
Akhirnya Hari itu pun tiba, dimana di sebuah gedung mewah, dengan dekorasi mewah dengan perpaduan warna gold dan putih, sudah banyak tamu yang berdatangan.
Namun sang mempelai belum nampak sama sekali. Gita yang sudah siap dan cantik sedang berada disebuah ruangan, pengantin wanita itu masih bercermin melihat pantulan dirinya sendiri.
Jantung gue, astaga.. berdetaklah dengan normal! Tenang Gita, tenang! Lo jangan gugup! Batin Gita
"Wah, anak Mamah cantik banget.." Hanna
"Ah Mamah bisa aja," jawab Gita dengan tersipu malu.
Gadis itu gugup, hingga dirinya merasa ingin buang air kecil terus, saat ke toilet dia begitu kesulitan karena gaun yang panjang.
Gaunnya ribet, eh gue malah pengen pipis terus, astaga gimana ini? Pikir Gita
"Git, kamu kenapa udah 3 balik loh ke toilet." Hanna
"Gugup Mah, gimana dong?" Gita
"Tenang Git, lagian kamu keluar nanti pas ijab qobul udah beres." Hanna
"Assalamu'alaikum.." Nisa
"Ah Nisa, sahabat gue akhirnya datang juga," Gita berhambur memeluk sahabatnya itu.
Mata Nisa mulai berkaca-kaca, dia bahagia melihat sahabatnya berbalut baju pengantin, dia juga sedang merasa bahagia, sangat bahagia hari ini.
Flashback
Saat Nisa bersiap-siap berangkat menuju tempat pernikahan, ternyata ada dua mobil mewah yang menunggu mereka di depan hotel, mobil untuk menjemput keluarga Pak Damar.
"Mobil siapa itu Pah?" Ibunya Nisa
"Oh, itu mobil yang jemput Kita, calon besan, hmmm..." Pak Damar
"Calon besan Pah?" Nisa
"Iya, itu keluarga Pak Andra sahabatnya Papah, anaknya kan mau dijodohin sama kamu, katanya calon kamu ada di mobil itu Nis, kamu lihat gih! Cek aja, ganteng gak orangnya!" Pak Damar
"Hmm Papah, taaruf dulu lah Pah, Nisa gak mau kalau langsung main nikah aja." Nisa
"Iya bener tuh Pah kata Nisa." Ibunya Nisa
"Iya , iya Papah tahu, ayo kita samperin mereka." Pak Damar
Ternyata Pak Andra membawa mobil sendiri, di sampingnya ada Jani yang duduk manis, dan di kursi belakang ada Kirana juga Dafa.
Ternyata Angga dimobil satunya lagi, dia sudah diberi pesan kalau yang naik adalah calon besan, calon istri dan calon mertua Angga.
Angga sedikit gugup dan penasaran, berharap orang yang dijemputnya di hotel ini memang akan menjadi jodohnya.
__ADS_1
Saat Pak Damar menghampiri, pertama kali dia menyapa mobil Pak Andra, lalu berjalan ke mobil belakang milik Angga.
Alangkah terkejutnya mereka, Angga tidak menyangka jika yang dijodohkan dengannya adalah anak Pak Damar, gadis bersuara merdu itu. Apalagi setahu Angga mereka punya rumah, kenapa bisa menginap di Hotel.
"Nak Angga.." Pak Damar
Itu beneran Kak Angga kan? Pikir Nisa
"Pak Damar, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu." Angga
"Sebentar, Andra menyuruhku menaiki mobil anaknya, tapi kok malah ada Nak Angga disini?" Pak Damar
"Hehe, iya saya anaknya Pak Andra, jika masih bingung, biar nanti saya ceritakan di dalam mobil..!" Angga
"Baiklah.." Pak Damar
Keluarga Pak Damar memasuki mobil termasuk Nisa, gadis itu menunduk, dia menyimpan banyak pertanyaan dibenaknya.
Selama perjalanan Angga menceritakan bagaimana dia bisa menjadi keluarga Pak Baskoro dan berakhir menjadi anak yang baru ditemukan oleh Pak Andra.
Pak Damar mendengarkan cerita itu dengan serius, dia prihatin karena Angga terpisah dari keluarga aslinya bahkan sangat lama, namun terbilang beruntung karena diangkat anak oleh keluarga kaya dan baik hati.
"Jadi bagaimana, kamu mau sama anak saya?" Pak Damar
"Hehe, kalau saya sih mau Pak, saya bisa langsung melamar Nisa, tapi apa kuliahnya sudah selesai?" Angga
"Wah, saya juga suka punya calon mantu seperti Nak Angga, belum selesai, beberapa bulan lagi wisuda, tapi bisa lamaran dulu, jika Nak Angga takut keduluan orang. Hehehe." Pak Damar
"Hehehe, iya secepatnya saya akan melamar, asal calonnya siap saja Pak." Angga
Nisa menunduk tersipu malu, dia tidak menyangka disaat dia mencoba melupakan perasaannya, namun ternyata dia bisa mendapatkan cinta, bahkan status seorang istri dari pria yang selama ini dia inginkan.
"Bagaimana Nis, kamu mau?, jujur aja Nis yang ganteng gini susah loh nyarinya.hehehe.." Ibunya Nisa.
"Iya, gimana Nis?" Pak Damar
Gadis itu mengangguk pelan pertanda dia menyetujuinya, Anggukan kecil yang mampu membuat semua orang bahagia.
Namun Pak Damar mencoba menggoda anaknya itu, "katanya mau taaruf dulu, gak mau langsung nikah nikah aja, eh malah mengangguk setuju saat tahu calonnya ganteng gini, hmmm" Pak Damar
"Papah," keluh Nisa yang benar-benar dibuat malu.
Flashback off
"Selamat ya, kamu akhirnya nikah juga sama Kak Reza.." Nisa
"Iya makasih ya Nis, kamu temenin aku disini ya, aku gugup nih." Gita
"Oke.." Nisa
__ADS_1
Gadis itu duduk disamping mempelai wanita, menggenggam tangan Gita yang dingin sedingin es.
Acara itu berjalan seakan sangat lambat menurut Gita, dia ingin cepat mendengar kata sah yang serempak dari para tamu undangan, dan segera menyelesaikan acara hari ini.
Sebenarnya dia juga merasa tidak nyaman dengan baju yang dia pakai.
"Nis, ko belum kedengeran suara Sah yang bersamaan sih?" Gita
"Hahaha, kamu gak sabaran banget sih." Nisa
"Ish, aku hanya ingin segera menyelesaikan acara yang melelahkan ini, padahal lebih enak nikah di KUA aja ya, cepet dan gak ribet." Gita
"Kamu harusnya bersyukur banyak yang merayakan dan berbahagia buat kamu, lagipula ini bentuk perhatian dari keluarga kamu, merayakan hari bahagia ini." Nisa
"Hmm.. iya." Gita
Sementara di ruangan utama, mereka sedang menunggu kedatangan penghulu, Reza sudah berkeringat dingin, dia beberapa kali mengusap keningnya dengan sapu tangan yang dia bawa karena keringat yang muncul.
Banyak sekali tamu undangan yang datang, maklumlah keluarga Baskoro dan keluarga sanjaya termasuk pebisnis yang sukses, banyak orang yang ingin bergabung dan bekerjasama dengan perusahaan mereka.
Tibalah penghulu datang, membuat jantung Reza semakin berdetak tak karuan.
Jangan gugup, jangan gugup Za.! Batinnya
Didepannya kini sudah duduk pak penghulu, disana ada juga Baskoro yang terlihat gagah.
Lelaki itu bersyukur bisa sembuh saat anak gadisnya menikah.
Satu kali percobaan ijab qobul itu gagal, bagaimana tidak, Reza malah salah menyebutkan nama calon istrinya itu.
"Saya terima nikahnya, Baskoro… astagfirullah." Reza
Semua tamu undangan menahan tawanya, namun tetap saja ada beberapa tawa yang lolos dari mulut mereka.
Aduh, bener nih kata Gita, gue salah nyebut nama, masa gue nikahin bapaknya? Batin Reza
Sampai penghulu pun ikut tertawa, dan Baskoro menatap kearah calon menantunya itu, dia menggelengkan kepalanya. Apa anak ini belum latihan dirumah? Pikir Baskoro
Maya dan Sanjaya pun tak habis pikir dengan apa yang diucapkan anaknya itu, membuat Maya khawatir jika Reza mengulangi kesalahannya di ijab qobul yang kedua.
"Pah, gimana ini?" Maya
"Tenang mah, kan bisa coba lagi sampai 3 kali." Sanjaya
"Tapi Pah, gimana kalau salah lagi?" Maya
"Hmmm, makanya berdoa yang baik-baik!" Sanjaya
"Astagfirullah, mudah-mudahan yang kedua Reza bisa ya Pah?" Maya
__ADS_1
"Iya , aamiin." Sanjaya
Bersambung..