Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Maya Hilang


__ADS_3

Pagi ini Reza dan Angga pergi bekerja, Gita berangkat kuliah dengan memakai motor Reza yang sempat ditinggalkan di rumahnya.


Gadis itu berpenampilan tomboy namun sempat berdandan, membuatnya tetap cantik meski berpenampilan seperti itu.


Dia tidak mungkin bukan jika naik motor Reza dengan menggunakan rok. Hehe


Dia janjian bertemu Nisa di taman kampus.


"Hey.. Gita sini..!" Teriak Nisa.


Gita menghampiri sahabatnya itu, dia juga merasa rindu karena kemarin tidak bertemu dengannya.


"Lo pake baju model gitu lagi? Astaga, kemarin udah bagus loh Git." Nisa


"Kali-kali lah Nis, gue bawa motor Reza, mana bisa pake rok," ucap Gita.


"Oh, hahaha.. kirain lo baru putus terus penampilan lo berubah lagi kaya dulu karena patah hati," ejek Nisa.


"Ngaco lo," Gita merasa kesal.


Gita meninggalkan sahabatnya itu, dia berjalan menuju kelas, namun Nisa berlari menyusul Gita.


Mereka memang sering saling ejek, saling bete namun akur lagi di detik berikutnya.


Mereka duduk di kursi masing-masing menunggu dosen yang akan mengajar mata kuliah pagi.


"Git, kemarin lo kemana, kok gak masuk sih? Abis lo nanti sama Pak Rendi, dia paling kesel kan kalau ada yang bolos gitu." Nisa


"Astaga gue lupa kalau kemarin dia yang ngajar, gimana dong? Tolongin gue..!." Gita


"Tau ah, gue bantu doa aja ya, haha.." Nisa


"Lo tuh temen gue bukan? Masa seneng liat gue menderita," keluh Gita.


"Bodo ah, makanya kalau mau bolos ngajak-ngajak dong..!" Nisa.


Gita hanya bisa pasrah bila nanti menghadapi pak Rendi, dengan tugas dan ceramahnya yang panjang dari dosen itu.


***


Angga yang sedang berada di kantor bukannya dia bekerja, dia malah sibuk memikirkan cara agar bisa tes DNA.


Apa aku harus jujur sama Kirana? Pikir Angga


Angga akan merasa senang sekali jika dia tahu kalau dia punya adik, selama ini dia selalu merasa sendirian meskipun keluarga Baskoro menganggapnya sebagai bagian dari keluarga mereka.


Namun tetap saja ketika Angga menyadari jika dia hanyalah anak angkat, dia akan merasa tidak ada orang lain di hidupnya, meratapi takdirnya yang menyedihkan.


Setelah mimpi itu, Angga menjadi ingin tahu kebenaran masa lalunya, ingin tahu dimana keluarga aslinya.


Aku yakin aku bukan anak dari om Aldi, tahun pernikahannya pun kira-kira setelah aku berumur 7 tahun, tapi jika aku anaknya dan aku lahir sebelum mereka menikah dan membuangku, bagaimana? Pikirnya


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Masuk.."


"Pak Angga satu jam lagi rapat bulanan, mengenai kenaikan penjualan." Pak Surya


"Pak Surya saja yang memimpin rapat bulan ini, aku sedang ada pekerjaan lain yang penting." Angga


"Baik, permisi." Pak Surya


"Aku sedang tidak ingin bekerja," keluh Angga.


***


Saat hari sudah malam, dan semua orang telah kembali ke rumah mereka dan juga beristirahat.


Reza merasa khawatir karena ibunya belum pulang, padahal sudah pukul 21.00 WIB.


"Pah, mamah kenapa belum pulang, mamah pergi kemana pah?." Reza


"Tadi siang sih pamit mau berbelanja sama bu Hanna, mungkin masih disana, biasanya kan kamu juga malah kebetahan lalu menginap di rumah Gita, hehehe.. ," goda Sanjaya.


"Mana mungkin pah kalau mamah juga menginap, ya udah aku telepon mamah dulu deh." Reza


Setelah beberapa kali mencoba menghubungi, namun ponsel bu Maya sepertinya tidak aktif.


"Coba kamu telepon si Udin (supir), tadi kan mamah kamu pergi sama dia." Sanjaya


"Gak aktif juga, aku telepon Gita deh." Reza


"Kenapa jadi nelpon pacar kamu, kamu niat gak nyariin mamah kamu?," ucap Sanjaya.


"Hmm.. iya kan aku nanyain mamah lewat Gita pah, kali aja masih ada di rumah bu Hanna." Reza


"Oh, yaudah telepon sekarang..!" perintah Sanjaya.


Gita mengangkat teleponnya namun bu Maya sudah pulang dari jam 6 sore tadi. Menurut Gita bu Maya juga berniat langsung pulang karena bu Maya yang mengatakan jika dia ingin sampai dirumah dengan cepat, calon mertuanya itu merasa jika dirinya kelelahan setelah berbelanja.


Reza semakin khawatir, namun Sanjaya menyuruh Reza menunggu sampai jam 10 malam, siapa tahu mobil ibunya itu mogok dan sedang di bengkel sekarang.


"Kita tunggu dulu Za, kalau belum pulang juga, kita cari bersama-sama, karena belum 24 jam kita gak bisa lapor polisi, papah harap ibu mu baik-baik saja." Sanjaya


"Iya pah," ucap Reza yang tertunduk lesu.


Satu jam berlalu, tiba-tiba ada pesan masuk dari om Aldi.


| Kamu pasti lagi mencari ibumu kan? Hahaha, kalau kamu mau dia selamat, bawa Kirana kemari! | Aldi


Seketika Reza yang sedang berdiri itu langsung terduduk lesu di sofa.


"Kamu kenapa Za?." Sanjaya

__ADS_1


"Ini pah, baca aja..!" ucap Reza l, lalu memberikan ponselnya.


"Benar-benar kurang ajar si Aldi itu, papah harus beri dia pelajaran, bukannya Kirana bersamanya kenapa masih menanyakannya pada Kita?" Sanjaya emosi.


"Sebenarnya … ," ucap Reza ragu.


"Sebenarnya apa? Jangan bilang kalau kamu masih berurusan dengan Kirana dan Aldi?" Tanya Sanjaya.


"Iya pah." Reza


"Kalau begitu kamu kembalikan dia pada ayahnya dan biar ibumu bisa pulang!," teriak Sanjaya.


"Tapi pah, aku gak tega, Kirana sendiri yang merasa takut pada papanya, kasian kan pah?" Reza.


"Lalu kamu mau mengorbankan mamamu hah? Cepat beritahu dimana Kirana?" Sanjaya.


Untung saja Angga datang disaat yang tepat, lelaki itu menenangkan Pak Sanjaya, berusaha mencari solusi yang terbaik.


Angga dan Gita merasa khawatir setelah mendapat telepon dari Reza, mereka memutuskan datang ke rumah keluarga Sanjaya untuk sekedar memastikan, dan ternyata situasinya lebih bahaya dari itu.


Sanjaya yang ambruk karena syok, dia akhirnya hanya bisa menunggu di rumah, sementara Reza, Angga, dan Gita mencoba mencari bu Maya.


Mereka bertiga ditemani 2 pengawal yang sengaja dibawa Angga.


Mereka datang ke tempat dimana Kirana pernah dikurung, namun rumah itu sepertinya tidak ada penjagaan, saat Angga memberanikan diri masuk rumah itu ternyata dikunci, dilihat dari jendela pun tidak ada orang.


Mereka memilih kembali saja, dengan hati kecewa Reza bahkan kini merasa frustasi.


"Harus kemana lagi kita mencari? om Aldi pasti tahu jika kita akan datang ke tempat ini, makanya dia menyekap mamah ditempat baru," ucap Reza kesal.


"Sabar Za, kita harus berpikir jernih, jangan gegabah dan jangan beritahu Kirana dulu, karena pasti akan menjadi rumit," ucap Angga.


"Iya, Kirana pasti merasa bersalah dan bisa saja dia menyerahkan dirinya ke om Aldi, kita harus selamatkan dua-duanya..!" Gita


"Tiga-tiganya Git, kan pak Udin sopir mamah ikut juga." Reza


"Haha.. iya tiga, kamu ini lagi sedih ternyata masih bisa bercanda." Angga


Mereka menelpon tante Jani, berharap tantenya itu tahu rumah om Aldi yang lainnya. Tapi nihil, dia tidak tahu sama sekali, bahkan rumah yang diceritakan Reza tempat dimana mereka menemukan Kirana pun, Jani baru tahu.


Tante Jani pun ikut khawatir, namun Reza mengingatkan jika tantenya itu harus tenang mengingat kondisinya yang masih sakit, Reza juga berpesan agar tidak memberitahu Kirana.


"Tante Jani gak tahu, kita harus mencari kemana lagi?" Reza


"Ini sudah jam 02.00 WIB, kita pulang dulu kita lihat kondisi papamu, kita lanjut mencari di pagi hari, ok?" Angga


"Tapi…" Reza


"Iya, kamu kan belum makan, kita isi tenaga dulu, kita cek dulu papah kamu, baru kita cari lagi..!" bujuk Gita.


Akhirnya mereka memilih pulang, menunggu kabar, siapa tahu om Aldi menghubungi ponsel Reza lagi, karena setelah mengirim pesan itu nomor ponsel Aldi tiba-tiba tidak aktif.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2