Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 61 Ratu kelelahan


__ADS_3

Setelah Raja Deon sudah siap, kini ia bergegas pergi menuju peternakan bersama Ratu, dia juga sudah memberi perintah, agar tabib istana datang segera ke peternakan.


Sesampainya disana, Ratu langsung menghampiri dan menyapa dua ekor kudanya itu. Ratu sengaja memberi teman betina untuk si Putih, agar Ratu bisa memiliki anak kuda yang lucu, maka dari itu ia begitu antusias berharap si Manis hamil.


"Mana tabibnya? Lama sekali." Ucap Ratu kesal padahal ia baru sampai di peternakan, dia begitu tidak sabar.


"Sabar dong sayang, mungkin sebentar lagi, kita tunggu saja disini, dia pasti datang." Ucap Deon menenangkan Ratu


"Hmm… baiklah."


Dan datanglah tabib dengan wajah bingungnya,


"Lagi-lagi aku disuruh ke peternakan, mungkinkah Ratu ingin aku memeriksa si Putih lagi? Gawat ini.." keluh tabib dalam hatinya, dia masih ingat saat mendapat luka di pipinya karena tendangan si Putih.


"Salam yang mulia…" Ucap tabib istana sambil memberi hormat.


"Akhirnya datang juga, cepat periksa si Manis..!" Ucap Raja


"Si Manis? Yang mana yang mulia orangnya?" Tanya tabib istana bingung, tapi ia sedikit lega karena berpikir jika si Manis itu manusia.


"Bukan orang, tapi kuda betina itu."


Deg..


"Astaga, haruskah aku mengalami hal serupa seperti dulu?, kenapa harus aku lagi? Kemana tabib yang lain? Huh…" Gumam tabib dalam hatinya


"Kuda, tapi hamba tidak bisa mengobati hewan yang mulia, ampuni hamba..!"


"Cepatlah, periksa saja apakah si Manis hamil atau tidak?" Perintah Raja


"Baiklah yang mulia." Tabib itu pasrah, ia hanya seorang tabib istana yang tidak bisa melawan sang Raja.


Tabib itu mulai mendekati kuda betina yang harus diperiksa, sebenarnya ia sama sekali tidak tahu tentang hewan, tapi ia memaksakan dirinya agar tidak mendapat masalah.


Tabib mulai meraba perut kuda itu, mengelusnya dan menempelkan telinga di perut kuda yang sedang berdiri tegak.


"Hmm.. tidak ada suara yang aneh, jika hamil pasti ada sesuatu yang bergerak saat diraba, tapi jika hamil muda, aku tidak bisa menebaknya." Pikir sang tabib


Saat diperiksa, untung saja kuda itu tidak melakukan perlawanan, sehingga bisa melakukan pemeriksaan dengan lancar.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah ada kabar baik?" Tanya Ratu kegirangan


"Mmm… hamba belum bisa memastikannya yang mulia, kita tunggu beberapa bulan kedepan, bagaimana?" Tabib istana mulai bernegosiasi dengan sang Ratu


"Kenapa tidak bisa sekarang? Aku sudah tidak sabar." Ratu mulai merajuk


"Sudahlah, bulan depan si Manis akan diperiksa lagi, lebih baik kita ajak mereka jalan-jalan saja."


"Hmmm.. baiklah" Ratu akhirnya mengalah


Tabib istana mulai menghembuskan nafas panjangnya, ia bersyukur kali ini tidak mengalami masalah.


Sepanjang hari Ratu menghabiskan waktunya bersama dua kudanya itu, mengajak mereka berkeliling istana, memberi makan mereka buah-buahan manis dan segar, yang baru dipetik saat melewati perkebunan, memandikan mereka di pinggir sungai dan banyak hal lain lagi yang mereka habiskan bersama.


Ketika hari sudah sore, Ratu benar-benar lelah, dia sempat pingsan dan membuat Raja khawatir.


"Kau sudah bangun?, bagaimana.. apakah ada yang sakit?" Tanya Raja


"Tidak, aku hanya sedikit pusing karena kelelahan, tidak usah khawatir, aku merasa gerah, aku ingin mandi air hangat."


"Baiklah, nanti akan aku temani biar sekalian aku pijat, pasti badanmu pegal-pegal karena kelelahan, harusnya jika sudah merasa lelah jangan memaksakan diri, jangan anggap seperti kamu yang dulu yang bisa pecicilan.hehe.." Ucap Raja sambil tersenyum


Mereka akhirnya melakukan ritual berendam air hangat dengan sedikit pijatan, membuat Ratu merasa nyaman.


"Jadi gini ya rasanya diperhatiin suami? Gue mana tau bakal seenak ini, punya pacar aja nggak, gue sekarang heran deh sma gue yang dulu di dunia nyata, kenapa gak pernah tertarik sama cowok ya? Hahaha… pantesan aja mama gue sebegitu khawatirnya. Hmm.. emang kurang normal sih. Uups.. " pikir Gita


Setelah selesai mandi dan berpakaian, mereka akhirnya tidur bersama, tidur dengan saling berpelukkan.


Ketika pagi datang, Raja yang terlebih dahulu bangun, ia memandangi wajah Ratu di pagi hari, rambut yang sedikit acak-acakkan itu masih memancarkan kecantikan yang alami.


Dia mengecup kening sang Ratu lalu berbisik, "Selamat pagi sayang.."


Ratu mulai membuka matanya, ia merasakan sensasi geli di telinganya karena ulah Deon.


"Pagi suamiku." Ucap Gita (Ratu)


Gita mulai berpikir, apakah setelah ia kembali ke dunia nyata, dia akan mendapatkan pendamping yang seperhatian ini.


"Wah pagi-pagi sekali kau sudah menggodaku." Ucap Raja

__ADS_1


"Hmm.. bukankah barusan kau yang menggodaku." Jawab sang Ratu yang tidak menyadari kalau bajunya yang terbuka memperlihatkan sesuatu yang membuat Deon terus memandanginya.


"Astaga.." Ucap Ratu saat menyadari apa yang ditatap Deon, ia terburu-buru bangun dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ratu kini sudah merasa segar, ia keluar dengan hanya memakai handuk. Saat ia melihat sekeliling, dia tidak menemukan Deon.


Ketika hendak membuka lemari pakaian, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, Ratu kaget hingga membalikkan tubuhnya.


"Deon.. mengagetkanku saja, kau sudah rapih sudah mandi juga?"


"Iya, aku mandi di kamar mandi yang lain, kau seksi sekali." Ucap Raja menatap Ratu yang hanya memakai handuk.


Cup.. 


Raja mulai mengecup bibir Ratu membuatnya kaget hingga sekaligus gugup, jantungnya berdegup kencang.


Raja mengecup bibir Ratu sekali lagi, namun lebih lama dan mel*mat bibir Ratu dengan lembut. Membuat mereka terbuai, dan menginginkan sesuatu yang lebih.


"Astaga, kenapa gue ketagihan dengan aktivitas ini?" Keluh Gita dalam hatinya


Hingga terdengar suara perut sang Ratu, membuat mereka menghentikan kemesraan di pagi hari.


"Sepertinya anakmu sudah kelaparan, hehe.. aku mau bersiap-siap dulu, kamu bisa menungguku di ruang makan..!" Ucap Ratu


Deon menghembuskan nafas panjangnya, dia berharap bisa mendapat jatah pagi. Wkwkwk


Mereka menikmati sarapan dengan suasana romantis, saling menyuapi, dan mengobrol ringan.


Makanan yang Ratu pesan makanan yang berkuah dan sedikit pedas, ia ingin menghangatkan perutnya di pagi hari.


Sani yang melihat kemesraan itu, dia ikut merasa senang sampai matanya berkaca-kaca.


Tiba-tiba, datang seorang pengawal menyampaikan pesan penting pada sang Raja.


"Salam yang mulia Raja, saya membawa kabar penting, dan baginda harus segera menemui selir..!" Ucap pengawal itu tergesa-gesa


"Bikin ulah apa lagi sih dia?" Pikir Ratu


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2