Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 46 Ibu Suri bertindak


__ADS_3

Akhirnya semua mayat-mayat para pengkhianat itu telah dikuburkan, dan seseorang memperhatikan pemakaman itu dari tempat tersembunyi, lalu ia pergi.


"Sepertinya mereka semua telah mat*"


"Benarkah? Kerja bagus, jika kau tidak ingin berakhir seperti mereka, maka bekerjalah dengan baik!"


"Baik tuan."


"Sebaiknya kita jangan bertindak dulu, biarkan kondisinya membaik terlebih dahulu, aku tidak ingin bertindak gegabah, dan untuk saat ini kau cukup memantau kegiatan mereka saja.!"


"Baik, saya permisi."


"Aku harus kehilangan orang-orangku lagi, tapi tidak apa, lebih baik aku mengorbankan mereka daripada aku yang tertangkap, lagipula bukankah salah mereka yang bertindak tanpa memberitahuku terlebih dahulu, hmm.. aku harus memikirkan cara lain karena aku juga tidak ingin dibuang oleh bos besar." Pikirnya


* *


Selir Mey yang mengalami kegagalan rencananya itu, ia seakan merasa frustasi, ia mencurahkan isi hatinya pada Rizad. Pengawal pribadinya itu berusaha menjadi pendengar yang baik, mendukungnya walau menurutnya apa yang dilakukan selir Mey itu salah.


"Mengapa kau melangkah sejauh ini, aku lebih suka Mey yang dulu, yang ceria dan tidak licik seperti ini, kenapa kau tidak pernah menoleh padaku yang selalu ada disampingmu? Aku akan memberikanmu kebahagian, menjadikanmu satu-satunya dan kau tak perlu mengambil resiko dengan menyingkirkan Ratu, sesimpel itu tapi cintamu pada Raja yang menghalangiku." Gumam Rizad dalam hatinya sambil melihat wajah selir Mey yang sedih.


Karena Rizad mempunyai tugas lain, ia pamit pergi sebentar pada selir Mey, selir hanya mengangguk. Setelah Rizad pergi, selir Mey merasa kesepian lagi, ia meminta pelayan untuk membawa minuman arak untuk menghilangkan frustasinya itu.


Ketika Rizad selesai dengan urusannya itu, Rizad kembali menemui selir Mey, saat dia sampai di kamar selir, ia mendengar suara orang bernyanyi di kamar selir Mey, karena ia tahu pasti selir sedang mabuk, ia menyuruh para pelayan pergi dengan alasan takut selir Mey mengamuk lagi.


"Astaga, lihatlah dirimu..! Penampilanmu sungguh kacau sekali, jangan bersedih untuk orang yang sama sekali tidak peduli padamu Mey..!" Ucap Rizad


"Kamu benar dia sudah tidak peduli padaku, mungkin aku sudah tidak menarik baginya. Lihatlah..! Apakah aku tidak secantik dulu? Lalu lihatlah tubuhku..!" Ucap selir Mey sambil menangis ia menyeret Rizad masuk ke kamarnya lalu mendorongnya ke atas Ranjang.

__ADS_1


Selir Mey benar-benar mabuk, ia memandangi wajahnya di cermin seakan memastikan bahwa ia masih terlihat cantik, lalu ia beralih memandangi Rizad, perlahan membuka bajunya sambil bertanya dengan nada menggoda "lihatlah..! Bukankah tubuhku masih bagus dan menggoda?"


"Hentikan Mey, kau ini benar-benar mabuk!" Ucap Rizad sambil mengambil selimut dan berusaha menutupi tubuh Mey yang setengah polos.


Tetapi selir Mey menepisnya, membuang selimut itu ke sembarang arah, selir Mey membuka seluruh bajunya hingga ia benar-benar polos, membuat Rizad tak berkedip memandanginya, Rizad kehilangan akal sehatnya. Dan terjadilah sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.


Saat kegiatan itu selesai Rizad memandangi selir Mey ia merasa bingung, lalu ia bergegas segera pergi dari sana meninggalkan Selir Mey yang masih mabuk dan meringkuk di ranjangnya.


* *


Rey melapor pada Ratu jika pelaku kemarin sudah tertangkap.


"Lalu, harus saya apakan dia yang mulia?"


"Biarkan saja dulu, lagipula kakiku masih terasa sakit, mungkin besok pagi aku akan kesana. Sekarang lebih baik kamu laporkan masalah ini pada ibu Suri, biarkan ibu Suri yang mengambil keputusan..!"


"Baik yang mulia."


Setelah melapor, ternyata ibu Suri begitu antusias, maka sore itu juga ibu Suri pergi menuju tempat dimana pelayan itu disekap.


"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya ibu Suri, Tapi pelayan itu hanya menunduk tidak ingin menjawab pertanyaan ibu Suri.


"Cepat jawab! Aku tahu kau diancam oleh bosmu itu, tapi apa kau tidak takut jika aku menghukum mat* kamu?" Tanya ibu Suri dengan sedikit tersenyum licik


Saat pelayan melihat senyuman ibu Suri itu, ia bergidik ngeri. Pelayan itu merasa ditangan manapun ia pada akhirnya akan mat*. "Haruskah aku jujur? Lebih baik aku mat* sendirian, daripada keluargaku ikut celaka."


"Hmm.. jadi seperti itu, baiklah bagaimana kalau aku akan berusaha melindungi keluargamu karena mereka tidak bersalah, dengan syarat kamu memberitahuku siapa dibalik semua ini, dan kamu akan mendapat hukuman lebih ringan?"

__ADS_1


Seketika pelayan tadi berubah ekspresi, ia sedikit mendapat harapan, meski ia tetap dihukum tapi ini lebih baik daripada ia mat* sia-sia. "Baiklah ibu Suri, asalkan ibu Suri berjanji untuk melindungi keluargaku dari ancamannya..!"


"Tenang saja, aku akan menepati janjiku." Ucap ibu Suri berusaha meyakinkan pelayan itu.


"Selir Mey yang menyuruhku, ia mengancam akan mencelakai keluargaku jika aku tidak membantunya." Jawab pelayan itu pelan sambil menundukan wajahnya


"Sudah kuduga." Jawab ibu Suri


"Rey, biarkan dia disini dulu.. dan kirim beberapa pengawal handal untuk mengawal keluarganya..! Besok kita akan menyelesaikan si Mey itu."


Ibu Suri pun beranjak pergi dari sana, ia merasa puas karena bisa mendapatkan celah untuk menyingkirkan menantu yang tidak diharapkannya itu.


* *


Ketika pagi hari tiba selir Mey mulai sadar, tubuhnya kini terasa dingin karena angin di pagi hari dari arah jendela yang terbuka sejak kemarin ditambah tubuhnya yang tidak memakai baju.


Dia meringkuk kembali dan menarik selimut yang melorot, saat ia membuka matanya, ia heran dengan penampilan polosnya itu. Sejenak ia berpikir, memungut serpihan-serpihan kecil ingatannya itu.


"Astaga apa yang telah aku lakukan?, tidak…." Selir Mey berteriak menyesali apa yang ia lakukan.


"Tenanglah Mey tenang, tidak akan ada yang tahu masalah ini. Lagi pula para pelayan pasti sudah pergi ketika melihat ku mabuk berat, jika aku hamil pun aku akan mengatakan jika ini anak Deon, tenang Mey Tenangkan dirimu..!" Gumamnya dalam hati 


Tiba-tiba terdengar langkah kaki, "Ibu Suri datang berkunjung menghadap selir.." ucap pelayan dengan sedikit keras untuk memberitahu jika ada ibu Suri di luar kamarnya.


"Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang?" Ucap selir Mey


Bersambung...

__ADS_1


Rekomendasi novel untuk kalian, yu kepoin sambil menunggu bab baru up..! :)



__ADS_2