Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Gugup


__ADS_3

"Ya sudah untuk malam ini saja ya..! Kamu kan bisa menginap di rumah kakakmu, kalau nginap disini jaraknya lumayan jauh." Ucap Maya yang terpaksa mengijinkan Meta menginap, bukannya tidak boleh hanya saja besok adalah acara penting, dia takut Meta melakukan hal yang aneh.


"Aku gak suka nginep disana tante, kak Dewi nyebelin, suka maksa-maksa buat beberes rumah lah, masak lah." Meta


"Hmm.. itu kan sama aja kamu belajar biar nanti kalau sudah menikah bisa melayani suami kamu Meta, kamu ini.. ayo masuk diluar dingin..!"


"Kan banyak pelayan tante, hehe.. Iya tante ayo." Meta


Asyik, gue bisa nginep hari ini disini. Pikir Meta


Sebenarnya orang tua Meta tidak kemana-mana, itu hanya alasan Meta saja biar bisa menginap disana. Apalagi besok adalah hari yang penting buat Reza, gadis itu ingin ikut serta dalam acara itu. Tentu saja untuk mengacaukan semuanya.


***


Pagi hari telah tiba, Reza begitu bersemangat, dia bolak-balik menghampiri cermin besar dikamarnya.


"Apa sudah bagus?" Ucap Reza, dia membalikkan badannya. Namun ia kembali menghadap cermin.


"Apa wajahku tidak kelihatan kurang tidur?" Ucap Reza sambil memegang pipinya, dan melihat matanya dengan jelas di cermin, dia takut jika memiliki mata panda hari ini.


Semalaman Reza tidak bisa tidur nyenyak, terus saja terbangun selama beberapa kali, dia merasa gugup dengan acara pertunangannya.


Maya dan Sanjaya pun sudah siap, mereka sangat serasi memakai baju couple.


Meta juga ikut bersiap-siap, dia tidak mau ditinggal pergi.


Tok


Tok


Tok


"Za, kamu udah siap belum? Ayo kita pergi..!" Maya


"Sebentar mah." Teriak Reza


Reza masih menatap cermin itu, dia berpikir apakah perlu dia mengganti bajunya, dia merasa bajunya kurang sempurna. Namun dia tidak ingin terlambat, akhirnya dia keluar kamar menemui semua orang yang telah menunggunya.


"Kaya manten aja deh, lama.." Maya


"Hehe.. Reza grogi mah, Reza udah ganteng belum?." Reza


"Bukannya dari dulu kamu udah ganteng, masa cantik sih?." Maya


"Mamah, bukan itu maksud Reza, penampilan Reza udah ok belum?." Reza


"Ok ok, ayo..!"


Kak Reza, kenapa dia gak pernah menganggapku ada? Apa aku tidak cantik? Ah bukan, bahkan aku sangat cantik. Pikir Meta


Mereka pergi dengan satu mobil yang sama, Meta duduk di kursi belakang bersama Reza.


Meta terus menggeser posisi duduknya, dia sengaja ingin berdekatan dengan Reza.


"Kak.. kakak gugup?" Meta


"Iya.. tangan gue ampe dingin gini." Reza

__ADS_1


"Coba aku cek, hmm.. bener tangan kak Reza dingin, selowin aja kak ini kan baru tunangan bukan nikahan." Meta


"Iya Za, kamu kan sudah biasa menjadi tontonan orang saat rapat." Sanjaya


"Ini beda pah." Reza kesal karena semua orang tidak memahami keadaan dirinya.


"Hehehehe.. papah juga sama waktu ijab qobul, wajah papah pias banget." Maya


"Haha.. tuh kan papah lebih parah dari aku." Reza


"Itu ijab qobul Za, sakral , itu beda lagi dari tunangan." Sanjaya.


"Anak sama bapak, sama aja." Maya


"Beda mah." Ucap Sanjaya dan Reza kompak.


***


Keadaan di rumah Gita tidak jauh berbeda, mereka sibuk dengan penampilan masing-masing.


Baskoro juga akan hadir hari ini meski masih duduk di kursi roda, keadaanya memang membaik setiap harinya, bahkan dia melakukan terapi berjalan, namun belum bisa berjalan seperti biasanya.


Hanna begitu sibuk, dia melihat anaknya, menggeser tubuh Gita ke kanan dan ke kiri.


"Aduh apa ya yang kurang Git?." Hanna


"Gita rasa sudah cukup mah, mau dipakein apa lagi sih?" Gita


"Hmm.. sudah cantik, tapi mamah ngerasa ada yang kurang aja." Hanna


"Iya iya, yang penting kita cepetan pergi, nanti telat mah." Gita


Setelah selesai mereka bergegas menuju ruang tamu menemui Angga dan Baskoro yang lama menunggu.


"Kalian habis ngapain mah, semedi? Lama bener." Baskoro


"Ih papah kayak gak tahu aja kalau cewek dandan itu lama." Hanna


"Iya jelas lama kalau pakai bedak sekilo, hehe." Baskoro


"Hahaha.. bener pah, ampun deh.. untung Angga terlahir menjadi laki-laki, gak ribet." Angga


Mereka Pun akhirnya pergi menuju lokasi tujuan, sepanjang jalan Gita tidak bisa duduk diam karena gugup, membuat Hanna menenangkan anak gadisnya itu.


"Git, ini hanya acara tunangan, kamu gak usah gugup ya..!" Hanna


"Iya mah." Gita


Mau tunangan, mau nikahan, tetep aja gue tegang. Pikir Gita


Akhirnya mereka sampai disana, tamu undangan pun baru datang beberapa orang saja, sementara kartu undangan yang disebar mencapai 2000 undangan.


Mereka sengaja datang satu jam sebelum acara dimulai, Gita menunggu acara itu dimulai di ruangan khusus, dia mencoba menghilangkan rasa gugupnya dengan mendengarkan musik di handphone nya melalui headset.


Lumayan lah bikin gue rileks dikit. Batin Gita


Keluarga Reza datang 7 menit setelah keluarga Gita, karena sudah ada beberapa kolega Pak Surya, membuat mereka sibuk berbincang terlebih dahulu sekedar menyambut dengan sapaan.

__ADS_1


Meta melihat sekeliling gedung megah itu, dia begitu iri dengan acara pertunangan yang diadakan semegah ini, terlebih Reza yang akan bertunangan hari ini.


Meta menyusuri semua area gedung bagian depan tapi tidak menemukan seseorang yang dicarinya.


Namun dia tidak kehabisan akal dengan rencana-rencana jahatnya, dia tidak rela jika Reza bertunangan dengan wanita lain.


Dia mulai bertanya dan mendapat info dimana keberadaan Gita.


***


"Git, kamu masih mau disini?." Tanya Hanna, karena ibu itu akan segera pergi ke gedung bagian depan yang terdengar mulai ramai.


"Iya mah, lagipula acaranya masih setengah jam lagi kan, baru juga pembukaan." Jawab Gita, dia masih perlu waktu untuk menenangkan dirinya.


"Ya udah, tapi kamu jangan kemana-mana dan nanti nyusul ke depan ya..!" Ucap Hanna


"Iya mah, ok." Ucap Gita


Gita melanjutkan mendengarkan musiknya, dia bahkan menarik nafas dalam dan panjang agar dia benar-benar siap menghadapi banyak orang.


"Aduh... kapan sih rasa gugup ini hilang? apa gue bisa melakukannya tanpa kesalahan? gue gak mau lah kalau malu-maluin didepan banyak orang." ucap Gita


Tok


Tok


Tok


"Gita ayo..!" Angga


"Bentar lagi kak, nanggung nih beresin satu lagu ini aja." Gita


"Ok, buruan..!" Angga


"Iya bawel.." Gita


Angga pun pergi dan menutup pintunya lagi.


Tok


Tok


Tok


Siapa lagi sih? Pikirnya


"Permisi, ini non jus segar, biar non gak gugup, biar enak aja." Salah satu pelayan yang menangani acara itu.


"Iya, makasih mba." Gita


Paling mamah nih yang ngasih, ini kan jus kesukaan gue. Pikir Gita


Dia tanpa ragu meminum jus itu, hingga dimana matanya mulai terasa berat.


kenapa gue tiba-tiba mengantuk? apa jangan-jangan minuman itu ada sesuatunya? astaga gue ceroboh sekali. pikir Gita


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2