
Ternyata memang Deon membeli beberapa baju tidur yang sedikit seksi. Meski perut Ratu sudah sedikit membesar tapi Deon tetap ingin membelikan baju tidur itu.
Ratu kini mulai penasaran dengan isi belanjaan Deon, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres setelah melihat ekspresi ibu suri, tiba-tiba.
"Ah.. perutku, geli nak..!" Ucap Ratu yang mengelus perutnya sambil menahan geli.
"Perutmu kenapa sayang?" Ucap Deon khawatir.
"Menurut tabib istana, ini hal yang wajar dia bilang janinnya bergerak dan aku mulai merasakannya, hanya saja ini sedikit terasa menggelikan,hehehe.." Ratu menjelaskan, ia sekarang merasa senang ketika merasakan sensasi geli itu.
"Wah… ternyata cucuku sudah tumbuh besar." Ucap ibu Suri sambil mengelus perut sang Ratu.
"Apa benar bu seperti itu?"
"Tentu saja, bahkan ketika kamu berada di dalam perut ibu, kamu tak mau diam, perut ibu kau tendang terus-menerus, saat tendanganmu menekan bagian atas perut ibu, itu sedikit menyakitkan, benar saja ketika sudah lahir, kamu begitu nakal, susah sekali diatur. Hahaha.."
"Ibu bisa saja mengarang cerita untuk menjelekkanku dihadapan Anggrek."
"Ya ampun, anak ini benar-benar ya, kau pikir ibu berbohong." Ucap ibu Suri kesal
Ibu suri yang marah itu seketika melayangkan kipas angin lipat yang ia pegang tepat di paha Deon. Membuat Deon terperanjat karena kesakitan. Untung saja hanya mengenai pahanya, tidak ke bagian yang lain. Hehehe..
"Lalu bagaimana tentang selir mu itu?" Tanya ibu Suri
"Hmm.. ya begitulah bu. Dia begitu emosional dan aku begitu mengkhawatirkan bayinya, kasihan bukan jika bayi tak bersalah itu mat* di tangan ibunya sendiri, jadi aku mengalah. Aku terkadang menemuinya untuk memastikan dia menjaga kehamilannya dengan baik."
"Serba salah sekali, tapi yang terpenting itu tidak mempengaruhi hubunganmu dengan Anggrek."
"Aku mengerti posisi Deon ko bu.. tidak apa-apa, sungguh tidak masalah buatku, karena aku juga kini merasakan disaat hamil aku lebih sensitif dan butuh banyak perhatian, aku tidak mau anak itu menjadi korban."
"Oh.. sungguh kalian kini lebih terlihat sebagai suami istri." Ucap ibu Suri
Karena hari sudah mulai sore, akhirnya ibu Suri memilih untuk kembali, kini ia juga sudah merasa tenang karena Deon sudah kembali.
__ADS_1
Hari ini Deon sebenarnya ingin menemani Ratu saja selama seharian, akan tetapi pengawal istana memberi laporan jika selir Mey mulai menanyakannya.
Raja Pun menyempatkan untuk datang menjenguk, karena hari masih sore.
Sesampainya disana, Deon langsung mendapatkan pelukan dari selir Mey.
Ingin rasanya Deon melepaskan pelukan itu secara paksa, namun ia mengurungkan niatnya.
Dia terpaksa menemani selir Mey sampai matahari mulai terbenam. Saat malam tiba sebenarnya selir ingin ditemani tidur, tapi Raja memberi alasan supaya ia bisa menolak.
"Akhirnya sandiwaraku berakhir sudah, untung saja Mey percaya jika malam ini aku mempunyai tugas penting yang tidak bisa aku tinggalkan."
Tapi saat dia ingin tidur, dia memilih pergi ke kamar sang Ratu. Tapi bukannya tidur ia malah harus menuruti kemauan Ratu malam ini.
"Deon.. aku ingin buah mangga."
"Iya, biar aku suruh pelayan mengambilkannya."
"Astaga, ini kan sudah malam Anggrek, aku suruh pelayan saja ya?"
"Tidak mau." Ucap Ratu sambil memalingkan wajahnya.
"Baiklah, baiklah aku pergi."
Deon akhirnya pergi menuju perkebunan istana,
"Panjatlah pohon ini dan ambillah buah yang manis..!" Perintah Deon pada sang pelayan
Setelah dirasa cukup, ia segera kembali ke paviliun Ratu. Tapi entah kenapa Ratu tau jika itu dipetik oleh sang pelayan, Ratu menolaknya.
"Astaga, apa dia seorang peramal, bahkan dia tahu tanpa melihatnya, apakah aku dimata-matai?" Ucap Raja, ia bahkan melirik ke kanan dan ke kiri.
Saat dia tepat berada didepan pohon mangga, dia ragu untuk naik, tapi jika dia menyuruh pelayan lagi, dia pasti disuruh untuk kembali lagi.
__ADS_1
"Ya ampun, Deon kecil.. kau sangat merepotkan ayahmu."
Dengan terpaksa dia menaiki pohon mangga, karena malam hari membuat pijakan seakan tak terlihat jelas, Deon sudah 2x tergelincir dan jatuh ke tanah. Membuat jidat dan ****** nya terasa sakit.
Tapi ia tidak menyerah ia kembali naik dan tergelincir lagi membuat kakinya juga kini terasa sakit, tapi untunglah ketika jatuh dia sempat memegang dahan pohon sehingga 2 buah mangga besar terbawa jatuh bersamanya.
"Meski aku kini jalan pincang, jidat ku benjol dan pant*tku sakit, tapi aku sedikit beruntung karena berhasil mendapatkan 2 buah mangga besar."
Saat ia kembali, "Astaga, apakah kamu tadi kena rampok?" Tanya Ratu khawatir
"Memangnya ada yang berani merampok Raja di istana? Huh.. ini semua demi manggamu itu, ambilah..!"
"Terimakasih, sekarang aku yakin jika mangga ini kau yang memetiknya." Jawab Ratu sambil tersenyum.
"Hiks… bahkan istriku tersenyum senang saat aku menderita begini." Keluh Deon
"Pelayan.. tolong panggilkan tabib, dan Sani kemarilah temani aku mengupas mangga ini."
"Lalu aku?" Tanya Deon dengan wajah sedihnya
"Kau tunggu saja disitu sampai tabib datang, aku mau memakan mangga ini di teras depan. Oh iya jangan lupa bilang pada tabib itu supaya besok pagi dia datang ke peternakan untuk memeriksa si Manis...!" Ucap Ratu melangkah pergi.
Namun sebelum pergi ia sempat mencium pipi kanan Deon dan berbisik "Cepat sembuh ya sayang..!"
Deon hanya menatap Ratu dengan tatapan kesal dan cinta dalam waktu bersamaan.
"Ya ampun, besok masih akan ada drama lagi. Apa aku pura-pura pingsan saja ya sampai besok sore." Keluh Deon dalam hatinya.
Follow akun author ya..! icha_violet
Terimakasih :)
Bersambung...
__ADS_1