Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 67 Terasa geli


__ADS_3

Tabib istana datang dengan tergesa-gesa, dia langsung menanyakan bagian mana yang sakit, dan apa keluhan yang Ratu rasakan.


"Aku sepertinya makan terlalu kenyang, perutku begah sekali, bahkan terasa sakit. Dan tiba-tiba ada yang bergerak di dalam perutku, apakah aku salah makan? Periksalah tabib."


Tabib itu merasa ada yang aneh, tapi dia tetap memeriksa keadaan sang Ratu, "syukurlah, semuanya baik-baik saja, bahkan denyut nadi yang mulia Ratu juga normal, dilihat dari banyaknya mangkuk kosong yang hamba lihat, sepertinya yang mulia memang terlalu banyak makan."


"Tapi, ini tidak biasa tabib, aku pernah mengalami kekenyangan dan perutku sakit, tapi ini ditambah ada yang bergerak-gerak dalam perutku, baru kali ini aku merasakannya, apakah ikan yang tadi aku makan kembali hidup dan berenang didalam?" Ucap Ratu


"Hahaha…" Tabib wanita itu tertawa, tiba-tiba ia menyadari telah menertawakan seorang Ratu.


"Maafkan hamba yang mulia, yang telah lancang ini..!" Tabib itu tertunduk merasa menyesal


"Tidak masalah, jadi sebenarnya aku sakit apa?"


"Hmm.. apakah gerakan itu masih terasa yang mulia?"


"Sudah tidak bergerak, hanya tadi saja."


"Kita tunggu dulu, sampai yang mulia merasakan gerakan itu lagi."


"Ini tabib, periksalah.. di dalam perutku mulai ada yang bergerak lagi..!"


Tabib wanita itu menghampiri sang Ratu, meletakkan tangan kanannya di atas perut sang Ratu, memang dia tidak bisa merasakan gerakan itu, tapi kali ini dia yakin itu hanya gerakan janin yang mulai membesar.

__ADS_1


"Sepertinya ini hanya gerakan dari janin yang mulia, bukankah kehamilan yang mulia sudah mau menginjak 5 bulan. Biasanya ibu yang sedang mengandung akan mulai merasakan gerakan sang calon bayi, ini akan terasa di dalam perut saja, hamba tidak dapat merasakannya dengan hanya memegang perut yang mulia."


"Benarkah?" Ratu sedikit meragukannya.


"Iya dan yang membuat sakit, hanya rasa begah karena terlalu banyak makan yang mulia."


"Iya ini salahku yang makan terlalu banyak, bukankah pemeriksaannya sudah selesai? Kembalilah, dan lanjutkanlah tidurmu..!"


"Baik yang mulia.."


Akhirnya tabib wanita itu pun pergi, dia pun meninggalkan sang Ratu dengan perasaan yang tenang karena Ratu memang dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah tabib wanita itu pergi, Ratu memang belum yakin dengan ucapan sang tabib, dia kembali bertanya kepada Sani.


"Sani menurutmu, benarkah jika ini hanya gerakan bayi?"


"Tapi memang ini sedikit menggelikan Sani, cobalah pegang..! Dia bergerak lagi. Hehe"


"Hmm.. saya tidak merasakan apapun, mungkin tabib itu benar jika hanya Ratu yang merasakannya."


"Ternyata anak ibu mulai tumbuh besar." Ucap Ratu sambil mengelus perutnya.


Setelah Rasa begah itu hilang, Ratu dan Sani melanjutkan tidurnya karena hari masih malam.

__ADS_1


***


Ketika pagi datang Raja begitu merasa senang, karena hari ini tugasnya telah selesai dan bisa kembali ke istana, dalam perjalanan pulang ia menyempatkan membeli beberapa cemilan, dia tahu bahwa Ratunya itu sangat suka ngemil dan selalu merasa lapar.


Dia juga membelikan beberapa pasang baju baru untuknya, karena ia sempat melihat beberapa baju yang bagus. Biasanya memang sudah ada penjahit khusus di istana, tapi kali ini dia ingin memberikan sesuatu oleh-oleh untuk Ratu yang akan dia ingat.


Sepanjang jalan Raja Deon tersenyum, begitu tak sabarnya ia ingin cepat sampai di istana, bahkan ia sudah bertanya berkali kali pada kusir yang membawa kereta kudanya, bertanya berapa lama lagi mereka akan sampai.


Setelah sampai, dia langsung menuju paviliun sang Ratu. Sesampainya disana ia melihat ibunya sedang berbincang dengan istrinya itu.


"Deon.. kamu sudah pulang?"


"Iya bu, baru saja sampai, ini sebagian oleh-oleh untuk ibu dan juga Anggrek." Ucap Deon sambil memberikan cemilan itu.


"Lalu bungkusan yang itu isinya apa? Coba ibu lihat."


"Ini, ini baju untuk Anggrek bu, ibu pasti tidak akan suka model bajunya."


"Hahaha… kau ini, kau pikir selera ibu selera orang tua, ibu juga suka baju model anak muda."


"Tapi bu.." Ucap Deon, ia berusaha memegang erat bungkusan yang ia bawa.


Tapi ibu Suri dengan paksa mengambilnya, lalu membukanya.

__ADS_1


"Astaga, kalau baju seperti ini sih buat Anggrek saja semuanya." Ucap ibu Suri sambil menahan tawa.


Bersambung…


__ADS_2