
Karena ibu Suri merasa bersemangat ingin membuat selir Mey mengaku, dia tak bisa menunggu lebih lama, ibu Suri langsung masuk ia sedikit heran karena tidak ada selir Mey disana, saat ibu Suri mendekati Ranjang ia melihat gundukan besar yang tertutup selimut.
"Hmm.. kenapa saat hari sudah pagi kau masih meringkuk berselimut seperti itu?" Tanya ibu Suri
Selir Mey mulai membuka selimut itu perlahan, ia ragu, ia tidak mau dilihat dalam keadaan polos seperti itu, selir Mey akhirnya berusaha membuka selimut itu dengan sangat hati-hati hingga wajahnya bisa terlihat ibu Suri.
"Sepertinya saya merasa tidak enak badan hari ini, ibu Suri." Ucap Mey dengan suara sedikit serak, ya suaranya menjadi seperti itu karena terlalu banyak minum arak dan bernyanyi dengan keras kemarin.
"Sayang sekali, padahal aku punya kejutan untukmu dan berniat mengajakmu pergi." Ucap ibu Suri, ia melangkah pergi.
"Tunggu ibu Suri, saya akan bersiap-siap sebentar, saya harap ibu Suri berkenan menunggu saya..!" Selir Mey mulai bersemangat
"Hmm.. baiklah, aku akan menunggu diluar tapi hanya setengah jam saja ya..!" Ucap ibu Suri sambil sedikit tersenyum agar selir Mey tidak curiga padanya.
"Apakah ini hari keberuntunganku? Aku tidak boleh melewatkannya, bukankah sangat sulit memgambil hatinya, tapi hari ini tiba-tiba dia yang datang sendiri menjemputku,hhmm.. aku harus berdandan yang cantik hari ini." Gumam selir Mey dalam hati
Setengah jam berlalu, selir Mey akhirnya sudah siap, ia menghampiri ibu Suri dengan senyuman indahnya.
"Ayo kita pergi..!"
"Memangnya kita mau pergi kemana ibu Suri?
"Bukan kejutan namanya kalau aku memberitahumu sekarang."
Selir Mey tak bertanya lagi ia hanya membalas perkataan ibu Suri dengan senyumannya.
"Ah, benar juga, mendadak jantungku berdebar, padahal hari ini bukan ulang tahunku." Gumam selir Mey dalam hatinya
Keretapun berbenti, "sudah sampai, ayo turun..!" Ucap Ibu Suri, ia tersenyum lalu turun terlebih dahulu.
"Ini dimana? Tidak seperti tempat untuk merayakan sesuatu." Pikir selir Mey
"Kenapa kamu bengong saja, jangan diam disitu, ayo ikuti aku..!" Perintah ibu Suri
Selir Mey dengan patuh mengikutinya dari belakang, di samping dan dibelakangnya pun ada beberapa pengawal yang mengikuti.
"Kenapa perasaanku mendadak tidak enak ya?" Ucap selir Mey pelan.
Rey yang berada disamping selir Mey tentu mendengarnya meski pelan, Rey hanya tersenyum kecil saat mendengarnya.
__ADS_1
Saat pintu dibuka, memastikan selir Mey masuk dan pintupun ditutup kembali oleh Rey, karena tidak ingin ada seseorang yang melarikan diri.
Dari kejauhan selir Mey mulai melihat pelayan suruhannya itu, ia sedang duduk dikursi dengan posisi tanagn dan kaki diikat tali.
"Astaga, kejutan apa ini?" Pikirnya
Meski selir Mey merasa tegang tapi ia sebisa mungkin menahan perasaan itu, ia berpura-pura santai dan seolah-olah tidak mengenal pelayan itu.
"Apakah ini nyonyamu?" Tanya ibu Suri
Pelayan itu mengangguk.
"Nyonya?" Ucap selir Mey dengan wajah bingungnya.
"Apakah kau mengenalinya Mey?" Tanya ibu Suri
"Hmm.. iya sepertinya ia pelayan istana aku sempat melihatnya beberapa kali, memangnya ada apa Ibu Suri?" Tanya selir Mey ia pura-pura tidak tahu, padahal tangannya mulai berkeringat dingin.
"Ibu tidak suka melihat sandiwaramu..! Ibu perjelas saja ya, apakah kamu yang menyuruh pelayan ini untuk mencelakai Ratu dan juga calon cucuku?" Tanya ibu Suri sambil menghampiri selir Mey, menatapnya dengan tatapan seakan ingin menyantapnya hidup-hidup.
"Ya ampun, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Ucap selir Mey dalam hati
"Menurutmu pelayan biasa seperti dia punya motif apa membunuh calon cucuku? Justru jika itu kamu aku yakin kamu iri dengan Anggrek, dan motif mu itu sangat jelas, tidak ingin Ratu Anggrek melahirkan anak Raja Deon, bukankah seperti itu?" Tanya ibu Suri yang langsung menatap tajam mata selir Mey.
"Lalu mana buktinya?" Selir Mey berkelit
"Sudah banyak buktinya, cepat bawa selir Mey ke penjara, kurung dia disana sampai Raja Deon kembali..!" Perintah ibu Suri
Mendengar itu, selir Mey merasa tubuhnya lemas, ia ambruk dan memohon pada ibu Suri.
"Ibu Suri jangan lakukan ini padaku? Aku mohon..! Bukankah aku bertindak sejauh ini karena perlakuan tidak adil yang selama ini ibu Suri tunjukan?" Selir Mey memohon sambil menangis
"Jangan menyalahkan orang lain Mey.! Aku tidak adil? Bukankah kamu bukan keturunan bangsawan, jadi jangan mengharapkan lebih, menjadi seorang selir itu sudah menjadi keberuntungan buatmu, harusnya kamu pandai bersyukur, dan jangan merebut sesuatu yang memang bukan hak mu, apalagi dengan cara kotor, ingat itu..!" Ucap Ibu Suri lantang, ia sungguh meluapkan amarah yang terpendam pada selir Mey.
Selir Mey hanya menangis, ia tak mampu memohon lagi, ia menyadari kalau ia memang bukan keturunan bangsawan, dan seharusnya memang ia selalu mengingat hal itu, kini ia merasa justru takdirnya yang tidak adil, bahkan orang tua pun sekarang ia tak punya, seakan ia tak punya siapa-siapa yang mendukungnya, tak ada yang membelanya saat ia salah.
Rey dan pengawal lainnya membantu selir Mey berdiri dan membawanya masuk ke dalam kereta untuk dibawa menuju penjara istana.
Ibu Suri hanya melihat kepergian selir Mey dengan tatapan tak peduli, ia berencana menjenguk menantu kesayangannya.
__ADS_1
Ibu Suri akhirnya sampai di paviliun Ratu, ia mengubah ekspresi kejamnya pada selir Mey menjadi tatapan penuh cinta dan bibir yang ia tarik menunjukan senyuman terbaiknya, hari ini suasana hati ibu Suri berubah menjadi senang.
Saat melihat Ratu yang sedang bersantai di dekat taman, ibu Suri langsung menghampirinya.
"Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya ibu Suri
"Baik bu, aku sudah bisa berjalan normal dan sudah tidak sakit lagi."
"Hmm.. syukurlah, ini ibu bawakan cemilan manis dan juga buah-buahan asam untukmu."
"Terimakasih ibu, ibu sepertinya sedang bahagia?"
"Ibu selalu bahagia melihatmu, apalagi ada calon cucu yang membuat kebahagian itu bertambah, rasanya tidak sabar, kapan kau melahirkan?"
"Hahahaha.. perutku saja masih rata begini bu, tentu saja masih lama."
Ibu Suri sedikit cemberut dan berkata, " iya 9 bulan itu lama sekali, bahkan sehari saja serasa sebulan karena ibu terlalu menantikan bayi lucu Deon."
"Sabar bu..! Hehe"
"Ibu sudah menjebloskan selir Mey ke penjara, jadu kamu tidak usah khawatir lagi, tidak ada yang akan mencelakai kalian lagi, ya kan cucuku?" Ucao ibu Suri sambil mengelus perut Ratu.
"Benarkah? Lalu selir Mey mendapatkan hukuman apa bu?"
"Biarkan saja dulu dia disana, karena Deon yang berhak mengambil keputusan, ibu berharap Deon tidak akan melepaskannya, jangan sampai hati Deon luluh olehnya!"
"Tentu bu, bukankah yang berbuat jahat pasti mendapatkan hukuman, ibu jangan terlalu khawatir..!"
"Iya, sebaiknya kita makan saja, ibu mulai kesal kalau membahas Mey."
Mereka Pun akhirnya menikmati siang hari dengan bersantai dan menikmati cemilan yang dibawa ibu Suri. Sani yang mendengar kabar itu, ia merasa lega karena akhirnya selir jahat itu tertangkap.
Saat kabar itu terdengar oleh Rizad, ia mulai mencemaskan wanita yang ia cintai itu.
"Aku harus menyelamatkan Mey." Ucapnya lalu bergegas pergi.
Bersambung…
kepoin novel kak Oktavia yu readers..! sambil menunggu bab baru up :)
__ADS_1