Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Wina Berulah Lagi


__ADS_3

Wanita itu langsung menaiki ranjang dari sisi ranjang yang berlawanan dengan Gita. Duduk disamping Reza dan bahkan memeluknya.


"Wah tubuh kak Reza panas sekali." Ucap Meta


"Menyingkirlah..!" Ucap Reza yang merasa risih melihat sepupunya itu bersikap manja.


"Kak Reza kasar sekali, aku udah baik loh jengukin kakak."


"Hmm, iya makasih." Ucap Reza singkat.


"Gue haus, Git tolong dong ambilin air minum..!"


Tapi saat Gita melangkah pergi untuk mengambil gelas yang berisi air yang tak jauh darinya, dihentikan oleh Meta, wanita itu mengambil alih merawat Reza.


Membuat Gita sedikit kesal.


Ya ampun, ini cewek siapanya Reza sih? Pacar yang kesekian kali ya?. Pikir Gita


Reza yang memperhatikan ekspresi Gita, membuatnya ingin melihat sejauh mana rasa kesal itu, apakah mendekati rasa cemburu?


Reza membiarkan Meta mengurusnya, mengompres dahi milik nya, menyuapinya dan meminum obat penurun demam yang diberikan dokter malam kemarin.


"Gue mau pulang ya Za." Ucap Gita yang tak tahan melihat sikap Meta yang terkesan lebay menurutnya.


"Jangan pulang dulu, temenin gue dong sampe siang aja!."


"Trus disini tugas gue apa? Gue juga gak ngapa-ngapain, disini udah ada pacar lo tuh yang ngurusin."


"Dia bukan pacar gue."


"Fans lo? Pokoknya siapapun dia, yang penting udah ada yang ngurusin lo, gue mau pulang, pamit sama tante Maya."


Enak aja gue disisni cuman jadi kambing conge. Pikir Gita


Gita pulang dengan perasaan kesal, entahlah dia merasa wanita tadi bersikap terlalu berlebihan, membuat matanya melihat adegan lebay, membuatnya muak.


Ya dia muak dengan sikapnya Meta? Atau dia muak karena melihat ada wanita yang begitu perhatian pada Reza?


Saat mobil yang ditumpangi Gita akan menuju rumah, dia membelokkannya ke arah cafe, mengajak temannya Nisa makan dan nongkrong sebentar.


Saat menunggu Nisa datang, tiba-tiba ada yang duduk di kursi sebelah Gita.


"Hai.. kamu masih inget sama aku?." Tanya pria itu.


"Hmm.. enggak." Jawab Gita singkat, dia datang sudah dengan perasaan kesal eh ditambah ada cowok gaje dateng, tambah kesel kan.


"Aku yang nolongin kamu di kampus kemarin, pas dikepung cewek-cewek senior."

__ADS_1


"Oh."


Ni cewek terlampau cuek banget, bakal susah nih naklukin dia. Pikir Denis


Tiba-tiba datang Wina yang sedikit mengenali Gita dengan penampilan barunya.


"Wah.. wah, ternyata diluar kampus dia dandan biar dapet mangsa cowok kaya, hahaha.." Ucap Wina, tapi Gita cuek malah fokus dengan minuman dan handphone nya.


"Selain miskin ni anak juga tuli kali ya." Ucap Wina mulai marah.


Ni si Wina ngerjain orang ko salah target gini, dia gak tau apa kalau bapaknya aja kerja jadi bawahannya keluarga Gita, tapi gue gak boleh ngomong yang sebenarnya, nanti Gita curiga lagi. Batin Denis


"Eh jadi cewek tuh jangan so cantik ya..!" Ucap Denis membela Gita.


Gita membiarkan Denis dan Wina bertengkar, dan saat mereka asyik berdebat, Gita pergi pindah ke meja pojok yang jauh disana.


Saat Wina menyadarinya, dia semakin marah dan menghampiri Gita dengan amarah menggebu-gebu.


Sementara Denis memilih pergi, dia mengira Gita sudah tidak ada disana.


Byurr… 


Baju Gita kini basah dengan tumpahan es kopi.


Keterlaluan ni anak. Pikir Gita


"Lo tuh ya udah gue baikin, gue mencoba menghindar, ternyata masih aja cari gara-gara." Ucap Gita


"Hey.. lo tau gak harga baju gue? Lo gak akan mampu bayar." Wina marah.


"Ya elah, berapa duit sih?." Ucap Gita mengejek.


Hingga dimana Wina memanggil kakaknya, kebetulan dia menejer di cafe itu, niat hati memepermalukan Gita.


Dia akan membuat Gita diusir dari cafe dengan tidak hormat dengan tatapan dari para pelanggan.


Mendengar keributan itu Tomi (kakak Wina) mencoba melerai, agar pertengkaran itu tidak berlanjut lebih menegangkan.


"Sudah-sudah, kamu apa-apaan sih dek, nyari ribut mulu."


"Bukan aku kak, tapi cewek miskin ini nih, dia udah melet kak Reza, aku jadi jauh sama kak Reza."


"Hahaha… lo masih percaya pelet-peletan?." Gita tertawa.


"Berisik lo, kalau enggak mana mau kak Reza sama lo."


"Yang jelas, gue bukan cewek manja, dan cewek biang rusuh, ngerepotin banyak orang."

__ADS_1


"Apa lo bilang?" Wina seakan ingin menampar Gita tapi langkahnya ditahan Tomi.


Tomi mencoba menenangkan adiknya yang ia tahu memang sifatnya seperti itu. Dia bahkan meminta maaf atas kelakuan adiknya itu.


Wina semakin marah saat kakaknya sendiri membela orang lain. Wina kembali menyiram Gita dengan air yang ada di depannya, kini tepat mengenai wajah Gita yang tak sempat menghindar, tepat pula seseorang melihatnya.


Sialan ni anak, apa gue habisin aja dia ya? Tahan Gita ..! Tahan..! Gumamnya.


Orang itu menghampiri Gita, langsung memberinya tisu bahkan memberi hormat.


"Non Gita.. siapa yang berani melakukan?." Tanya nya dengan tegas bahkan matanya beralih pandangan pada Tomi dan Wina.


Membuat Tomi bergetar ketakutan melihat Bos besarnya itu. Dia menunduk mulai mencerna apa yang sedang terjadi, lalu dia meminta Wina meminta maaf pada Gita.


Tapi Wina belum menyadari bahwa posisi kakaknya kini terancam.


"Gak mau kak, dia yang salah, dia yang ganjen sama kak Reza, kenapa aku harus minta maaf?."


"Minta maaf aja dek, apa susahnya sih!."


"Gak mau, ngapain kakak nyuruh aku ngerendah sama dia, dia itu cuma wanita miskin kak." Ucap Wina pada Gita, dia juga melihat penampilan Pak Surya yang terkesan biasa saja dalam berpakaian.


Ya.. hari ini Surya sedang izin tidak masuk kerja, dia berniat hanya makan dan minum di cafe ini dengan pakaian santai dan sederhana tentunya.


"Usir saja mereka kak sekalian, aku muak melihat wanita itu, sok kecakepan." Ucap Wina dengan keras, membuat Tomi semakin marah pada adiknya yang bod*h itu.


"Cepet dek minta maaf sekarang juga!" Ucap Tomi berbisik pada adiknya itu.


"Gak mau kak." Jawab Wina dengan lantang.


Gita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan wanita di depannya.


Manja, sombong, tidak punya sopan santun, lengkap sudah. Pikir Gita


Pak Surya hanya memperhatikan perdebatan adik, kakak itu. Dia ingin tahu sebatas mana Tomi berhasil membuat adiknya meminta maaf.


Dan sesombong apa wanita di depannya itu?


Sebelumnya Pak Surya mendapat pesan dari Angga menanyakan keberadaannya, ada keperluan mendesak yang tak bisa ditunda.


Angga pun datang ke cafe yang di share lok pak Surya, dia terkejut melihat adiknya dicaci maki.


Dengan segera dia menghampiri adiknya itu,


"Gita kamu kenapa? Baju kamu juga basah."


"Biasalah kak, ada orang yang sombong, maen siram-siram aja, iya kali Gita tanaman." Ucap Gita.

__ADS_1


Angga tak terima adiknya diperlakukan seperti itu, dia meminta Tomi memaksa adiknya meminta maaf bahkan berlutut di hadapan Gita.


Bersambung...


__ADS_2