
Ratu mencoba mengingat-ngingat kembali saat dulu ia membaca komik, ia membaca memang sampai komik itu tamat, tetapi ada sebagian yang Ratu lupa.
Selama di dunia komik Gita mencoba mengubah takdir Ratu Anggrek, tentu saja saat Ratu mengubahnya maka ia tidak bisa menduga dengan kejadian-kejadian baru yang akan timbul.
Dia hanya tau beberapa karakter komik yang antagonis dan protagonis, seperti peran selir Mey, selir Janie dan Paman Heri yang protagonis.
Di buku Komik tidak ada kejadian Ratu Anggrek hamil, maka Gita tidak tau selir Mey akan merencanakan hal apa untuk gerakan pembalasannya, untuk saat ini Gita hanya berusaha lebih hati-hati dan waspada, serta mencoba menerka-nerka taktik apa yang akan diambil oleh selir Mey dan lawan yang lainnya.
"Gue harus siap dengan bahaya disekitar gue, karna gue mencoba mengubah takdir Anggrek pasti jalan cerita komik ini akan berbeda dengan yang udah gue baca." Gumam Gita (Ratu) dalam hatinya.
"Ratu, ayo makan dulu..!, ini makan siangnya" Ucap Sani yang membuyarkan lamunan Gita (Ratu)
"Hmm… baiklah, ayo temani aku makan Sani..! Tidak enak jika makan sendirian." Keluh Ratu
"Tidur ingin ditemani, bahkan makan harus ditemani pula, apakah nanti saat Ratu mandi ia akan minta ditemani juga? Hmm.." Gumam Sani dalam hatinya
"Emm.. baiklah jika Ratu memaksa." Ucap Sani
"Sebenarnya aku tidak memaksamu sama sekali, hanya saja calon bayi ini yang memintanya, apa kau berani pada calon anak Raja.hmm.." Ucap Ratu sambil tersenyum
"Tentu saja hamba tidak berani." Jawab Sani
"Hahahaha…" Mereka Pun tertawa bersama
Karena telah lama melewati hari bersama Sani, Ratu mulai menganggap Sani seperti sahabatnya sendiri, Sani pun mulai terbiasa bercanda dengan Ratunya ini, tapi disaat mereka hanya berdua saja. Sani tidak berani bercanda dengan Ratu dihadapan orang lain apalagi di depan umum.
Sani akan hormat dan memanggil Ratu dengan sebutan "yang mulia Ratu", tapi jika hanya dengan Ratu atau di depan Pangeran Ceng ia akan memanggil cukup dengan kata "Ratu" saja, awalnya memang canggung tapi sekarang sudah terbiasa dan membuat hubungannya dengan Ratu semakin dekat, membuat Sani tak kesepian dan mendapat teman.
*
Selir Mey mendapatkan kabar bahwa Raja pergi, tentu ia tidak akan melewatkan kesempatan ini.
Ia akan menyusun rencana untuk mencelakai Ratu Anggrek.
"Jika aku tidak bisa hamil maka Anggrek tidak boleh hamil." Ucap Selir Mey
Selir Mey meminta mata-matanya melaporkan setiap kegiatan Ratu esok hari. Ia akan mencari celah disaat Ratu hanya sendiri saat tidak ada yang mengawalnya.
__ADS_1
Ketika malam tiba seperti biasa selir Mey berdiam diri di depan paviliunnya, untuk sekedar bersantai menikmati malam, dan pasti Rizad datang untuk menemaninya dan mendengarkan curahan hatinya. Rizad menjadi satu-satunya orang yang tulus padanya, bahkan keluarga satu-satunya yaitu paman Heri tidak bisa selir Mey percaya, karena ia tahu bahwa pamannya hanya memanfaatkannya.
*
Raja masih terjebak di desa Perbatasan, ia masih sibuk mengatasi kekacauan disana. Banyak rakyat yang mengeluh dan ingin Raja menyelesaikan masalah ini agar mereka dapat hidup dengan damai.
Raja juga belum mendapat kabar dari orang kepercayaannya yang ditugaskan pergi ke kerajaan tetangga. Untungnya selama Raja berada di desa itu tidak ada penyerangan lagi.
Raja tak sengaja bertemu kimi, anak kecil yang dulu pernah ia temui di desa perbatasan ketika wabah virus melanda desa ini.
"Yang mulia.."
"Hei anak manis, bagaimana kabarmu?"
"A-ku, sebenarnya aku sudah senang tinggal bersama paman dan bibi, tapi saat aku melihat rumah paman hancur dan bibi menangis. Aku merasa kasihan sekali, bukankah Raja bisa melakukan segalanya? Tolong buatkan pamanku rumah baru ya paman Raja..!" Ucap kimi sambil memohon
"Iya anak manis, nanti paman Raja buatkan ya. Tapi tunggu giliran karena lihatlah rumah-rumah disini juga lagi paman Raja perbaiki." Jawab Raja Deon
"Baiklah terima kasih paman Raja." Kimi kembali dengan wajah tersenyum
"Sudah dua kali aku membuat anak itu bersedih, aku benar-benar harus berhasil mengatasi masalah ini dengan cepat dan tepat agar tidak menambah banyak kerusakan dan mencegah terjadinya korban jiwa, aku tidak mau ada kimi kimi yang lainnya yang bersedih seperti itu..." Gumam Raja dalam hatinya
*
"Ratu.. kenapa belum tidur?"
"Ah, apakah aku mengganggu tidurmu?, aku hanya gelisah saja"
"Tentu saja, ranjang ini ikut bergoyang karena Ratu berguling terus menerus. Hehe.., memangnya apa yang Ratu pikirkan?"
"Itu Raja Deon, apakah dia akan baik-baik saja?"
"Pasti, lebih baik Ratu berdoa dan jangan berpikir yang aneh-aneh, ingat orang hamil itu gak boleh banyak pikiran Ratu..!"
"Iya juga ya lebih baik berpikir positif, tapi emang iya orang hamil gak boleh banyak pikiran?"
"Iya, jangan telat makan juga kasihan calon bayinya..!"
__ADS_1
"Memangnya berpengaruh ya?"
"Tentu saja Ratu, bukankah calon bayi makan makanan yang dimakan ibunya, jika Ratu tidak makan lalu calon bayinya mau makan apa?"
"Iya aku tau kalau masalah itu si bayi akan makan nutrisi makanan yang ibunya makan, terus kalau aku lagi banyak pikiran, calon bayi ini ikut pusing juga ya? Kan tadi kamu bilang orang hamil jangan banyak pikiran."
"Hmm.. ya ampun Ratu, sebaiknya Ratu tidur saja aku juga sepertinya menjadi pusing, beristirahatlah..!, jika Ratu sakit bukankah akan banyak yang khawatir bahkan banyak yang kerepotan."
"Kau ini, baiklah.. baiklah.. aku akan berusaha tidur dan diam agar ranjang ini tidar bergoyang lagi." Ucap Ratu lalu membalikan tubuhnya membelakangi Sani
"Astaga, Ratu sangat sensitif sekali." Gumam Sani lalu ia melanjutkan tidurnya.
Ratu yang tetap gelisah dan tidak bisa tidur, akhirnya berusaha keras mengingat-ngingat cerita komik yang ia baca, untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini, iya ingin rasanya berguling-guling diatas kasur lagi tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Sani yang kini tidur dengan terlentang menyerong, menghabiskan hampir semua tempat tidurnya.
"Astaga… sebaiknya besok aku ditemani ibu Suri saja." Ucap Ratu pelan
Akhirnya Ratu keluar kamar untuk mencari udara segar, diam di taman paviliunnya ditemani Rey disampingnya.
Rey hanya memastikan agar Ratu baik-baik saja, Ratu mulai mengingat-ngingat sedikit demi sedikit.
"Bukankah di dalam komik ini memang tidak ada peperangan?"
"Apakah mendadak ada perang setelah aku mengubah takdir Ratu Anggrek, yang tadinya mati ditangan selir Mey tapi malah sehat bahkan hamil?"
"Apakah aku juga mengubah semua alur cerita komik ini? Astaga aku benar-benar bingung."
Ratu larut dalam lamunannya yang penuh pertanyaan itu.
Ratu mulai berpikir sejenak, mencoba menggali isi memory kepalanya lagi.
"Aha…. Aku ingat." Ucap Ratu dengan keras sampai ia yang tadinya duduk kini berdiri tegak
Rey yang kaget hanya bisa mengelus dada, mau marah pun ia tak bisa. Cukup geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan Ratunya itu.
Bersambung…
...Setelah membaca, jangan lupa tombol like nya ya readers.. ! :)...
__ADS_1
...Sambil menunggu bab baru up, kepoin dulu nih novel rekomendasi dari aku...