
Reza menemani Gita dari siang sampai malam, gadis itu menemui klien satu, lalu menemui klien lainnya. Beberapa klien memang memiliki waktu luang yang berbeda, sehingga gadis itu yang harus mengalah menyesuaikan waktunya.
Membuat dia sibuk , meski pertemuan itu ditempat yang sama, namun Gita harus menunggu klien berikutnya datang, dia tidak bisa meninggalkan tempat itu.
Reza yang menemaninya ternyata mampu membuat suasana Gita membaik, dikala sedang bosan menunggu, maka Reza akan menemaninya ngobrol dan bercanda.
"Ini klien kamu yang terakhir 'kan?" Reza
"Iya, tapi sudah telat hampir 1 jam." Gita
"Coba kamu hubungi lagi..!" Reza
Saat Gita ingin menelpon klien nya itu, dia mendapatkan pesan, pesan yang memberitahu jika klien nya meminta maaf karena tidak bisa datang dan janji pertemuan diundur besok pagi.
"Hmm, kita pulang saja Za!" Gita
"Tapi, klien kamu?" Reza
"Dia gak jadi datang, katanya besok pagi aja." Gita
"Padahal kamu sudah menunggu lama, seharusnya dia menghubungimu lebih awal, kamu jangan mau bekerjasama dengannya!" Reza
"Hmm, gak usah dibahas lagi Za aku lelah..!" Gita
"Oke." Reza
Mereka akhirnya pulang menggunakan mobil sewaan Reza, namun Gita meminta pria itu menghentikan mobilnya di dekat pantai.
Gita berjalan tanpa alas kaki, dia menenteng sepatu haknya itu, menapaki bibir pantai dengan kaki telanjang, merasakan sensasi dingin di kakinya karena pasir yang basah.
Dia menatap langit-langit gelap namun penuh bintang, yang ditemani bulan bersinar yang bulat sempurna. Reza mengikuti gadis itu dari belakang, pria itu tahu jika Gita masih kesal dengan kejadian tadi.
Gita mencari tempat yang pas, lalu dia duduk diatas pasir , membiarkan celananya itu kotor dengan pasir, Reza pun ikut duduk disampingnya.
"Hari ini cukup melelahkan," ucap Gita lalu menyandarkan kepalanya di pundak Reza.
Sontak Reza merasa kaget, kenapa dia mendadak manja begini? Pikir Reza
Namun dia membiarkan kekasihnya itu menyandarkan kepalanya, saat Reza menengok, ternyata Gita sudah menutup matanya, dia tertidur sekarang.
"Dia benar-benar tidur? Benarkah? Padahal disini dingin sekali." Reza
Karena tak ingin membangunkan Gita yang lelah itu, Reza mencoba mengubah posisinya dengan sangat pelan agar Gita tidak bangun, lalu dia menggendong kekasihnya itu sampai ke mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.
"Berat sekali, apa dia makan batu?," keluh Reza.
Reza bahkan meminta tolong pada salah satu pengunjung pantai yang lewat untuk membukakan pintu mobilnya.
__ADS_1
Membaringkan Gita di kursi belakang, kemudian dia melajukan mobilnya dengan sangat pelan, takut menimbulkan guncangan dan Gita sampai terjatuh.
Reza menggendong Gita sampai ke depan kamarnya, "astaga, gue kan gak tau kodenya."
Pria itu terpaksa membawa Gita ke kamarnya, menekan password pintunya dengan susah payah, membaringkan gadis itu diranjang lalu menyelimutinya.
Sementara Reza tidur di sofa, memaksa tubuhnya agar mau terbiasa tidur disana.
***
Pagi datang, Gita terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya, namun dia tidak menyadari jika dia berada dikamar Reza, karena mereka menginap di hotel yang sama, bahkan dekorasi kamar yang sama.
Dia berniat membersihkan diri dan mandi.
"Gue masih PMS, gue mau mandi dan mengganti pembalut," ucap Gita pelan sambil menuju kamar mandi.
Dia membuka bajunya dan mulai mengguyur tubuhnya di bawah shower, membuat tubuhnya terasa segar. Namun saat dia ingin mencuci muka dan menggosok gigi, dia sedikit heran.
"Loh, perasaan sikat gigi gue warna biru, lah ini kok pink ya? Sabun cuci muka gue juga bukan ini deh." Gita
Namun Gita yang tak mau ambil pusing, dia berpendapat bahwa dia salah mengingat, setelah mandi dia memakai handuknya dan berjalan keluar dengan santai.
"Ahhh…., kenapa kamu ada disini?" Gita
"Ini, ka-kamarku," ucap Reza lalu membalikan tubuhnya, karena tak mau membuat Gita marah karena memelototi tubuh Gita yang masih basah dan hanya memakai handuk.
"Hmm, ya udah aku ambilin di kamar kamu, passwordnya berapa?" Reza
"123456, jangan lupa pembalutnya ya Za, hehe.." Gita
"Ya ampun, pasword kok mudah begitu, gimana kalau ada orang masuk? Pembalut itu bentuknya kaya gimana? Aku gak tahu Git." Reza
"Biar gampang diingat aja, cari aja di dalam koperku, searching aja kalau mau tahu bentukannya!" Gita
Reza dengan segera keluar dari kamar itu menuju kamar hotel milik Gita, disana dia mengambil baju 1 set beserta **********.
"Wow, ukuran berapa ini?" Tanya Reza saat menemukan dalaman atas kekasihnya itu.
Reza menerawangnya, membayangkan isi didalam pakaian dalam itu, mengira-ngira ukuran yang pas dengan wadahnya.
"Astagfirullah…" ucap Reza lalu dengan segera menggulung apa yang dipegang tadi dengan baju Gita yang akan dibawa.
Lalu dia mencari koper dan mencari yang namanya pembalut, dia bingung, lalu searching lah di google.
"Banyak juga model, bentuk, ukuran, merknya, apakah ukuran-ukuran pembalut ini disesuaikan dengan isinya? Hahaha." Reza
Astagfirulloh, gue mulai omes lagi nih, gara-gara ini barang, hemm.. pikir Reza
__ADS_1
Dia segera mengambil, dan membaca bagian depan kemasan, "bersayap?" Ucap Reza sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Dia bingung, kenapa pembalutnya bersayap, apakah bisa membuat terbang?, tapi itu tidak mungkin, apa bahannya dari sayap atau bulu ayam? Itulah yang dipikirkan Reza saat ini.
Dia mengambil semua barang yang dibutuhkan Gita, sepanjang jalan dia masih memikirkan sayap apa yang ada di dalam pembalut itu.
Gita sudah kedinginan, dia mengumpat sendirian.
"Kenapa dia lama sekali sih?, gue gak mau kalau pake baju yang tadi, udah gak nyaman banyak keringatnya." Ucap Gita, sampai dimana dia mendengar suara pintu terbuka.
"Ini pesananmu," ucap Reza dengan satu tangan menutup kedua matanya dan satu tangan memberikan baju serta pembalut.
"Makasih…, sekarang kamu keluar dulu, aku mau ganti baju dulu!" Gita
"Oke," Reza berbalik, dengan masih menutup matanya dia berjalan pelan dan menabrak pintu.
"Hmm.. buka aja matanya, kalau ditutup kamu gak bisa lihat jalan!" Gita
"Oke.." Reza
Setelah Reza berhasil menutup pintu itu lagi, dia akhirnya bisa bernapas lega, "akhirnya gue lolos dari godaan, tapi sayap itu apa ya? Gue masih penasaran, dan kenapa pembalut ada ukuran 45cm begitu, memang ukuran anu itu berbeda-beda ya? Aku kira sama."
Pria itu masih penasaran dengan hal baru yang dia lihat.
Setelah Gita siap, dia mulai sarapan dengan makanan yang di pesan Reza, sementara Reza pergi mandi.
Saat sudah siap dan rapi, ternyata Gita sudah tidak ada disana, membuat Reza dengan terburu-buru pergi menuju kamar hotel Gita, namun saat dia mengecek ponselnya.
| Maaf ya, aku terburu-buru karena akan menemui klien yang kemarin membatalkan janji.| Gita
"Gue ditinggalin? Serius?" Tanya Reza pada dirinya sendiri, lalu dia melangkahkan kakinya dengan lesu, dia memilih kembali ke kamarnya dan menunggu beberapa jam lagi untuk menghubungi kekasihnya, karena dia tidak tahu dimana mereka akan bertemu.
Menunggu adalah hal yang membosankan, Reza menonton sambil makan, beberapa jam kemudian dia akhirnya tertidur karena lelah menunggu.
Sampai dering ponsel membangunkannya, "akhirnya dia menelponku juga." Ucap Reza
"Halo…, kamu dimana?" Reza
"Reza … ," teriak Gita.
"Kamu kenapa Git?" Reza
Sambungannya pun mati, membuat Reza kini cemas, namun ternyata Gita sempat mengirim pesan saat dia ketiduran, bahkan disana ada share loc yang dikirim.
Reza langsung pergi terburu-buru.
Bersambung….
__ADS_1