
Angga dan Gita akhirnya diam, mereka melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Reza. Mereka dapat melihat jika mobil Aldi sudah keluar dari rumah itu.
"Bagus nih, kita bisa langsung serang kak." Ucap Gita pada Angga
"Hmm.. sabar Git..!" Angga
Setelah 10 menit mobil om Aldi itu berlalu, Reza yang pertama melihat secara dekat, menghitung berapa jumlah pengawal yang berjaga di luar.
"1, 2, 3, 4, badannya serem, bisa gede-gede gitu ya mereka makan apa?." Ucap Reza pelan.
Lelaki itu kembali ke markas (mobilnya), "guys.. ada 4 orang yang berjaga di luar, tapi kalian yakin bisa mengalahkan mereka?, badannya mereka kaya kingkong semua." Ucap Reza dengan serius
"Haha.. Lebay, mana ada segede kingkong, bilang aja kalau kamu takut..!." Angga
"Hmm.. pokoknya badan mereka ototnya gede-gede." Reza
"Kalau gitu, kita harus pake cara cerdik, jangan pake otot aja." Angga
"Emang kakak punya ide?." Gita
"Belum, hehe.." Angga
Mereka berdiam sejenak memikirkan cara agar bisa masuk ke dalam.
Mereka berpikir jika banyak pengawal yang menjaga rumah itu, berarti ada yang dijaga dari rumah itu, ada sesuatu yang berharga atau disembunyikan.
Mereka semakin yakin jika ada sesuatu di dalam, karena om Aldi bilang kalau Kirana bersamanya berarti ada kemungkinan besar gadis itu disembunyikan dirumah ini.
Tapi, untuk apa dia menyembunyikan Kirana?, dia kan anaknya sendiri. Apa dia tidak mau jika gadis itu kabur lagi? Bukankah dia papanya, dia bisa memberi waktu agar gadis itu bisa menerima kenyataan, tidak perlu dengan memaksa apalagi sampai menculiknya.
Mereka tidak mengerti dengan jalan pikiran Aldi, mereka saat ini hanya ingin memastikan jika Kirana baik-baik saja.
Karena Gita membawa banyak perlengkapan di tas ransel besarnya itu, dia memanfaatkan yang ada.
Mereka bergegas berganti pakaian, memakai baju yang bisa dibilang sederhana bahkan norak ya, baju yang membuat penampilan mereka seakan datang dari pedesaan.
"Baju itu cocok Za di badan kamu, selera Gita bagus. Hahaha.." Angga
"Ledekin aja terus..!" Reza
"Sssttt… gini ya, kalian dengarkan dengan baik-baik..! Kita menyamar sebagai pembantu tambahan, kamu Za pura-pura jadi tukang kebun..! Ok?, kalau mereka percaya ya syukur kita bisa masuk, tapi kalau mereka curiga, biar aku yang bereskan." Gita
"Kamu yakin ngalahin kingkong 4 didepan itu?" Tanya Reza
"Hmm.. yakin lah." Gita
Mereka turun dari mobil, bahkan gaya rambut Reza dan Angga pun berubah, dengan penampilan seperti itu mereka seperti turun kasta. Hehe
"Kalian tetap ganteng kok." Puji Gita yang sebenarnya mengejek sih, bahkan dia sempat-sempatnya memotret dua laki-laki itu.
"Sipp.. aku simpan sebagai kenang-kenangan.hehe." Gita
__ADS_1
Angga dan Reza tidak mengatakan apapun, mereka hanya pasrah, karena kini Gita Bos nya.
Mereka secara bersamaan menghampiri rumah itu dan mulai bertanya pada penjaga gerbang.
Awalnya pengawal itu sempat curiga, namun memang di dalam hanya ada 1 pelayan, pengawal itu mengizinkan mereka melewati gerbang.
Namun saat pengawal itu menuju Pos depan, dia sepertinya akan menelepon Aldi untuk melaporkan hal ini, dengan cekatan Gita mengunakan cincin ajaibnya. Membuat pengawal besar itu pingsan seketika.
"Gue setrum juga lo, biar gak nyusahin gue, dan gue udah kasih dobel bonus ya, gue setrum lo dengan kekuatan tinggi dan 2 kali sengatan, gue pastiin lo pingsan selama 1 jam. Haha.." Gita
Karena Pos itu tertutup, pengawal lain tidak melihat kejadian itu, bahkan Reza dan Angga sedang mengobrol dengan pengawal lain, untuk meyakinkan mereka.
Gita menghampiri mereka.
"Kalian tunggu disini, biar kami hubungi Bos kami dulu..!" Pengawal
"Gimana ini?" Tanya Reza
Tidak ada pilihan lain untuk Gita, dia harus membuat mereka pingsan juga, kalau sampai mereka menelepon Aldi. Bisa bahaya nanti, dan urusannya pasti semakin rumit.
Gita menghampiri 2 pengawal itu dari arah belakang dan mereka berdua tergeletak di tanah.
"Git, apa yang kamu lakukan, apa mereka mati? Astaga kakak gak mau kalau kamu nanti di penjara." Angga panik
"Mereka cuma pingsan kak, tutupi saja tubuh mereka dengan dedaunan itu, biar pengawal yang satunya lagi tidak melihat..!" Gita
"Ok Bos." Reza
Karena Reza sempat melihat aksi pacarnya itu membuat orang pingsan, dia sudah tidak kaget lagi, namun Angga hanya diam terpaku disana.
"Ini pingsan cuma 10 menit?." Tanya Reza
"Gak, aku kasih bonus jadi 1 jam, jadi kita harus cepat, ayo..!" Gita
Gita menyeret kakaknya yang masih seperti orang ling-lung itu.
"Hahaha.. kakak kamu kenapa?." Tanya Reza
"Kamu tahu jawabannya, kan kamu pernah juga begini." Jawab Gita
Jawaban itu membuat Reza teringat masa itu, dimana dia sama kagetnya dengan Angga sekarang.
Pengawal yang satu lagi ternyata sedang ke toilet di bagian dalam rumah, mereka masuk mengendap-ngendap melihat situasi di dalam rumah.
"Siapa kalian?." Tanya pelayan wanita di dalam rumah
"Kami pekerja baru." Gita
"Benarkah?" Tanya pelayan itu, lalu mengeluarkan ponselnya.
Astaga, pasti dia mau melapor, cincin ku sepertinya kamu harus bekerja keras hari ini..! Batin Gita
__ADS_1
Brukkk….
Pelayan itu ambruk di lantai, pingsan karena sengatan listrik dari cincin Gita.
"Git, uda berapa orang yang kamu bikin pingsan begitu?." Tanya Angga
"Hmm, mereka gapapa kok kak, cuma pingsan, sebaiknya kakak dan Reza cari pengawal yang satunya lagi, biar dia gak lapor om Aldi, nih masing-masing bawa balok kayu ini..!" Gita
"Terus kamu mau kemana?." Reza
"Cari Kirana lah." Gita
"Oh ok." Jawab Reza
Kenapa bukan gue aja yang nyariin Kirana? Keluh Reza di dalam hatinya.
Pintu kamar pertama dikunci, saat diketuk tidak ada orang yang menjawab panggilan Gita.
Apa Kirana didalan di ikat dan di tutup mulutnya? Bagaimana ini? Aku harus mencari kuncinya. Pikir Gita
Namun terdengar teriakan, "Gita… tolong..!" Angga
"Kak Angga." Gita
Saat Gita menghampiri mereka ternyata mereka sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, meski telah dibekali senjata ternyata pengawal itu kuat, membuat Angga dan Reza kewalahan.
"Sini, serang gue.. mereka cuma murid baru gue, kalau berani sini lawan gurunya..!" Teriak Gita
Reza dan Angga menatap Gita dengan tatapan kesal.
"Hahaha… masa gue ngelawan cewek? Jangan so jadi pahlawan!, mereka aja kalah." Pengawal
Tanpa basa basi tendangan Gita mendarat di pipi kanan pengawal itu, membuat satu gigi depannya copot, dan jatuh ke lantai.
Pengawal itu terduduk menangisi giginya, bahkan memegangi gigi itu sambil menangis.
"Gigi gue…. Hiks… gue gak mau ompong." Ucap pengawal itu sambil menangis.
Angga dan Reza tertawa melihat pengawal itu, sungguh menggelikan melihat pengawal yang tadinya, gagah, sangar, dan kuat.
Tiba-tiba ia menangis terduduk seperti anak kecil bahkan dengan darah yang keluar dari giginya, yang tadinya wajah pengawal itu gagah berubah lucu karena giginya yang ompong.
"Hahaha…." Angga dan Reza tertawa.
Namun Gita dengan segera menyerang lelaki itu dengan cincinnya agar lelaki itu diam.
"Kok dibikin pingsan? Kan lucu Git, aku belum puas melihatnya." Tanya Reza
"Aku tidak tahan mendengarnya menangis, lagi pula kalian lupa misi kita apa?." Gita
Reza dan Angga tersenyum karena malu, mereka malah merasa mendapat hiburan dari pengawal yang terluka tadi.
__ADS_1
"Kak Gita…" Teriak seseorang.
Bersambung….