Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Naik Motor


__ADS_3

Kirana tidur sendirian dikamar tamu, malam ini entah mengapa dirinya merasa gelisah.


Tubuhnya berguling-guling di kasur, namun tidak menemukan posisi yang nyaman.


"Kenapa aku tidak bisa tidur?." Ucap Kirana pelan


Apakah aku harus minum susu hangat sebelum tidur? Pikirnya.


Kirana melangkahkan kakinya menuju dapur, mencari susu coklat yang bisa diseduh.


Setelah minum susu hangat itu, Kirana kembali ke kamarnya.


Kenapa lampunya mati? Jadi gelap begini. Batin Kirana


Dia berjalan mencari saklar lampu, namun saat ia berjalan menyusuri dinding, tiba-tiba ada yang membekap mulutnya, dia merasa mengantuk, matanya terpejam begitu saja tanpa sempat melihat siapa yang membekapnya itu.


Kirana tidak sadarkan diri dan dibawa pergi oleh orang itu, keluar melalui jendela kamar yang besar, satpam di rumah Gita juga mendadak mereka kompak tidur dengan lelapnya.


***


Saat pagi tiba, mereka baru menyadari jika Kirana tidak ada dikamarnya.


"Kirana kok gak ada di kamarnya ya?" Hanna


"Mungkin di kamar mandi mah." Gita


"Gak ada Git." Ucap Hanna panik.


"Mungkin di taman, dia kan suka tuh nyiram bunga, liatin bunga, bahkan ngobrol sama bunga." Ucap Gita cuek, dia sedang sarapan pagi.


"Kamu sampai tahu kalau dia suka ngobrol sama bunga? Hehe…" Baskoro


"Iya pah, kan Gita denger sendiri pah." Gita


Angga baru datang dan bergabung sarapan, "Kirana mana Git?."


"Cie.. cie yang nyariin." Goda Gita


"Hmm.. cuma nanyain aja kok, kakak udah telat  nih, sarapan di kantor aja ya, bye.." Angga


Angga menghampiri Baskoro lalu berpamitan, dia juga pergi ke belakang untuk mencari ibunya untuk berpamitan juga.


"Angga.. Kirana gak ada, bagaimana ini?." Hanna


"Mungkin disuatu tempat mah, gak mungkin hilang kan?, aku berangkat kerja dulu ya mah?" Angga


"Iya , hati-hati." Hanna


***


Gita hari ini pergi ke kampus bersama Reza, tidak perlu menunggu lama, Reza sudah siap di depan gerbang rumahnya.

__ADS_1


Hari ini mereka menaiki motor, sesuai permintaan Gita, pria itu meninggalkan mobilnya dibagasi dan membawa motor baru.


"Akhirnya naik motor juga. Hehe.." Gita


"Ini kan yang kamu mau? Pasti biar bisa mepet-mepet ya sama aku? Hehe" Goda Reza


"Hmm.. gak gitu juga, aku mau aja dibonceng sama kamu, bosen tahu naik mobil mulu." Ucap Gita, memang gadis itu dari dulu lebih suka menggunakan motor.


"Ya sudah, ayo berangkat..! Pegangan, yang erat ok..!" Angga mengingatkan.


"Hmm.. iya iya, kalau gak pegangan nanti aku jatuh." Gita


Mereka untuk kali pertama pergi berboncengan dengan menggunakan motor, pakaian Gita hari ini pun menyesuaikan, dia memakai celana jeans panjang.


Karena untuk pertama kalinya Reza memakai motor, semua orang juga tampak memperhatikan Reza.


"Makin keren aja ya kak Reza kalau pake motor gede gitu?" Wina


"Iya yah, sayang udah punya gandengan." Ina


"Hmm, kalau kamu mau kan bisa dipepet lagi, baru juga tunangan, janur kuningnya belum melengkung tuh..!hehe.." Wina 


"Gak lah, gue gak mah cari gara-gara." Ina


Gue gak berani gangguin keluarga Baskoro lagi, bisa-bisa papah menghukum gue lagi, dan yang lebih parah gimana kalau papah gue dipecat. Pikirnya


Semakin hari Gaya berpakaian Gita semakin stylish, dia juga belajar berdandan akhir-akhir ini dengan ibunya, membuat dia bisa berdandan sendiri, meski baru pemula, wajahnya berbeda dari biasanya yang polos tanpa apapun.


"Tumben lo tadi naik motor? Gue sempet lihat lo tadi." Nisa


"Kenapa gak nungguin gue?." Gita


"Males ah, kalian kan masih ngobrol." Nisa


"Gue dari dulu kan suka naik motor. Jadi gue request aja. Hehehe." Gita


"Dan Reza mau? Keren…" Puji Nisa


Mereka mengobrol dipagi hari, bahkan Nisa mengajak Gita bergosip. Gadis itu memang selalu saja ada topik pembicaraan.


***


Angga yang baru sampai di kantornya, dia langsung bekerja, langsung bergelut dengan dokumen-dokumennya.


Satu jam berlalu, matanya sedikit lelah, dia memesan makanan, dan teh. Karena dia melewatkan sarapan paginya hari ini.


"Jangan sampai magh ku kambuh..!" Ucap Angga pelan.


15 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu, pak Surya memberitahu jika ada tamu yang datang dari salah satu perusahaan yang akan menjalin kerjasama.


Saat pintu itu terbuka, ternyata pak Damar yang datang, dia merupakan pemimpin PT Sejahtera yang sudah terlebih dahulu mendapatkan kesepakatan kerjasama.

__ADS_1


"Selamat pagi pak Angga." Pak Danar


"Iya pagi." Angga


"Saya ingin memberikan proposal tentang kerjasama kita." Pak Damar


Angga mengambil proposal itu, mulai membacanya sedikit demi sedikit.


Apa aku kerjain balik ya pak Damar ini? Bukankah dia kemarin sudah membuatku bermain catur hampir seharian, sampai pant@tku terasa panas. Pikir Angga


"Emm.. sepertinya proposal ini harus diperbaiki pak, harus lebih jelas keuntungan di antara kedua belah pihak..!" Angga


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu." Pak Damar


Bukankah ini sudah sangat jelas? Pikir Damar


Namun karena ini kesempatan emas bisa bekerjasama dengan perusahaan Baskoro, dia memilih kembali dan merevisinya.


Sementara Angga yang berada di dalam ruangan, dia hanya senyum-senyum sendirian. Menikmati paginya yang begitu menyenangkan.


Pak Surya datang menemui Bos mudanya itu.


"Ada apa pak Surya?." Angga


"Bukankah sebelumnya anda sudah menyetujui kerjasama itu dan tidak ada kesalahan?" Tanya Surya yang merasa heran, karena dia tahu dari pak Damar yang kembali lagi untuk merevisi proposalnya.


"Oh itu, aku hanya menemukan sedikit kesalahan, perlu perbaikan sedikit saja, aku pasti menyetujuinya kok." Angga


Bukankah aku juga sempat memeriksanya kemarin? Proposal itu sudah sangat jelas dan dapat dipahami. Pikir Surya


Namun Surya tidak mau bertanya lebih lanjut, dia juga tidak meragukan kemampuan Angga selama ini, jadi pasti dirinya yang kurang teliti.


Surya pun pergi dari ruangan itu dengan wajah yang masih seperti orang bingung, namun Angga terus saja tersenyum, membayangkan wajah bingungnya pak Damar.


Hingga satu panggilan telepon dari bu Hanna yang membuat senyumnya hilang.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Hanna dengan sedikit panik


"waalaikumsalam, ada apa mah ko suara mamah seperti panik ?" Angga


"Gini Angga, Kirana tadi pagi kan gak ada, mamah kira ada dikamar mandi, atau lagi dimana gitu, tapi ko sampai sekarang gak ada ya? dicari juga gak ada, mamah harus gimana?" Hanna


"Apa? Kirana sampai sekarang tidak ada? Apa dia kabur lagi mah?." Angga


"Mamah juga gak tahu, sepertinya dari semalam dia pergi." Hanna


"Ok, coba cek dulu CCTV nya mah, nanti kabari Angha lagi, angga masih ada kerjaan mah, mamah tenang dulu ya..! mudah-mudahan sih pergi dengan keinginannya sendiri mah." Angga


"Iya, mamah cek dulu ya? Assalamu'alaikum" Hana


"waalaikumsalam.." Angga

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2