
Ternyata kereta Raja dihadang oleh beberapa orang misterius. Mereka menyerang beberapa pengawal yang berada di barisan depan.
Raja yang tidak mau tinggal diam ia mencoba keluar dari kereta, tetapi dihalangi oleh pengawal pribadinya.
"Yang mulia jangan turun, biar kami yang menyelesaikannya." Pengawal pribadinya itu menghadang Raja agar tidak terlibat perkelahian
"Baiklah.. selesaikan dengan cepat..!" Perintah Raja Deon, lalu ia masuk kembali ke dalam kereta berharap masalah ini bisa cepat selesai dan ia segera kembali ke istana.
"Kenapa tiba-tiba aku merindukannya?" Gumam Raja dalam hati
Ternyata ada beberapa orang misterius yang menyerang dari arah lain, orang-orang itu menyerang kereta yang ditumpangi Raja Deon.
Raja terkejut, ia langsung turun ke satu sisi lain dari kereta itu. Namun ternyata saat Raja berhasil turun ada seseorang yang menyerangnya dari arah belakang, sehingga pedang itu berhasil menyayat sedikit bahu lengan kiri Sang Raja.
Dengan gerakan cepat Raja menyerang balik, untung saja tangan kanannya tidak terluka, sehingga ia bisa leluasa menggunakan pedangnya dengan tangan kanannya. Tak berselang lama pengawal pribadi Raja datang dan membantu Raja melawan mereka.
Akhirnya semua orang-orang misterius itu semuanya terkapar, dan menyisakan 1 orang saja untuk diinterogasi nanti di istana.
"Astaga yang mulia, anda terluka." Ucap Pengawalnya
"Sudahlah, ini hanya luka kecil, lebih baik kita cepat lanjutkan perjalanan..!" Jawab Raja Deon
"Baik yang mulia." Jawab pengawalnya
Raja hanya melilitkan kain agar darah berhenti mengalir, ia masuk lagi ke dalam keretanya.
__ADS_1
Ya.. baginya itu hanya luka kecil, hanya sayatan kecil yang nantinya bekas lukanya pun akan hilang.
Mereka Pun melanjutkan perjalanan, karena memang perjalanan masih sangat jauh.
* *
"Kenapa hati ini gelisah sekali, apakah terjadi sesuatu dengan anakku Deon? Semoga dia baik-baik saja." Ucap Ibu Suri
Mungkin memang benar seorang ibu akan mendapatkan firasat tentang anaknya, hari ini sepulang memetik buah bersama Ratu Anggrek Ibu Suri mulai merasa gelisah hingga malam tiba masih seperti itu, bahkan dia tidak bisa memejamkan matanya.
Ia begitu mengkhawatirkan anak satu-satunya itu, jelas saja statusnya sebagai Raja selain dihormati juga akan mendapat ancaman dari berbagai pihak yang tidak menyetujui pengangkatan Deon sebagai Raja, Ibu Suri menyadari itu sejak awal tapi ini sudah menjadi takdir hidupnya dan hidup anaknya itu.
Ibu Suri mencari informasi dari beberapa pengawal yang sempat pergi ke desa perbatasan, tetapi mereka hanya mengetahui kabar Raja terakhir kali itu hari kemarin.
"Maaf Ibu Suri, terakhir saya di sana itu kemarin malam dan tidak ada yang mengkhawatirkan, hanya saja…" pengawal itu menghentikan ucapannya
"Hanya saja apa? Katakan!!" Ibu Suri mendesak
"Mmm… ada beberapa Rakyat desa yang menyalahkan yang mulia Raja karena korban yang terlalu banyak dan penanganan yang terlambat." Jawab Pengawal itu, menundukan kepalanya
"Astaga." Ibu Suri menjadi lebih khawatir, karna terakhir kali ia makan sore hari itipun hanya buah yang ia petik ditambah kabar buruk ini, Ibu Suri pun pingsan.
Dengan cekatan pelayan membawa Ibu Suri ke kamar dan membaringkannya, serta memanggil tabib istana.
**
__ADS_1
Sementara di paviliun Ratu Anggrek, Pangeran Ceng masih berada disana menunggu jawaban Ratu.
Ratu dicerca dengan berbagai pertanyaan yang mengganjal dan mencurigakan menurutnya, hanya saja ia belum mendapatkan jawaban juga karena Ratu tidak mau jika Pangeran Ceng ikut campur.
"Ayolah… kenapa kau diam saja? Bahkan kau tidak menjawab satupun pertanyaan dariku?"
Pangeran Ceng mulai membujuk lagi
"Astaga, kepalaku sakit sekali mendengar kau yang terus berbicara, kenapa kau tidak pulang saja!" Ratu mulai kesal
"Jujur aku lebih menyukai kamu yang sekarang dari pada kamu yang pendiam, bagaimana kalau besok kita pergi berkeliling desa dan kita ke pasar untuk berbelanja dengan menyamar sebagai rakyat biasa?" Pangeran Ceng mulai memberi penawaran
"Hmm.. kayaknya asik deh daripada gue diem terus di istana, di istana terlalu banyak konflik bikin gue pusing, lebih baik gue jalan-jalan, lagi pula Raja Deon juga tidak ada disini, jadi pasti akan aman." Gumam Gita (Ratu) dalam hati
"Hmm.. baiklah, ayo besok kita pergi..!" Jawab Ratu
"Tapi, nanti kamu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ku yang belum kamu jawab, bagaimana?" Ucap Pangeran Ceng ia mulai tersenyum licik
"Astaga, baiklah.. lagipula aku lelah ingin segera tidur, lelah juga melihat wajahmu yang terus bertanya dan memelas, sebaiknya pulanglah cepat dan jangan lupa besok datang kemari..!" Ucap Ratu sambil mendorong tubuh Pangeran Ceng keluar kamar
Meski Pangeran Ceng dipaksa keluar, tapi ia senang karena berhasil membujuk Ratu.
"Bagaimana ini? Disatu sisi gue pengen jalan-jalan keluar istana, tapi gue gak mau kalau si Ceng itu tau dan ikut campur, hhmm.. sebaiknya gue ceritain gak ya?." Ucap Ratu sambil menuju ranjangnya, tak butuh waktu lama ia pun tertidur.
Bersambung...
__ADS_1