
Episode Ekstra 1
Setelah acara meriah itu selesai, Gita lemas dia pusing karena menghadapi tamu yang begitu banyak, tamu yang seakan tidak ada habisnya mengulurkan tangan untuk memberinya ucapan selamat.
"Kita panggil dokter aja ya Git?" Tanya Hanna yang khawatir.
"Gak usah Mah, ini cuma butuh istirahat aja, aku cuma butuh kasurku Mah." Gita
"Kamu ini, yaudah kita pulang sekarang, tapi kamu kan tinggal di apartemen Reza sekarang." Hanna
"Ah Mamah, aku di rumah Mamah aja dulu, biar ada yang ngurusin aku." Gita
"Aku juga bisa ngurusin kamu." Reza
Akhirnya Gita pulang bersama Reza, bahkan sehari sebelumnya apartemen itu sudah dilengkapi semua peralatan dan barang-barang sang pengantin.
Suasana terasa canggung, dimana hanya ada mereka berdua disana, namun Gita yang memang lelah, dia berbaring di ranjang yang telah dihiasi dan banyak taburan bunga mawar disana.
Semerbak wangi yang sangat nyaman di Kamar itu, mampu membuat Gita semakin ngantuk, dia tak bisa menahan rasa lelahnya dan dia berbaring memeluk guling.
"Sayang, kamu sebaiknya mengganti dulu bajumu, pasti sangat tidak nyaman bukan tidur dengan gaun pernikahan..!" Reza
"Gapapa Za, aku lelah sekali, dua jam kemudian saat aku sudah sedikit segar, aku akan menggantinya." Gita
"Baiklah…" Reza
Bukankah ini malam pertama? Kenapa tidak sesuai dengan imajinasiku? Pikir Reza
Dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Kembali dengan wajah segar, rambut basah, namun dia juga lelah, dia berbaring ditempat tidur memeluk istrinya itu.
Saat jam menunjukan pukul 02.00 Gita merasa ingin buang air kecil, dia menggeliat namun dia merasakan hal yang aneh.
"Kenapa ada orang lain di kamarku?" Ucap Gita pelan.
Saat itu lampu padam dan hanya diterangi oleh lampu redup yang berada di sisi ranjang, perlahan gadis itu menengok.
"Ahh… Reza, kenapa kau ada dikamarku?" Teriak Gita.
"Ini kamar kita sayang, masa kamu lupa? Lihatlah bahkan kau masih mengenakan gaun pengantin." Reza
"Hehe… kamu benar." Gita
Wanita itu merasa malu, lalu dia bangkit dari ranjang berniat mengganti pakaiannya, namun dia sedikit kesulitan saat ingin membuka resleting bajunya.
Bagaimana ini? Apa tersangkut? Batin Gita
"Sini biar aku bantu.." Reza
"Tapi.. tapi.." Gita
Namun Reza langsung membukanya bahkan sampai pinggang wanita itu, jelas terlihat punggung mulus istrinya itu membuat pikiran Reza kini traveling kemana-mana.
Gita yang malu, dia berlari ke kamar mandi untuk membuka seluruh pakaiannya, meninggalkan Reza dengan mata laparnya, didalam sana dia lupa tidak membawa pakaian ganti, akhirnya dia memakai handuk kimono yang ada disana.
__ADS_1
Namun Gita berpikir untuk melakukan sholat malam lalu dia mengambil wudhu.
"Sayang, cepat pakai bajumu, nanti kamu kedinginan..!" Reza
"Iya, setelah berpakaian aku ingin melakukan sholat malam, kamu mau jadi imamnya?" Gita
"Oh tentu saja," jawab Reza dengan senyuman misteriusnya.
Kini Gita sudah siap dengan mukena dan sajadah yang terhampar di lantai, dia juga menyiapkan sarung untuk suaminya itu lengkap dengan sajadahnya.
Setelah sholat tahajud itu selesai, Reza berdiri lagi, dia akan melakukan sholat sunat lagi.
"Sholat tahajud lagi?" Gita
"Bukan, ini solat sunat yang lain." Reza
"Maksudnya, solat sunat apa?" Gita
"Solat sunat pengantin, begini niatnya أُصَـلِّىْ سُنَّةَ لَيْلَةِ الزِّفَافِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّـهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatan Lailatiz Zifaf rak'ataini lillahi Ta'ala.
Artinya: Saya sholat sunnah malam pengantin dua rakaat karena Allah Ta'ala." Ucap Reza
Glek
Gita tiba-tiba merasa gugup, apakah ini kode dari dia ya? Pikir Gita, namun dia tetap melaksanakan sholat sunnah mutlak itu secara berjamaah.
Setelah salam, Gita menerima uluran tangan suaminya lalu mencium punggung suaminya itu dengan lembut.
Ini memang pengalaman pertama untuk Reza, namun dia sudah mempelajarinya hingga dia tahu sholat sunnah mutlak yang harus dilakukan saat malam pengantin.
"Sayang…" ucap Reza sambil membelai rambut Gita
Gita menoleh sehingga wajah mereka saling berhadapan.
"Apa kamu bahagia menjadi istriku? Apa kamu ikhlas dan ridho mengarungi rumah tangga denganku untuk berladang pahala?" Reza
Kenapa dia tiba-tiba dewasa begini?, aduh suasananya bikin gue deg-deg ser deh. Pikir Gita
"Hmm, iya, tentu saja." Gita
"Tentu saja apa sayang? Panggil aku sayang..!" Reza
Aduh, biasanya juga gue manggil nama dia aja, juga gapapa deh, gak biasa gue, rasanya berat bilang sayang. Batin Gita
"Tentu saja aku ikhlas mengarungi rumah tangga ini, sa-sayang." Gita
Reza semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik itu, kini dia merasa hembusan nafas hangat istrinya itu.
"Apa boleh aku mengunjungimu malam ini?" Bisik Reza di telinga Gita, bahkan Reza menggigit telinga istrinya dengan nakal.
Ser..
__ADS_1
Ada aliran aneh yang menjalar ditubuh Gita, dia masih mengingat jika pertama kali melakukan itu akan sakit, namun hasratnya juga tidak bisa dikendalikan, dia sama halnya dengan Reza yang menantikan malam ini.
"Emm.. bo-boleh, tapi.." Gita
"Tapi apa?" Reza
"Tapi pelan-pelan..!" Bisik Gita ditelinga Reza, dia sebenarnya malu mengatakan itu.
"Hmm.. iya sayang, aku akan hati-hati melakukannya, dan jangan sampai kamu mengeluarkan tendangan maut dimalam ini! Hehe.." Reza
"Tendangan maut? Tentu saja tidak." Gita
Reza mulai beraksi, dia membaca doa terlebih dahulu, dia bahkan memimpin doa dan Gita mengikutinya.
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
(Bismillah, Allahumma jannibnaasy syaithaana wa jannibi syaithoona maa rozaqtanaa)
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”
(Bismillahil 'aliyyil 'azhiim. Allahummaj'alhu dzurriyyatan thayyibatan in qoddarta an takhruja min shalbi.)
Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku."
Setelah selesai berdoa, Reza mulai membuka kancing baju tidur istrinya, dari satu kancing ke kancing yang lainnya, namun tangan Gita malah menahan tangan kekar itu.
"Ada apa?" Reza
"Nanti lakukanlah dengan perlahan..!" Gita
"Iya sayang.." Reza
Cup
Dia mengecup kening istrinya itu, memeluknya sebentar agar wanitanya bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan, bisa menghilangkan rasa takut dan gugupnya saat ini.
Tangan Gita melingkar dengan erat, dia menarik nafas lalu menghembuskannya, dia merasa sudah lebih baik, meski dia pernah mengalaminya didunia komik, namun pasti rasanya terulang, rasa sakitnya.
"Gimana, sudah rileks?" Reza
"Iya sudah mendingan." Gita
Reza pun melanjutkan aktivitas tadi, membuka kancing baju yang belum sempat terbuka. Kini dia dapat melihat bagian depan tubuh istrinya.
Reza menempelkan bibirnya di bibir manis istrinya itu, menempel, lalu melum@tnya, menikmati sensasi yang ada di tubuhnya, bibir itu masih saling menjelajah, sementara tangan Reza sudah nakal berkeliaran kemana-mana, membuat wanita itu menegang, bahkan mendes@h.
Setelah itu terjadilah pergelutan panas di atas ranjang, mereka begitu menikmati malam itu, Reza benar-benar sabar melakukannya dengan pelan.
Hingga yang terdengar kini hanya des@h@n yang saling bersahutan.
***
Kalian ngintip malam pertama Reza sama Gita ya? Hehe
__ADS_1
Jangan lupa ikuti terus novel ini karena masih banyak bonus BAB nya ..! :)