
Tabib mulai mengendalikan rasa ingin tertawanya itu, ia akui jika ia masuk dengan terburu-buru tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tapi ia begitu karena mengkhawatirkan keadaan Ratu.
"Aku harus bisa menahannya, aku tidak boleh tertawa..! Tapi sungguh itu menggelikan, tahan..tahan.. dan bersikaplah seperti biasanya..!"
Tabib istana masuk dan langsung menanyakan keluhan apa saja yang Ratu alami. Ratu menjawab dengan detail dari mulai ia pingsan sampai pagi ini, tabib mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Bicaralah..! Aku tidak mengerti jika kau hanya mengangguk begitu, jadi bagaimana keadaan menantuku ini, apakah ada kabar baik?" Tanya ibu Suri
Saat pandangan tabib beralih memandang wajah ibu Suri, tiba-tiba ia teringat adegan saat ibu Suri menyanyi sambil menari, ia tak bisa menahan tawanya.
"Hahahahhaha…" akhirnya tawanya yang tertahan sedari tadi lepas juga, ia merasa lega tapi ia langsung menutup mulutnya dan menundukkan wajahnya karena tak berani menatap ibu Suri setelah berhasil menertawakannya.
"Kenapa kau malah tertawa?, apakah kau menertawakanku?" Ibu Suri mulai marah
Tabib yang merasa takut dengan kemarahan ibu Suri, langsung mencari ide untuk berkelit
"Wah… selamat anda akan segera menjadi seorang nenek." Ucap sang tabib sambil tersenyum
Dengan kabar baik itu, ibu Suri merasa bahagia sekali, ia melupakan amarahnya tadi, bahkan ia langsung memeluk Ratu Anggrek.
"Syukurlah, aku selamat." Ucap tabib dalam hati, kini ia merasa lega
Sementara Gita (Ratu) merasa bingung, tetapi saat ibu Suri membisikan sesuatu pada telinga Ratu, kini Ratu mengerti bahwa cucu yang dimaksud adalah anak yang kini ia kandung, ia melepaskan pelukan ibu Suri dan berbalik melihat ke arah sang tabib.
"Benarkah aku hamil?, cobalah periksa satu kali lagi..!" Gita(ratu) merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Benar yang mulia Ratu, saya tidak mungkin salah." Ucap Tabib istana itu meyakinkan Ratu
"Apa, aku hamil?" Gita (Ratu) yang benar-benar tidak menyangka akan hal itu, ia benar-benar kaget dan belum bisa menerimanya.
"gimana ceritanya coba gue bisa hamil? ah iya mungkin karena kejadian menginap itu. astaga gue gak mau hamil sekarang, aslinya kan gue di dunia nyata itu masih perawan, mamah... Gita mau pulang." Gumam Gita (Ratu) dalam hatinya.
__ADS_1
Hingga ia melihat semuanya menjadi gelap dan Ratu jatuh pingsan.
"Ratu……" semua orang berteriak khawatir dengan kompaknya.
Semua orang begitu mengkhawatirkan Ratu, apalagi disaat keadaan ia sedang hamil, semua menunggu Ratu siuman, hampir setengah jam Ratu belum sadar juga. Sani juga melarang tabib istana menggunakan jarum akupuntur saat menangani sang Ratu.
Ibu Suri juga memberi nasihat kepada Sani agar bisa menjaga Ratu lebih baik lagi, Ratu tidak boleh kecapean dan tidak boleh berkuda lagi. Sani mengangguk mengerti.
"Aku pasti menasehati Ratu setiap hari, tapi aku tidak tahu Ratu akan menurut atau malah merepotkanku, bukankah Ratu selalu saja begitu, membuat kulitku menua lebih cepat, ya ampun." Ucap Sani dalam hatinya, meski begitu Sani adalah orang yang paling setia pada Ratu Anggrek, ia begitu peduli meski terkadang mengeluh.
Setelah lama menunggu akhirnya Ratu sadar saat hari sudah gelap. Ratu langsung meminta makan malam karena ia merasa sangat lapar ketika ia terbangun, dia masih merasa tak percaya dengan kehamilannya itu, Gita merasa belum siap menjalani semuanya, rasanya semakin berat jika ditambah dengan kehamilannya ini, membuat ia terbayang akan keluarga aslinya dan ingin segera pulang.
"kenapa kamu terlihat sedih Anggrek, apakah kamu tidak senang mengandung anaknya Deon?" Tanya ibu Suri saat melihat Ratu sedikit murung
"Aku senang ibu Suri, sangat senang." jawab Gita (Ratu) sambil tersenyum yang sebenarnya ia paksakan, Ia harus berpura-pura senang karena ini tubuh Anggrek, dan Gita tahu bahwa Anggrek akan senang dengan kehamilannya ini.
Ibu Suri merasa lega melihat Ratu sudah sadar bahkan mulai teraenyum lagi, ia menemani menantunya itu makan lalu berbincang-bincang sebentar membicarakan Raja Deon yang sakit perut karena memakan Rujak yang Ratu buat siang kemarin.
"Pasti dia lemas setelah bolak-balik ke kamar mandi. Hahahaha….."
Tiba-tiba Ratu langsung menutup mulutnya, ia tersadar jika yang ia tertawakan adalah anak ibu Suri.
"Maaf kan saya bu, saya tidak bermaksud menertawakan yang mulia." Ucap Ratu merasa bersalah
"Tidak masalah, iya bahkan kamu akan tertawa tak berhenti saat melihat wajah Deon pucat karena lemas, ketampanannya seakan hilang, ia berubah sedikit menyeramkan,Hahahaha… tapi kau tidak usah khawatir dia sudah baik-baik saja."
Jawaban ibu Suri membuat Ratu merasa lega, kini ia mulai mengantuk dan memanggil Sani untuk bersiap menemaninya tidur, entah mengapa sudah dua malam ini ia takut tidur sendirian, tak seperti biasanya.
Tapi akhirnya Ratu tidur bersama ibu Suri, meski sedikit canggung, tapi Ratu tidak bisa menolak keinginan Ibu Suri yang menggantikan Sani menemaninya tidur malam ini.
Ratu bermimpi bertemu ibunya (Hanna) di dalam mimpi,
__ADS_1
"Mah, Gita kangen… ,mah.. Gita pengen pulang, disini Gita sendirian mah, masa Gita hamil mah? Gita ngidam kayak waktu mamah ceritain dulu itu loh mah, rasanya gak nyaman banget mual muntah begitu. Maafin Gita karena suka membantah omongan mamah, Gita gak mau jadi anak durhaka mah." Gumam Gita (Ratu) mengigau.
Lalu tanpa sadar dan masih dalam keadaan tidur ia memeluk ibu Suri, membuatnya nyaman, seakan mimpi memeluk ibunya itu seperti terasa nyata. Akhirnya Ratu tidur nyenyak sampai pagi tanpa bermimpi sedih lagi.
* *
Pagi telah tiba, Raja merasa lebih baik setelah seharian kemarin ia hanya tidur beristirahat tanpa melakukan apapun. Bergegas bersiap-siap menuju paviliun Ratu, Raja tahu bahwa Ratu benar-benar sedang mengandung, bahkan kabar itu tersebar dengan cepatnya.
Setibanya disana,
"Ibu… pagi-pagi sekali ibu sudah ada disini?" Raja sedikit heran, padahal ia pergi begitu pagi berniat menjadi orang pertama yang mengunjungi Rati di hari ini tapi ia didahului ibunya sendiri.
"Bahkan ibu sudah ada disini sejak kemarin siang."
"Maksud ibu?" Raja tidak mengerti ucapan ibunya itu
"Ia ibu menginap disini semalam, sepertinya Anggrek menjadi penakut setelah ia hamil, sudah 2 hari ini Anggrek tidak berani tidur sendiri, sebaiknya kau bermalam disini menemaninya..!"
"Benarkah? Baik bu dengan senang hati." Raja tersenyum senang
Sementara Ratu melirik Deon dengan mata malasnya, seolah memberitahu bahwa ia tidak ingin ditemani tidur oleh Raja Deon.
bersambung..
...Terimakasih untuk yang selalu membaca novel pertama aku, aku sungguh terharu .. hemm bener deh...
...maaf jika novel ini belum bisa serapih novel lainnya, jnagan lupa like dan komen ya..! :)...
...oh iya, ini ada rekomendasi novel karya temen aku, ccuss.. kepoin yah..!...
__ADS_1