
Malam itu Raja segera kembali setelah melihat apa yang terbakar, ia membawa benda itu pulang bersamanya.
Ia langsung menuju kamarnya dan segera memeriksa benda itu, ternyata yang dibakar semalam oleh seseorang yang misterius itu adalah beberapa kumpulan buku, jelas Raja curiga, pertama BUKU , kedua kenapa harus dibakar disana.
Untung saja buku itu sempat diselamatkan, hanya sebagian saja yang terbakar, meski hanya sebagian yang dapat terbaca oleh Raja, tapi jelas ia tahu bahwa itu buku keuangan istana.
"Untuk apa orang itu membakar buku-buku ini?, apakah ada sesuatu yang rahasia di dalam buku ini? Seharusnya buku ini akan tetap berada di perpustakaan istana, hmm.. besok aku akan berpura-pura menanyakannya." Gumam Raja pelan
Karena buku itu tidak sempurna jadi sulit sekali untuk membaca dan memahami isinya, Raja merasa lelah dan memutuskan melanjutkannya besok.
Saat pagi tiba, ia terburu-buru mencari Pangeran Ceng, ia berniat menanyakan tentang kasus paviliun belakang terlebih dahulu.
"Wah.. baru kali ini aku mendapatkan kunjungan darimu setelah setahun terakhir ini." Ucap Pangeran Ceng
"Hemm… tentu saja aku orang yang sibuk, aku datang kemari bukan untuk mengajakmu bermain, aku hanya ingin tau kenapa pengawal istana yang kau interogasi kau lepas kan begitu saja, apakah tidak ada yang mencurigakan?" Tanya Raja
"Kenapa baru menanyakan hal yang sudah lama terjadi? Bahkan kau pun tidak mempedulikannya." Ucap Pangeran Ceng
"Aku sedang tidak ingin bercanda dan berdebat denganmu, jadi katakan apa kau mendapatkan suatu informasi yang penting?" Tanya Raja yang mendesak Pangeran Ceng
"Tidak ada Deon, memang aku mencurigai mereka tapi tidak ada bukti, sehingga aku terpaksa melepaskan mereka." Jawab Pangeran Ceng meyakinkan Raja Deon
"Sebenarnya aku tahu dibalik semua itu ada peran selir Mey yang berusaha mencelakai Ratu, tapi aku sudah berjanji tidak akan membocorkan masalah ini, Ratu bilang itu masalah sesama perempuan jd aku tidak boleh ikut campur kalau aku tidak mau di sebut Putri Ceng oleh Ratu. Hemm.. benar-benar menyebalkan bukan?" Gumam Pangeran Ceng dalam hati
"Hmm.. baiklah, jika ada sesuatu yang mencurigakan segera beritahu aku..!, aku pergi dulu" Perintah Deon
__ADS_1
"Iya iya, ya ampun kau datang cuman untuk menanyakan hal sepele itu, dan langsung pergi begitu saja? Kau tidak merindukanku?" Tanya Pangeran Ceng
"Haruskah aku merindukanmu? Sudahlah aku sibuk, aku pergi dulu." Ucap Raja sambil melangkah bergegas pergi
"Benar-benar masih sama, selalu saja serius. Aku berpikir dia akan cepat menua karena kurang tertawa.. hahaha" Ucap Pangeran Ceng setelah Raja pergi.
Raja kemudian pergi ke perpustakaan istana , ia memeriksa buku-buku istana yang tersimpan disana. Memang untuk buku-buku seperti buku keuangan istana akan disimpan di bagian yang tersembunyi dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memasuki area tersebut.
Raja tentu saja mempunyai hak untuk masuk ke tempat mana saja yang ia mau, ia masuk dan mulai menanyakan beberapa buku pada penjaga buku disana. Tapi penjaga tersebut mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu mengenai buku yang hilang itu, ia bahkan baru menyadari buku itu hilang saat Raja menanyakannya.
Karena buku yang hilang adalah buku pada masa jabatan saat ini, saat paman selir Mey yang menjabat. Tentu ia mencurigai paman dan keponakan itu.
Untuk saat ini Raja memang tidak mendapatkan informasi lain lagi, tapi ia akan mulai membuat rencana untuk menjebak mereka agar mau berkata jujur.
Hari sudah sore, ia sudah makan terlebih dahulu dan pergi menuju paviliun Ibu Suri untuk menjenguknya, setelah mengetahui keadaan ibu Suri yang mulai membaik ia segera pergi menemui Ratu.
"Astaga, kau mencariku lagi Deon, sepertinya kau sangat merindukanku?" Ucap Pangeran Ceng yang ternyata sudah ada disana
"Hmm… merindukanmu? Mana mungkin, justru hari ini hari sialku karena bertemu denganmu dua kali dihari yang sama." Jawab Raja ketus
"Astaga, dengarkan suamimu Anggrek betapa menyebalkannya dia..!" Ucap Pangeran Ceng
"Iya dia memang selalu begitu." Jawab Ratu dengan nada datar karena ia fokus pada si Putih
"Berani sekali kalian mengatai aku, hmm.. sudahlah, bagaimana keadaan si Putih?" Tanya Raja
__ADS_1
"Dia masih saja begitu, masih lemas dan makannya juga sedikit." Jawab Ratu lemas
"Mungkin si Putih hanya ingin menguruskan badannya saja, bukankah dia terlihat lebih gemuk?hehe." Jawab Pangeran Ceng dengan santainya
"Astaga kau ini masih saja bercanda." Raja melirik Pangeran Ceng dengan tatapan dinginnya itu, membuat Ceng langsung menunduk.
"Sebaiknya biarkan kuda mu beristirahat lagipula hari mulai gelap sebaiknya kau jaga kesehatanmu juga, mari kita pulang lalu makan bersama." Raja membujuk Ratu
Sebenarnya Raja hanya menawarkan makan malam pada Ratu tapi entah kenapa Pangeran Ceng malah ikut makan bersama, itu membuat Raja Deon kesal karena mengganggu acara kencannya itu.
"Sungguh sial bertemu dengannya, ah menyebalkan." Gumam Raja dalam hatinya
* *
"Apakah kuda itu sudah mati?"
"Belum nyonya, bahkan sekarang banyak pengawal yang berjaga, aku tidak bisa meracuni kuda itu lagi."
"Hmm.. ya sudah, biarkan saja.. kita fokus pada rencana baruku saja..!"
"Apa itu nyonya?"
"Kita buat Raja mabuk dan kau bawa Raja kemari..!"
"Baik nyonya."
__ADS_1
Bersambung...