Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Persiapan Gita


__ADS_3

Jani kini menunggu di ruang tamu, dia duduk dengan cemas, dia berharap bisa membawa pulang Kirana malam ini juga.


Kirana keluar dari persembunyiannya, menampakan wajah sedihnya dihadapan tantenya yang masih berada disitu.


"Tante…." Kirana


"Kirana, sejak kapan kamu disitu?." Maya


"Tante…" Kirana berhambur memeluk Maya, menangis sebanyak yang ia bisa, dia tidak ingin menahannya lagi.


Maya begitu sedih melihat Kirana terpukul seperti ini, apa yang dikatakan Jani memanglah sangat kejam untuk hati Kirana yang lembut itu.


"Tante, aku tidak mau pulang.." Kirana


"Tapi sayang, tante tidak berhak melarang ibumu, kamu cobalah pulang dulu, dan sering-seringlah datang kemari..!." Maya


"Iya tante, bagaimanapun itu adalah ibuku yang harus aku hormati kan tante?." Kirana mencoba berdamai dengan keadaan.


"Iya sayang, kamu memang anak yang baik." Maya


Setelah itu Maya membawa Kirana menemui Jani, disana Maya mempersilahkan Jani membawa anak gadis itu pulang.


"Bawalah pulang..! Dan jaga dia dengan baik..! Jika sampai aku mendengar hal yang tak seharusnya ku dengar, aku akan membawa Kirana kembali kesini." Maya


"Iya mba." Jani hanya menjawab singkat.


Dia pulang bersama Kirana kembali ke rumah karena Aldi memintanya.


***


Reza pulang dengan perasaan senang, dia merasa keluarga Gita itu hangat dan ramai.


Namun setelah sampai rumah dia merasa sepi, ditambah melihat raut wajah ibu nya yang sedih.


Pak Sanjaya sedang diluar kota, membuat Bu Maya tidak bisa melarang Jani membawa Kirana, dia seakan tidak rela melepaskan Kirana.


Bu Maya menceritakan semua kejadian hari ini pada Reza, membuat pria itu juga merasa heran dan penasaran.


Dia akan menemui om nya itu untuk membahas masalah ini.


"Mah, bagaimana acara pertunanganku nanti, sudah siap semuanya." Tanya Reza


"Astaga, mamah lupa Za belum ngecek lagi, belum menghubungi Hanna, 2 hari lagi ya Za? Senangnya melihat anak mamah sudah tumbuh dewasa, mamah harap kalian cepat memberi mamah cucu biar rumah ini ramai." Maya


"Astaga mamah sampai lupa, keterlaluan sekali, ini baru tunangan mah, belum juga menikah, masih lama prosesnya mah, mamah mau Reza produksi anak dulu?hemm.." Reza

__ADS_1


"Hehe jangan dong Za kamu ini." Bu Maya tertawa sambil memukul-mukul anak lelakinya itu.


Suasana hati Bu Maya pun kembali ceria, selama Kirana disini dia bahkan melupakan persiapan pertunangan anaknya.


Reza menemani ibunya makan malam, meski dirinya sudah makan, namun dia ingin menemani ibunya makan agar ibu nya itu semangat makan.


Reza juga membahas tentang dekor yang bu Hanna dan ibunya pilih itu, awalnya mereka ingin mengadakan acara tunangan itu secara sederhana, namun ternyata Pak Baskoro ingin mengenalkan anak perempuannya pada semua rekan bisnisnya, jadi acara itu diselenggarakan dengan meriah.


***


Pagi ini Bu Hanna mengajak anak gadisnya melakukan perawatan tubuh agar anak gadisnya terlihat fresh saat acara pertunangan nanti.


Dia juga mengajak Gita melihat tempat acara itu, mencoba baju yang nantinya akan dikenakan Gita.


"Ayo Git, cepetan dong..!" Hanna


"Sebentar mah, mamah ini semangat sekali, sebenarnya yang mau tunangan itu aku atau mamah?." Gita


"Hehe.. kamu lah, cuman sepertinya mamah terlihat lebih bahagia daripada kamu, karena mamah ingin segera melihat cucu mamah." Hanna


"Ya ampun, keterlaluan sekali, itu masih lama mah." Gita


"Bagaimana kalau sebulan setelah tunangan kamu menikah aja Git?." Hanna


"Iya iya, mamah akan sabar nunggu proses cucu mamah yang menggemaskan itu hadir dihidup mamah." Hanna


"Hemm.. mamah mamah, kamu ini gak sabaran sekali." Ucap Baskoro yang lewat memakai kursi rodanya.


"Ih papah, tapi papah juga senang kan kalau punya cucu." Hanna


"Iya mah, tapi jangan buat Gita tertekan dengan keinginan mamah, mungkin Gita mau menikmati masa mudanya dulu, tunangan ke acara pernikahan kan bisa melalui banyak waktu juga."Baskoro


"Iya pah, mamah berangkat ya sama Gita, papah gapapa kan ditinggal sendirian." Hanna


"Iya mah gapapa, banyak pelayan disini, tapi jangan lama-lama..!" Baskoro


"Siap pah." Hanna.


Gita hanya tertawa kecil mendengarkan percakapan orang tuanya itu, membahas cucu, Gita teringat saat dimana ia berada di dunia komik, dia berharap nanti anaknya akan selucu bayi yang pernah dilahirkannya di dunia komik.


Hari ini benar-benar membuat tubuh Gita segar, pijatan yang membuat rasa lelah dan pegal-pegalnya hilang, ditambah aroma tubuhnya kini tercium sangat wangi, saat dia menyentuh kulitnya terasa lembut dan kenyal.


"Gimana sayang, disini hasilnya memuaskan bukan?." Hanna


"Iya mah, sering-sering dong mamah ajakin Gita kesini..! " Gita

__ADS_1


"Kamu pura-pura lupa, apa benar-benar lupa? Bukankah dulu mamah selalu ngajak kamu perawatan, kamu nya aja yang keras kepala selalu menolak bahkan dipaksa pun tidak mempan, nah sekarang malah nyalahin mamah." Hanna merasa kesal pada anak gadisnya itu.


"Hehehe… maaf deh mah, Gita kira perawatan itu cuman dandan aja, kan Gita gak suka, tapi kalau ada perawatan trus pijatan gini sih Gita mau." Gita


"Makanya coba dulu..!." Hanna


"Iya, ini kan udah dicoba, mamah kok cerewet." Keluh Gita


"Iya terlambat, sudah lama sekali mamah ajakin kamu." Hanna.


"Hehehe.. ah mamah." Gita


Ibu dan anak itu kini terlihat kompak, Hanna merasa baru mempunyai anak perempuan.


Saat disana pun, banyak yang menanyakan Gita, karena Hanna tidak pernah pergi bersama anaknya itu ke tempat ini.


Para karyawan salon dan tempat SPA itu begitu memuji anak gadis Hanna yang terlihat cantik natural, di make up sedikitpun sudah cantik.


Ya, memang Gita tidak pernah memakai sembarang kosmetik, dia bahkan tidak pernah memakainya.hehe


Setelah dari tempat itu, Bu Hanna mengajak Gita ke tempat yang lain, ke butik dan juga melihat gedung yang akan mereka pakai untuk acara mereka.


"Mah, kenapa gedungnya seluas ini, mewah lagi, sayang kan uangnya." Gita


"Astaga Gita, kamu ini, bukannya acara kamu spesial, ya tempatnya juga harus spesial dong." Hanna


"Tapi mah, mubazir tahu, mending santuni anak yatim aja." Gita


"Kalau acara santunan anak yatim nanti ada kok acaranya, lagian apanya yang mubazir kan ini gratis." Hanna


"Maksud mamah? Ini gedung punya kenalan mamah." Gita


"Astaga, gini nih kalau punya anak tapi tidak mau tahu sama sekali bisnis papanya, ini tuh gedung punya papah kamu Git." Ucap Hanna menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak habis pikir.


"Wah.. Gita baru tahu, papah bisnis sewa gedung juga.hehe.. udah mah kita pulang, kaki Gita nanti pegel-pegel, sayang tahu tadi udah dipijit."


"Hahaha… kamu tuh bisa aja."


Saat perjalanan pulang, hari sudah sore, ternyata jalanan cukup macet tidak seperti biasanya, ternyata ada kecelakaan yang terjadi di depan sana.


Gita turun sebentar melihat siapa yang terbaring di ranjang ambulans itu.


"Astaga..." Gita kaget sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2