Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Kemarahan Aldi


__ADS_3

Hanna mencoba menelepon Gita, namun tidak ada jawaban, karena Gita sedang berkendara menggunakan motor maticnya.


Lalu Hanna mencoba menelepon Angga, ternyata Angga berhasil dihubungi, Angga menjelaskan pada ibunya itu jika dia sedang membantu mencari sepupu Reza yang kabur.


"Memangnya sepupu Reza berapa umurnya , 5 tahun? Ko bisa hilang?" Hanna


"Emm.. umurnya sekitar 20 tahun mah." Angga


"Itu sih udah besar, bukan kabur, mungkin lagi main aja itu kan udah dewasa." Hanna


"Pokoknya kabur mah, Angga mau cari dulu ya, takut dia kenapa-kenapa." Angga


"Ya udah, kamu hati-hati dijalannya, terus jagain Gita juga, dia tadi nyusul kamu loh pake motor lagi..!." Hanna


"Kalau Gita sih bisa jaga diri sendiri mah, ada jiga Angga yang dijagain dia. Hehe.." Angga


"Haha.. benar juga ya, ya udah mamah tutup teleponnya ya? Assalamualaikum." Hanna


"Iya mah, waalaikumsalam." Angga


Kemana Gita mencari Kirana? Apa mungkin daerah sekitar rumah sakit? Pikir Angga


Dia kembali memperhatikan jalanan sekitar, berharap bisa melihat gadis itu. Menemukannya dan membawanya kembali.


Gita pergi dengan motornya dengan alasan agar lebih mudah masuk ke jalanan kecil, hari mulai gelap, sebentar lagi adzan magrib, Gita hampir menyerah, namun dia melihat wanita sedang duduk di Pos Ronda sendirian.


Apa mungkin itu Kirana? Pikir Gita


Dia melajukan motornya mendekati gadis itu, melihatnya lebih dekat, dan benar saja itu Kirana, Gita dengan segera menghentikan motor itu di depan Kirana, membuka helm nya.


"Kirana?." Gita


"Kak Gita, kakak ngapain disini?." Kirana


"Nyariin kamu lah, kamu ngilang gitu aja. Semua orang merasa khawatir." Gita


"Tapi aku tidak pantas mendapatkan semua perhatian kalian, aku tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kak Reza, bahkan aku adalah sumber rasa sakit mamah Jani." Ucap Kirana sambil menundukkan kepalanya. Air matanya juga menetes tak tertahankan.


Gita tidak mengerti dengan apa yang diucapkan gadis itu, namun sebisa mungkin ia menenangkan Kirana, merangkulnya, lalu memeluknya dan menepuk-nepuk pundaknya agar ia lebih tenang.


"Pulang yuk..! Udah gelap nih, apa kamu mau tidur disini?" Gita


"Tapi aku tidak punya tujuan kak?." Kirana


Dia ngomong apa sih, kok gue gak paham ya? Gue yang loading apa gimana sih? Apa dia yang mulai ngaco? Pikir Gita

__ADS_1


Saat Kirana melepaskan pelukan Gita dan menatap ke arah Gita, Kirana yang tadinya menangis kinu dia berusaha menahan tawanya.


"Kamu kenapa? Tadi menangis, sekarang malah ketawa, mood kamu cepet banget berubah." Gita merasa heran


"Hehe.. aku heran aja kak, liat wajah kakak ko aneh, softlens nya dipakai sebelah aja, eyelinernya juga yang sebelah kanan kok bentuknya gitu?" Kirana


"Masa sih?." Gita


Dia menuju motornya dan melihat ke kaca spion,


"Astaga, kenapa bisa begini, untung aku hanya bertemu Kirana saja." Ucapnya pelan


"Hehe.. iya kan kak? Tenang aja aku bakal rahasia wajah kakak yang sekarang." Kirana


"Ok, kalau gitu kamu ikut pulang aja kerumah kakak dulu yuk?." Gita


"Beneran nih gapapa?." Kirana


"Iya." Gita


Akhirnya mereka pergi berboncengan, Kirana tidak punya pilihan lain, hari juga mulai gelap tapi yang pasti dia tidak mau kembali kerumah Jani.


Dia tidak mau bertemu papanya, yang pertama dia kini membenci sosok papanya itu, yang kedua dia terlalu malu jika tinggal bersama Jani, biarlah dia menumpang malam ini dirumah Gita, itu akan lebih baik menurutnya.


"Astaga aku lupa mah belum kasih tahu kak Angga." Gita


"Ya udah cepetan kamu telepon..! Kasian kan pasti lelah nyariin, khawatir juga pastinya." Hanna


"Iya mah, Gita telepon sekarang juga." Gita


Setelah selesai menelepon, mereka akhirnya makan bersama, kelihatannya juga Kirana sangat lemas. Sementara Nisa sudah pulang diantar supir keluarga.


"Gak usah malu-malu Kirana, ayo.. kita makan bersama..!" Gita


Gadis itu yang memang sedang merasa lapar tapi sekaligus malu, menundukkan wajahnya, menolak secara halus, namun seketika perutnya berbunyi, tidak bisa menyembunyikan rasa laparnya itu.


"Tuh kan, ayo makan.. gak usah sungkan Kirana..!" Ajak Hanna yang mendengar suara perut Kirana.


Mereka akhirnya makan, Gita bahkan makan sampai 2 porsi, dia benar-benar melewatkan makan siangnya dan merasa lelah mencari kirana sore tadi.


Angga dan Reza datang bersamaan, raut wajah mereka terlihat begitu khawatir.


"Kirana? Kamu darimana saja, mamah nyariin kamu dari siang." Reza


"Maaf kak." Kirana

__ADS_1


Reza hanya mampir sebentar, lalu dia pulang karena Maya menyuruhnya pulang ingin menyampaikan sesuatu yang penting, sementara Kirana dibiarkan menginap di rumah Gita.


Sesampainya di rumah Reza diberitahu tentang semua rahasia Kirana, yang tentu saja Reza sudah tahu karena sempat menguping, dan Maya juga cerita kalau yang membocorkan rahasia ini pada Kirana adalah Meta.


"Anak itu, kenapa selalu bikin masalah." Keluh Reza


"Mamah juga tidak menyangka, dan tidak tahu darimana dia bisa tahu, bahkan kamu saja baru mamah kasih tahu." Maya


Ya.. Maya menyempatkan datang menemui Jani, mencari tahu penyebab kirana kabur, namun Maya tidak menyangka jika Meta mengetahui hal ini bahkan menghina kirana. Maya sudah berusaha memberi waktu pada Jani agar memberitahu Kirana secara langsung, namun sayang didahului Meta dan membuat keadaan semakin kacau.


***


Keesokan harinya, saat Reza dan keluarga sedang sarapan, tiba-tiba terdengar suara orang berteriak dari luar.


"Mbak Maya… mbak Maya.." Aldi


Siapa pagi-pagi begini bikin rusuh? pikir Reza


Aldi masuk tanpa permisi, dia menyalahkan Maya atas perginya kirana, padahal Maya tidak tahu menahu.


"Ada apa? Tidak usah teriak-teriak di rumahku!" Sanjaya


"Ajari istrimu itu, jangan suka mencampuri urusan rumah tangga orang..!" Aldi


"Jaga ucapanmu, harusnya aku yang marah padamu karena memperlakukan adik ku seperti itu!" Sanjaya


"Kemari kau, biar ku hajar sampai tidak bisa bangun lagi!." Sanjaya emosi


Sepertinya Aldi tidak tahu jika Meta lah yang membocorkan rahasianya. Meski begitu cepat atau lambat bukankah rahasia itu harus dibongkar?


Reza mencoba menenangkan ayahnya itu.


"Sudah pah, jangan emosi, ingat darah tinggi papah..!" Reza


"Iya pah, biarkan saja dia..!" Bujuk Maya


"Dengar ya Aldi, bukan aku yang membocorkan rahasia kamu, tanya saja pada Jani..!" Ucap Maya pada Aldi.


"Lalu kalau bukan mba, siapa lagi hah?." Tanya Aldi dengan emosi


"Mau kau simpan sampai kapanpun, rahasia itu pasti ketahuan, tidak peduli siapa yang memberitahunya dan Kirana pasti akan berbalik membencimu, makanya sebelum berbuat sesuatu itu dipikir dulu Aldi..!" Sanjaya


Aldi merasa terpancing emosi, dia berjalan menghampiri Sanjaya. Seakan ingin melayangkan pukulannya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2