
Hari masih gelap, sekitar 2 jam lagi pagi datang, Pangeran Ceng sudah ada di paviliun Ratu Anggrek, di depan gerbang ada Rey yang sedang berjaga.
"Pangeran, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rey heran dengan kedatangannya.
"Tidak, aku hanya ingin menemui Ratu, aku sudah berjanji padanya untuk datang pagi-pagi sekali." jawab Pangeran Ceng
"Tapi Pangeran, bukankah ini belum pagi?" Tanya Rey yang heran
"Ini menjelang pagi Rey, lagi pula kami membutuhkan persiapan dan tentu saja perlu datang lebih awal, aku boleh masuk kan?" Ucap Pangeran Ceng
"Silahkan pangeran." Rey mempersilahkan pangeran memasuki paviliun Ratu lalu mengikutinya.
"Astaga, kau tidak percaya padaku hingga mengikutiku seperti ini? Tapi terserahlah." Ucap Pangeran Ceng lalu berlalu pergi
Mereka berjalan menuju kamar Ratu, dan sepertinya Ratu masih tidur, akhirnya Rey membangunkan Sani dan menyuruhnya untuk melihat keadaan Ratu serta memberitahu kedatangan Pangeran Ceng.
Sani pun masuk dan mulai membangunkan Ratu, ia menepuk-nepuk pundak sang Ratu.
"Apakah ini sudah pagi?" Ratu lalu mengucek-ngucek matanya
"Ini masih gelap Sani, aku masih mengantuk." Ucap Ratu yang hendak tidur lagi tapi langsung Sani mengucapkan jika ada Pangeran Ceng diluar.
"Astaga, ada apa dengan dia? Selalu saja mengganggu." Ratu merasa kesal, ia langsung bnagun untuk memarahi Pangeran Ceng
Saat ia membuka pintu,
"Ada apa lagi kau kemari malam-malam?" Tanya Ratu
"Bukankah kita sudah berjanji pergi bersama berjalan-jalan dan berbelanja." Jawab Pangeran Ceng
"Tapi ini masih malam Ceng, tunggulah sampai matahari muncul..!" Jawab Ratu lesu karena ia ternyata masih mengantuk.
"Mana ada kita menyelinap keluar saat matahari sudah muncul, ayo cepat ganti bajumu..! Ini aku bawakan baju penyamaran kita." Ucap Pangeran Ceng sambil memberikan baju sederhana itu
"Astaga jika aku tau akan seperti ini, lebih baik tidak usah pergi." Ucap Ratu lalu membawa baju itu.
__ADS_1
Ratu akhirnya memakai baju sederhana itu, ia pergi hanya berdua dengan Pangeran Ceng saja.
Mereka menyelinap keluar melewati 2 pengawal yang diperintahkan Raja dan mulai menyelinap keluar istana, memerintahkan Sani dan Rey untuk memastikan tidak ada yang tahu kalau Ratu pergi.
Setelah berada di luar istana, Pangeran Ceng benar-benar sangat antusias. Dia menunjukan beberapa tempat yang menarik, dimulai dengan mendatangi salah satu pantai di dekat sana, pantai yang banyak dikunjungi orang karena keindahannya.
Mereka menunggu matahari terbit yang akan memberikan kesan menakjubkan dengan suasana pantai disana.
Gita (Ratu) begitu menikmati moment-moment itu, ia merasakan seakan bebannya hilang untuk saat ini, tak lupa ia mengucapkan harapannya untuk bisa pulang pada saat matahari mulai menampakan cahayanya.
Setelah sejam berlalu, Pangeran Ceng mengajak Ratu mengunjungi pasar untuk sarapan dan mencari cemilan-cemilan rakyat, cemilan yang tidak ada di istana.
Ratu kali ini dalam suasana senang, ia berjalan kesana kemari, melihat setiap dagangan yang ada disana. Kali ini Gita (Ratu) yang merasa antusias ia begitu menginginkan semua cemilan itu.
"Astaga, gimana gue bayar ini cemilan, gue gak punya uang di zaman ini." Gumam Gita (Ratu) dalam hati
"Pangeran Ceng, bisakah kamu meminjamkan ku uangmu? Aku lupa tidak membawanya karena kamu datang terlalu tiba-tiba tadi." Ucap Ratu pelan
"Astaga… sejak kapan Ratu kita mendadak menjadi miskin sampai meminjam uang. Hahaha"
"Aku hanya tidak membawanya, jika memang kau tidak mau, sebaiknya kita pulang saja, buat apa lama-lama disini cuman melihat-lihat saja." Ratu mulai merajuk
"kalau dipikir-pikir sejak gue masuk ke dunia komik ini gue gak pernah pegang uang, aduh" Gumam Ratu dalam hatinya
"Baiklah.. baiklah, hari ini semua yang kamu mau aku yang bayar. Ta...pi kamh harus menjawab pertanyaan-pertanyaanku nanti." Pangeran Ceng tersenyum licik
"Aku tak punya pilihan, baiklah.. ayo berbelanja." Ratu menarik tangan Pangeran Ceng dengan semangat.
Gita (Ratu) benar-benar memanfaatkan keadaan dengan baik, ia membeli semua yang ia inginkan, hampir semua yang ia lihat ia membelinya karena penasaran dengan apa yg belum pernah ia lihat dan ia makan.
"Astaga, apa kau ingin membuatku bangkrut? hhuhh.." Keluh Pangeran Ceng, ia melihat ke arah belanjaan Ratu, sambil menghembuskan napas kasar nya itu.
"Bukankah ini sudah perjanjiannya." Jawab Ratu yang masih bersemangat memilih cemilan
"Lihatlah tanganku bahkan sudah tidak mampu lagi membawa belanjaanmu..!" Ucap Pangeran Ceng sambil memperlihatkan betapa ia kerepotan membawa semua belanjaan Ratu
__ADS_1
Ratu tersenyum malu, ia kemudian menghentikan aksi belanjanya itu. Mereka menuju kedai makanan untuk sarapan, disana Ratu benar-benar membuat Pangeran Ceng geleng-geleng kepala.
Setelah sarapan mereka habis, Ratu langsung mengeluarkan cemilan-cemilan yang ia beli tadi, ia mulai memakan satu persatu dan menyuruh Ceng untuk tetap tinggal di kedai selama Ratu masih makan, bahkan Ratu memaksa Pangeran Ceng membantu menghabiskannya.
"Ya ampun, bukankah kau yang membelinya? Kenapa aku harus ikut menghabiskannya?, aku sudah kenyang, aku tidak mau." Ucap Pangeran Ceng yang memalingkan wajahnya itu
Tapi saat Pangeran Ceng menolak, saat itulah Ratu menyuapinya dengan paksa.
Ratu kekenyangan, ia tak mampu untuk sekedar berjalan karena begahnya. Ia memutuskan untuk diam di kedai sampai perutnya merasa lebih baik.
"Itu karena kau terlalu rakus." Ucap Pangeran Ceng saat melihat Ratu kekenyangan
"Rasanya aku mengantuk Ceng." Ucap Ratu pelan
"Baiklah aku akan menunggu mu tidur, tapi hanya sebentar saja." Ucap Pangeran Ceng, ia sedikit merasa iba pada Ratu
Ratu pun tertidur di kedai itu, Pangeran Ceng benar-benar merasa heran dengan Ratu yang sekarang. Ia berniat menanyakan semua hal yang mengganjal dihatinya setelah Ratu bangun.
15 menit berlalu Ratu masih terlelap, tiba-tiba ada sekelompok pemuda datang menggebrak meja yang dipakai Ratu untuk bersandar tidur. Ratu langsung terbangun dan Pangeran Ceng langsung berdiri.
"Disini kedai tempat makan, bukan tempat tidur, Cepat berikan semua uang kalian padaku!"
Ucap salah satu dari mereka sepertinya dia pemimpin kelompok penjahat itu
"Jika kau ingin uang maka bekerja keraslah!" Jawab Ratu
"Sebaiknya kita pergi saja..!" Ucap Pangeran Ceng, ia tidak ingin menimbulkan keributan
Tapi justru Ratu menyerang mereka dengan cepat, menghajar mereka dengan bela diri yang ia miliki lalu tak lupa memberikan sentuhan-sentuhan cincin ajaibnya, sehingga tak selang beberapa lama mereka semua pingsan.
"Astaga" Pangeran Ceng benar-benar kaget , tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan, bahkan tanpa ia sadari mulutnya menganga melihat kejadian itu.
Tanpa basa basi Ratu langsung menarik tangan Pangeran Ceng dan segera pergi dari kedai.
Pangeran Ceng yang masih belum fokus dengan patuh mengikuti Ratu berlari keluar kedai.
__ADS_1
Bersambung...