
Apa yang Reza dengar membuatnya merasa khawatir, dia berpikir jika dia harus lebih menjaga pacarnya itu, sedikit menjauhkannya dari kak Angga.
"Eh tante, kebetulan sekali kita bertemu disini?" Tanya Angga
"Iya ya, kebetulan sekali ada yang ingin melepaskan rindu." Maya
Seketika Gita melepaskan tangannya dari lengan kakaknya itu. Dia merasa tak enak masih bersikap manja pada Angga.
Padahal memang dia begitu pada Angga saja, jika diluar rumah dia akan menjadi sosok yang kuat, cuek, dan dingin.
Bahkan kepada Reza saja Gita belum bisa nyaman bersikap manja, masih ada rasa canggung.
Reza segera menggeser Angga, dia kini berada di tengah-tengah mereka, memisahkan mereka dengan aktingnya.
"Aduh, kamu apa-apaan Za, main geser gitu aja, biasa aja kali Za, pelan-pelan kan bisa..!" Angga
"Terlalu bersemangat, sorry gak sengaja. Hehe." Reza
Bu Maya yang melihat itu dia sekuat tenaga menahan tawanya, betapa lucunya anaknya sekarang, begitu kekanak-kanakkan dan posesif.
Begitu mudahnya Reza diprovokasi olehnya, Maya membiarkan anaknya itu merasa cemburu pada kakak Gita.
Maya yakin jika Gita tidak memiliki rasa apapun pada Angga, karena Gita juga memang tidak tahu kebenaran itu.
Apa Reza berpikir jika Gita tahu kalau Angga adalah kakak Angkat, dan bermanja-manjaan secara sengaja? Pikir Maya
Selama mereka masih bersama, sungguh sangat terlihat jelas bagi Maya jika anak lelakinya itu bersikap berlebihan pada Gita, bahkan berusaha menjauhkannya dari Angga, sungguh lucu menurut ibu itu.
Saat mereka akan pulang, Reza memaksa ikut bersama Gita disatu mobil yang sama.
"Za kamu yakin mau pulang bareng kita?" Angga
"Iya kak, aku mau mampir dulu." Reza
"Ok."
Bu Maya pulang diantar supir sementara Reza menggenggam tangan Gita dan duduk di kursi belakang.
"Ya ampun, kalian berdua duduk di belakang? Kalian pikir kakak ini supir kalian? Adik-adik durhaka." Ucap Angga tidak habis pikir dengan apa yang ia lihat.
"Hehe.. gapapa kak, anggap aja kita gak ada..!" Reza
"Aku pindah ke depan aja deh." Gita
"Jangan dong Git, masa aku sendiri duduk dibelakang." Rengek Reza
"Salah sendiri mau ikut mobil kita, iya kan kak?" Gita
"Iya, kamu orang ketiga disini." Angga, dia hanya bermaksud jika Reza datang paling akhir dan menjadi orang terakhir nomor ke 3.
__ADS_1
Namun Reza yang parno menganggap itu adalah sindiran halus dari Angga.
Apa? Jadi menurut dia aku orang ketiga, justru dia yang orang ketiga. Pikir Reza
"Bukannya kak Angga orang ketiga diantara kami yang sedang pacaran.hehe" Reza
"Hmm.. aku itu sebagai CCTv yang mengawasi kalian, jadi jangan berbuat macam-macam..!" Angga
"Astagfirullah kak, pikirannya suudzon gitu, Gita gak mungkin lah macem-macem." Gita
"Iya kakak percaya sama kamu, tapi kakak tidak percaya pada semua laki-laki yang dekat denganmu." Angga
Deg.
Reza merasa kaget, dia seakan tersindir menjadi salah satu lelaki yang dipikirkan akan macam-macam pada Gita.
Reza akhirnya memilih diam, Gita duduk di kursi belakang bersama Reza dengan jarak yang berjauhan karena ada CCTV di depan mereka.
Selama perjalanan, mereka hanya ngobrol seperlunya karena Angga kalau sedang menyetir dia akan fokus, tidak suka sambil ngobrol apalagi diajak bercanda.
Sesampainya di rumah, Gita dan Angga pergi ke kamarnya masing-masing, mereka mandi lalu berganti pakaian sementara Reza masih memakai baju kantornya mengobrol bersama pak Baskoro.
Ketika mereka membahas bisnis wajah mereka terlihat serius, namun saat membicarakan Gita mereka akan tertawa bersama.
"Hei Za, kamu masih disini?." Angga
Dia ngusir gue? Pikir Angga
"Boleh." Baskoro
"Oh, padahal besok tunangan, besok juga ketemu Za, nanti bisa-bisa Gita bosen lagi liat wajah kamu terus hehehe..." ucap Angga bercanda
Namun Reza menganggap perkataan pria itu serius, dan sedang menyindir dirinya.
Iya juga ya, Gita bakalan bosen gak ya liat wajah tampan gue? Tapi bukannya dia tiap hari ketemu kak Angga, pasti Gita bosan melihat wajahnya, mungkin sekarang dia merasa eneg kali ya? Pikir Reza
"Biasa lah kak, kalau pacar selalu dikangenin, mana mungkin bosen." Reza
"Ya udah kalau gitu, mandi aja disini, kan bisa pakai baju aku, lagian itu baju sudah dari pagi, udah bau Za." Angga
Reza membenarkan apa yang dikatakan Angga, dia pun setuju dengan saran Angga.
Sementara Reza mandi, Reza memilih diam menani ayahnya. Membicarakan bisnis yang sedang berjalan, meskipun selalu di rumah, tapi Baskoro selalu ingin tahu perkembangan perusahaannya.
Saat Reza ingin mengambil pakaian, dia terfokus pada foto Angga ketika kecil.
Sepertinya dia sudah ada disini sejak lama, sejak kecil, pangas saja sangat dekat dengan Gita. Pikir Reza
Dia lalu beralih, dan segera berpakaian.
__ADS_1
***
Dirumah Reza, Maya menceritakan tentang Kirana pada suaminya itu.
Ternyata suaminya juga baru tahu, dan tidak menyangka jika adiknya hidup menderita bersama lelaki pilihannya itu.
Sanjaya emosi, dia begitu murka mendengar jika Jani diperlakukan tidak baik oleh Aldi.
Maya mencoba meredakan emosi suaminya itu, dia tidak mau jika suaminya lepas kendali, itu tidak baik juga untuk kesehatan lelaki itu.
Maya menyarankan agar fokus dulu pada pertunangan Reza yang akan diadakan besok pagi, mereka harus berbahagia atas hal itu. Dan untuk masalah Jani bisa diselesaikan setelah acara itu beres.
"Iya, bener kata mamah, kita harus berbahagia atas pertunangan Reza, tapi papah masih kepikiran sama Jani mah." Sanjaya
"Iya, mamah juga kasihan sama dia, Jani bisa sekuat itu ya, dia juga menahan rasa sakitnya sendirian, harusnya kan dia cerita sama papah sejak awal." Maya
"Iya, mungkin Jani takut lelaki yang dicintainya dihajar habis-habisan sama papah." Sanjaya
"Tahan emosinya pah..!" Maya
"Iya, ditahan biar nanti ke kumpul banyak, biar c Aldi itu langsung masuk ke rumah sakit." Ucap Sanjaya penuh penekanan.
"Siapa lagi pah yang masuk rumah sakit?." Tanya Reza yang baru pulang.
"Kamu ini datang ucap salam, malah langsung nimbrung." Keluh Maya
Padahal buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Batin Reza.
Maya menutupi masalah Jani, dia tidak mau merusak moment bahagianya besok, karen setidaknya akan membebani pikiran Reza, itu kan masalah tantenya sendiri.
Maya menyuruh anaknya itu mandi, namun saat menyadari anaknya memakai baju orang lain, Sanjaya ikut mengomentari anaknya itu.
"Kamu ini Za, mandi aja pake acara numpang segala." Ucap Sanjaya
"Udah gak nyaman pah, ya udah ikut mandi disana.hehe.." Reza
Tok
Tok
Tok
"Siapa malem-malem gini bertamu?." Maya
Maya melangkahkan kakinya mendekati pintu, mengecek siapa yang datang.
"Tante, aku boleh menginap kan? Mamah sama papah aku tadi sore pergi ke luar kota, aku gak mau kalau cuma ditemani pelayan."
Alasan apa yang harus ku buat? Pikir Maya
__ADS_1
Bersambung...