Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 64 jalan-jalan


__ADS_3

Raja masih disibukkan dengan aktivitasnya, bahkan ia bertugas di luar istana, seharian tidak bertemu dengan Ratu Anggrek membuatnya dilanda rindu.


"Aku berharap tugasku cepat selesai." Keluh Raja


Saat Raja menuju tempatnya beristirahat, ada pengawal pribadinya melapor, membuat Raja mengurungkan niatnya untuk tidur.


"Ada apa?"


"Apakah yang mulia akan memeriksanya sendiri?"


"Hmm.. sepertinya aku akan pergi bersamamu, akan kuperiksa dan ku pastikan sendiri."


"Baiklah, mari yang mulia saya tunjukkan tempatnya."


Merekapun pergi dengan menunggangi kuda, setelah sekitar 10 menit akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.


Raja masuk ke sebuah bangunan yang sudah tak terpakai, hanya ada beberapa lampu dinding yang terpasang. Tibalah Raja di sebuah ruangan, saat ia mencoba membuka pintu.


"Sebentar yang mulia, apakah anda akan memperlihatkan diri anda yang sebenarnya?"


"Iya, tidak apa-apa, biar dia mau jujur padaku."


Saat ia masuk, ternyata Rizad dalam keadaan tidur di kursi dengan badan terikat.


"Bangun…!" Raja menepuk-nepuk pipi Rizad.


Saat Rizad membuka matanya, ia begitu kaget melihat Raja yang kini di hadapannya, dia merasa bingung kenapa bisa sang Raja menyekap dirinya. Lalu pengawal Raja membuka kain penutup mulut Rizad.


"Yang mulia.." Ucap Rizad


"Ternyata kamu yang bernama Rizad, bukankah selama ini kau sangat dekat dengan selir Mey?"


"Iya yang mulia, saya pengawal pribadinya."


"Bukan itu maksudku, apakah bayi di dalam kandungan Mey itu bayimu?"

__ADS_1


Deg..


Rizad begitu kaget bukan main, dia tidak menyangka Raja bisa mengetahuinya, dia kira selama ini Raja mengakui anak Mey itu.


"A-aku, ha-hanya pengawal pribadinya yang mulia, mana mungkin bisa begitu." Ucap Rizad dengan gugup


"Dari cara bicaramu.. sepertinya aku tau jawabanmu, aku hanya mau kau mengakui kalau itu anakmu disaat bayi itu lahir, maka aku akan membiarkanmu merawatnya, jika tidak.. aku akan mengambil anak itu dan tak akan kubiarkan kau melihatnya walau sekali saja."


"Yang mulia…" jawabnya sambil menunduk


"Lepaskan dia, biarkan dia memilih pilihannya sendiri..! Biarkan dia berpikir sampai saatnya tiba." Perintah Raja pada pengawalnya


**


Ratu sungguh menikmati hari ini, meski dia sedikit merindukan sang Raja.. tapi dia bisa menikmati kebebasannya, saat Raja ada disampingnya pasti dia akan mengomeli Ratu.


"Sayang.. jangan makan makanan pedas, kasian anak kita..!"


"Sayang.. jangan lari-lari, berjalanlah dengan pelan..!"


"Sayang.. cepatlah makan, kasian anak kita kelaparan..!"


Karena ini akhir pekan, maka Ratu pergi keluar istana, ia memakai baju sederhana dan melakukan penyamaran, begitu juga dengan Sani, Pangeran Ceng dan Rey.


Ratu berjalan begitu cepat, dia begitu antusias melihat banyak jajanan dan juga pernak pernik yang menarik, ia bahkan berhenti di beberapa kedai untuk mencoba makanan, Ratu hanya mencoba 2 sendok makanan lalu pergi, membuat Sani kewalahan.


"Ratu… pelan-pelan..!"


"Sudahlah kamu jangan ikut-ikutan cerewet seperti Deon..!" Ucap Ratu


"Sudahlah Sani biarkan saja dia, dia sedang bersenang-senang." Ucap Pangeran Ceng


Begitu banyak belanjaan yang dibawa Rey dan juga pangeran, tentu saja itu semua belanjaan sang Ratu. Sani yang melihatnya langsung merasa lemas.


"Kamu kenapa lemas sekali Sani? Lihatlah orang hamil saja masih bersemangat."

__ADS_1


"Bukan begitu pangeran, hanya saja…"


"Hanya saja apa?"


"Hanya saja Ratu tak memiliki uang, lalu Ratu memakai semua uangku, uang tabunganku dibawa olehnya dan sepertinya tak akan tersisa sedikitpun."


"Hahahahhaa… kau ini, mengingatkanku pada kejadian waktu dulu, aku pun mengalaminya, memang ada ya Ratu yang miskin? Hahaha" Ucap Pangeran dengan nada pelan karena takut Ratu mendengarnya


Sani mulai berpikir, membenarkan perkataan Pangeran, bukankah aneh jika Ratu tidak memiliki uang, keluarganya dari keluarga bangsawan, suaminya seorang Raja, aneh sekali, tapi ia berharap Uang nya akan diganti oleh sang Ratu.


Pangeran memperhatikan Sani yang seolah tau apa yang dipikirkan Sani,


"Tenang saja jika Ratu tidak mengganti uangmu, biar aku yang menggantinya."


Sani hanya mengangguk dan tersenyum, ia tampak begitu senang.


"Habiskan saja semua uangku Ratu, aku akan merasa senang, biar aku bisa menerima uang dari pangeran, akan ku anggap itu nafkah pertama untukku, ah senangnya..Hehehehe… biarkan aku merasa senang untuk sesaat." Gumam Sani dalam hati.


Sani menghampiri Ratu dan menunjukkan semua barang yang bagus, kini Sani lebih bersemangat menghabiskan uangnya. Wkwkwkwk..


Setelah selesai berkeliling, bahkan mereka menyempatkan pergi melihat air terjun, kini mereka merasakan tubuh mereka butuh kasur yang empuk, kaki mereka juga pegal.


Ratu pulang menggunakan kereta kuda dengan diikuti Rey dan pangeran dengan kudanya.


Sesampainya di istana, mereka mengambil jalur belakang dan melewati gerbang istana belakang.


Ratu sempat diberikan surat izin keluar oleh Raja atas satu syarat yang sempat Ratu minta, maka Ratu masuk dengan santainya, pengawal pun membiarkan mereka masuk.


Sesampainya di paviliun, Ratu merasa ingin mandi air hangat dan merasakan pijatan dari beberapa pelayan.


Tapi alangkah terkejutnya saat ia melihat seseorang yang sudah menunggunya di kamar.


"Dari mana saja selama seharian penuh?, bahkan aku menunggumu sampai bosan begini."


Bersambung...

__ADS_1


kepoin novel aku yang ke 2 yu.. sambil nunggu bab baru up



__ADS_2