Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Kaki Yang Lemas


__ADS_3

Sesampainya Reza ditempat tujuan, dia melihat banyak orang sedang menikmati wahana permainan.


Apa mungkin ada kejahatan di sekitar sini? Tapi suasana nya biasa saja, lagi pula Gita itu kan wanita tangguh, biasanya dia bisa membuat semua orang pingsan. Pikir Reza


Dia mencoba menghubunginya lagi, namun Gita tidak mengangkat teleponnya.


"Apa dia diculik, Apa mungkin?, aku harus mencarinya kemana?" Reza


"Reza … , " teriak Gita diatas sana, namun Reza sama sekali tak mendengarkannya karena terlalu jauh.


Setelah selesai menaiki wahana single parasailing, Gita menghampiri Reza dengan masih menggunakan atribut pengamannya.


Wanita itu berniat mengajak Reza naik bersama.


"Za, hey…!" Gita menepuk pundak Reza.


"Gita? Kamu gapapa kan? Aku khawatir, takut jika kamu diculik, apalagi ditelpon kamu berteriak." Reza


"Aku gapapa, tadi aku hanya menaiki wahana itu sambil membawa handphone dan tongsis untuk merekam aksiku, aku berpikir untuk video call sama kamu eh malah telepon biasa, aku teriak karena saking serunya Za, aku mau ngajakin kamu main," ucap Gita sambil menunjuk ke arah atas, dimana permainan itu membawa orang terbang di atas hamparan laut.


Astaga, bagaimana kalau talinya putus dan aku jatuh? Pikir Reza


"Oh, kamu bikin aku khawatir aja... , kamu aja yang naik, aku liatin aja dari sini, lagian kan itu permainan buat satu orang." Reza


"Eits, ada ko yang berdua, romantis kan kita, terus kita bikin videonya sama selfi diatas sana..! Ayolah Za!, masa pulang ke jakarta gak ada foto yang bisa buat dipamerin sih." Gita


Namun Reza tetap diam, dia sebenarnya ingin menolak namun gengsi.


"Apa kamu takut?" Gita


"Aku takut? Ya nggak lah," jawab Reza dengan yakin 


Gadis itu menarik lengan Reza dengan penuh semangat, dia senang sekali bisa liburan bersama kekasihnya. Dia menunggu saat Reza dipasangkan tali pengaman oleh ahlinya, sementara Reza yang sebenarnya sedang gugup, takut dan gemetar.


Kalau gue bilang takut? Malu lah gue, Bismillah aja pasti bisa! Batin Reza


Mereka menaiki wahana parasailing adventures, wahana yang bisa dinaiki 2 orang secara bersamaan, Gita juga bersiap dengan ponsel dan tongsisnya (selfie stick).


Gita ingin mengabadikan momen menegangkan sekaligus menyenangkan itu.



"Kamu siap Za?" Gita


"Siap dong..." Reza


Padahal tangan gue gemeteran, gimana dong lanjut gak ya? Pikir Reza


"Pak, kami sudah siap, tolong dimulai saja sekarang..!" Gita

__ADS_1


"Oke." Petugas wahana


"Git, wahana ini amankan?" Reza


"Iya aman, aku aja tadi naik kok, dan seru, pokoknya kamu harus coba!" Gita


Mereka sudah bersiap, motor boat di depan sudah mulai dijalankan, dan saatnya mereka terbang.


"Aaaaaa…… , seru kan Za?" Gita


Reza nampak diam, dia merasa tidak karuan melihat pemandangan dari atas sana, saat permainan itu membuat mereka semakin tinggi keatas dan bahkan melaju lebih cepat.


"Aaaaa….." teriak Reza karena takut, bukan asyik seperti Gita, dia ingin cepat-cepat turun


Namun dengan santainya pacarnya sedang mengarahkan kamera depan ponselnya, agar mereka bisa mengabadikan momen itu.


"Senyum dong Za!" Teriak Gita saat diatas sana.


Reza pun memaksakan senyumannya, senyuman yang sedikit kaku itu.


Saat mereka berhasil mendarat dan permainan telah usai, petugas melepaskan tali pengaman di tubuh mereka, namun sesaat kemudian.


Gubrag…


Reza terjatuh karena kakinya lemas, namun dia masih sadar, masih melihat kekasihnya yang khawatir itu.


"Kamu kenapa Za?" Gita


Dengan segera Gita mengambil air minum, berharap pria itu baik-baik saja.


Setelah minum, Reza mendiamkan dirinya sejenak, saat merasa kakinya sudah tidak mati rasa lagi, dia bangun dan berjalan perlahan.


Gita yang membantu Reza berjalan sampai ke pinggir pantai dan duduk dibawah pohon yang tak jauh dari sana.


"Kalau kamu takut, seharusnya bilang dari awal, aku jadi merasa bersalah." Gita


"Aku bukannya takut, hanya sedikit tidak menyukai ketinggian saja." Reza


"Hmm, yaudah kita pulang aja, aku gak mau kalau kamu sampai sakit, disini gak ada mamah kamu tau. Hehe.." Gita


"Ngeledek nih ceritanya?, ada kamu yang bisa pegangin tangan aku semalaman, romantis 'kan?" Reza


"Mana berani aku berduaan di kamar hotel, kalau kamu sampai sakit, maka aku akan menyuruh Pak Surya buat nemenin kamu semalaman, kebayangkan romantisnya? Hahahaha…" Gita


"Gak lucu." Reza


Mereka memilih kembali ke hotel, meski Gita masih ingin menikmati semua wahana yang ada, apalagi yang menantang baginya.


***

__ADS_1


Sementara di kediaman Andra, Angga sedang melihat status WA adiknya itu yang memamerkan liburannya, Dafa yang mengintip, kini dia merajuk dan ingin pergi ke Bali juga.


"Kak aku mau naik itu, aku mau kesana, kita susul Kak Gita yuk..!" Dafa


"Kakak belum bisa Dafa, Kakak sibuk, Papah juga sama , iya 'kan Pah?" Angga


"Papah, bisa kok." Andra


"Jadi Papah mau liburan, sementara aku bekerja keras dan melihat kalian bersenang-senang lewat ponselku? Meninggalkanku di rumah sendirian?" Angga


"Hehehe… , Papah gak bisa Dafa, gimana kalau nanti kita cari waktu yang terbaik..!" Andra


Andra yang tak enak hati pada anak sulungnya itu pun akhirnya menolak, dia tidak mau membuat Angga bete, karena selama ini pria itu sudah membantunya memajukan perusahaan sampai bisa semaju ini, dia mengerti jika Angga tidak mau pergi minggu ini karena memang sedang sibuk-sibuknya.


"Ah Papah, tapi aku maunya besok." Dafa


"Kamu pergi sama Kak Kirana aja!" Angga


"Sama Mamah Jani ya? Horeee.." Dafa


"Dafa, sudah berapa kali Papah katakan, panggil tante, jangan Mamah! Papah gak enak sama tante Jani." Andra


"Masa sih Pah? Mamah Jani gapapa kok, dia malah seneng aku panggil Mamah." Dafa


"Hmmm…" Andra


Bapak Duda itu sudah tidak bisa berkata apapun lagi, dia tidak bisa melarang anaknya, disatu sisi dia akan senang jika berpasangan dengan Jani, namun Dafa terkesan memaksa Jani. Itulah yang membuatnya tidak enak hati.


"Cepet Kak, telpon kak Kirana!" Dafa


"Iya, Bawel.." Angga


Sambungan telepon itu pun diangkat oleh Kirana, gadis itu mengaku jika 3 hari kedepan dia memiliki waktu luang, namun tidak tahu dengan ibunya.


Setelah itu, Angga menelpon tante Jani. Dafa langsung merebut ponsel itu saat sudah terdengar suara wanita di seberang sana.


"Mamah, temenin aku liburan ke Bali ya?" Tanya Dafa to the point, bahkan dengan suara yang menggemaskan.


Jani merasa terkejut dengan ajakan Dafa yang tiba-tiba itu, dia merasa tidak enak jika membuat hati pangeran kecilnya kecewa, dan sebenarnya dia juga memiliki kesibukan minggu ini.


"Kapan sayang? Aduh Mamah minggu ini banyak kerjaan, bagaimana kalau minggu depan?" Jani


"Mamah, Kak Angga sibuk, Papah sibuk, apa semua orang dewasa semuanya sibuk, sampai tidak bisa menemani aku berlibur? Kalian sibuk bekerja, lalu aku harus bermain game terus setiap hari, sendirian di kamar? Hiks…." Dafa benar-benar merasa memang dia tidak diperhatikan.


Angga dan Andra yang mendengarkan Dafa juga kini merasa bersalah pada anak itu.


"Bukan begitu sayang maksud Mamah…" Jani


Aku harus bagaimana? Pikir Jani

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2