Raja mulai menampakan wajah penuh gair*hnya itu.


Dan malam itu pun menjadi malam pelepasan rindu Raja Deon.


Bersambung…

__ADS_1


Kepoin novel temen aku yah..! Sambil menunggu bab baru up .. :)



__ADS_2