
Saat ia menoleh, "kenapa kau malah ikut ke kamar mandi juga?"
"Aku hanya ingin berendam bersama, dan memijatmu" Ucap Deon
Kebetulan sekali Ratu memang sedang ingin mendapatkan pijatan relaksasi, ia akan sangat menikmati jika berendam sekaligus pijat.
Mereka akhirnya berendam berdua, berendam di bak mandi yang cukup besar, memuat untuk dua orang, bak mandi itu juga telah diisi air hangat oleh para pelayan.
Ratu sebenarnya ingin berendam tanpa baju, tapi karena ada Deon, ia akhirnya memakai baju tipis sekali untuk sekedar berendam dan dipijat. Meski begitu tetap saja air yang membuat baju Ratu basah bisa memperlihatkan lekuk tubuhnya, apalagi sekarang berat badannya bertambah karena faktor kehamilan, membuat bagian yang disukai pria ukurannya semakin besar.
Raja memijat kepala Ratu, lalu turun ke pundak, turun lagi ke punggung, dan dengan sengaja ia memijat bagian yang tidak seharusnya dipijat.
"Ah… Deon itu menggelikan, hentikan..!"
"Tapi ini menyenangkan."
"Aku sedang ingin dipijat saja, tidak ingin yang plus plus..hemmm…"
"Benarkah, bukankah kau sudah memastikan pada sang tabib cara memancing rasa mulas melahirkan? Aku tidak bohong kan?"
"Hmm…"
"Iya sih memang benar, ya sudahlah sore ini gue biarin dia ngelakuin apapun yang dia mau." Pikir Ratu
Karena tidak ada penolakan, ritual berendam pun, menjadi ritual pijat plus-plus dan berakhir dengan penggolan gawang sang Ratu, ditandai dengan air bak yang terus menimbulkan gelombang ombak.
Raja memakaikan handuk pada Ratu, lalu menggendongnya ke keluar, memakaikan baju dan menyisir rambutnya.
"Aku bisa melakukannya sendiri."
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin saja membantumu." Ucap Deon sambil menyisir rambut Ratu Anggrek
Setelah selesai, mereka pun makan malam bersama, aktivitas tadi membuat Deon sangat lapar, Ratu sangat menyayangkan kelakuan Deon tadi "Buat apa dia memijatku, kalau pada akhirnya aku dibuat pegal lagi.huh.." keluh Ratu
__ADS_1
Setelah selesai makan, Ratu mengobrol sebentar bersama Sani, sementara Raja disibukkan dengan buku-bukunya.
"Sani kamu tidak punya kekasih?"
"Ah Ratu, mana ada yang menyukaiku."
"Kau ini, kau kan cantik menurutku kau juga manis."
"Hehe.. terimakasih pujiannya Ratu, tapi memang seorang pelayan akan tetap setia pada tuannya, jika perlu mereka tidak pernah menikah demi pengabdian, kecuali tuan mereka mengizinkannya."
"Ah benar juga, aku lupa peraturan kejam ini. Hehe.. bukankah setiap orang punya kesempatan untuk bahagia menurut versi nya sendiri. Hmm.. semoga kelak kamu mendapatkan seseorang yang tepat."
"Iya.. terimakasih Ratu."
"Aduh, perutku mules, sepertinya gara-gara makanan pedas tadi."
Ratu pergi ke kamar mandi, rasanya perutnya sedikit melilit, setengah jam berlalu tapi Ratu tidak bisa BAB, akhirnya ia keluar dari kamar mandi.
Rasa mulas itu datang berulang kali, membuat Ratu bolak-balik kamar mandi tanpa bisa merasakan perutnya lega.
"Aku mulas Deon, tapi sudah berkali-kali ke kamar mandi tapi tidak bisa keluar."
"Apa kamu mengalami sembelit?"
"Entahlah, sepertinya Rasa mulas ku hilang, sebaiknya aku tidur, aku lelah dari tadi bolak-balik ke kamar mandi."
Raja memapah istrinya itu, membantunya naik ke ranjang dan tidur menemaninya.
Ratu tidak bisa tidur, ia sempat tertidur namun rasa mulas di perutnya itu datang lagi.
"Ya ampun, perutku…" keluh Ratu
Sepanjang malam Ratu hanya bisa mengeluh, ingin pergi ke kamar mandi pun ia menahannya karena percuma saja, toh hanya lelah yang ia dapat sementara rasa mulas itu tetap ada.
__ADS_1
"Apa aku salah makan?" Pikirnya
Hingga waktu menunjukan dini hari akan tiba, tiba-tiba mulas itu semakin sakit dan semakin membuat Ratu kewalahan.
"Deon bangun..! Perutku sakit sekali, panggilkan tabib segera..!" Ucap Ratu sambil mengguncangkan tubuh suaminya itu.
Deon yang masih belum sepenuhnya sadar, ia hanya membuka matanya perlahan, "Ada apa?"
"Panggilkan tabib, perutku sakit..!"
"Apa, perutmu sakit? Aku akan segera menyuruh pelayan memanggilnya.." Ucap Deon yang terburu-buru.
Deon kembali menemui Ratu dan duduk disampingnya.
"Apakah kau akan melahirkan? Oh senangnya.. aku sudah tidak sabar melihat Deon kecil, benarkan jika kita melakukannya, kamu bisa cepat melahirkan." Ucap Raja dengan senyuman.
"Kau senang ketika aku kesakitan seperti ini?" Ucap Ratu yang sedang merasakan kontraksi perut itu. Wajah Ratu sudah penuh keringat menahan sakit.
"Dia bilang rasanya hanya seperti mulas biasa ketika menstruasi, apanya yang mulas biasa, ini sih luar biasa, beraninya dia berbohong padaku." Ucap Ratu kesal.
Saking sakitnya, Ratu juga menjambak rambut Deon, ditambah rasa kesalnya karena melihat ekspresi senyum Deon saat ia kesakitan, membuat jambakan itu semakin keras.
"Sayang, sakit, hentikan..!" Ucap Deon memohon
"Kau hanya sakit sedikit, cobalah menjadi aku, ini sangat sangat menyakitkan, berapa lama lagi aku merasa mulas begini?"
"Sabar sayang..!"
Tabib pun datang, ia menyaksikan Rajanya yang gagah sedang berlutut , bahkan dijambak sang Ratu. Membuatnya ingin tertawa tapi ia tahan karena ini keadaan darurat. Tabib itu segera berlari menghampiri.
"Yang mulia tenanglah..! Tarik nafas panjang.. buang perlahan, tarik nafas panjang.. buang..!" Ucap tabib sambil mencontohkannya
Ratu mengikuti instruksi tabib, bahkan Raja pun ikut mengikutinya. Tabib istana menyuruh Ratu berbaring dan memeriksanya, sementara Deon duduk disamping istrinya itu, tangannya digenggam sangat erat, seakan takut jika ditinggalkan.
__ADS_1
"Mamah, ternyata melahirkan itu sesakit ini, maaffin Gita mah, Gita berharap bisa bertemu lagi dengan mamah di dunia nyata, meski Gita tidak tahu pasti, kapan itu terjadi." Air mata Gita (Ratu) tak terasa membasahi pipinya, dia sedih sekaligus menahan sakit.
Bersambung...