Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Titik Terang


__ADS_3

Ina dan Ayahnya membuat laporan ke duanya, pertama kali laporan itu dibuat saat siang hari, gadis itu yang sudah lebam-lebam bahkan sudah membawa surat dari rumah sakit.


Teman-temannya juga ada yang bersaksi melihat Ina dan Gita berdebat hingga terjadi kontak Fisik, namun sebatas apa kontak fisik itu terjadi mereka tidak menjelaskannya karena hanya itu yang mereka lihat.


Gita melanjutkan mata kuliah hari ini, bu Hanna yang mengkhawatirkan anak gadisnya itu ingin menunggu Gita sampai pulang.


"Git, mamah tungguin sampe pulang ya?."


"Gak mah, emang Gita anak TK." Jawabnya kesal.


"Tapi mamah khawatir sama kamu sayang."


"Kalau mau nunggu di mobil aja mah di depan sana, itu pun kalau mamah kuat nahan panas. Hehe.. jangan disini mah Gita malu masa udah segede gini masih ditungguin."


"Ya udah mamah pulang, nanti mamah jemput kamu.


"Iya mah."


Gita masuk ke kelasnya dan bu Hanna kembali ke parkiran mengendarai mobilnya, menuju arah rumah.


Bu Hanna menceritakan masalah ini pada anak laki-lakinya, tentu saja kini Angga merasa cemas bahkan langsung mencari pengacara terbaik, mencari detektif juga untuk mendalami kasus ini.


Yang pertama mereka lacak adalah rumah sakit dimana tempat Ina memeriksakan lukanya.


"Mamah tenang aja ya! Gita biar Angga yang urus." Jawab Angga lewat saluran telepon tadi.


Bu Hanna sedikit lega, ia kembali dengan rutinitasnya dirumah merawat sang suami dan membiarkan Angga mengurus semuanya, bahkan nanti Angga yang akan menjemput Gita.


***


Reza yang sedang bekerja kini sedang melamun di ruangannya.


Gue kangen, padahal tadi gue pengen nganterin dia eh.. malah diantar camer. Keluhnya dalam hati


"Bos…." Tanya Roni


"Hmm.." 


"Ada rapat 10 menit lagi Bos."


"Iya, kamu aja yang memimpin, aku lagi ingin berdiam diri di ruangan ku."


"Ah.. baiklah." Jawab Roni.


Roni sebenarnya merasa terbebani jika Bos nya itu melimpahkan semua pekerjaannya padanya. Apalagi jika itu dadakan dan membuat Roni kewalahan, namun apalah daya dia masih membutuhkan pekerjaan ini. Tentu dengan gaji yang fantastis yang diberikan Reza.


Dia juga sudah 5 tahun bekerja, dia mulai menikmatinya dan nyaman dengan perusahaan ini. Meski terkadang Bos Mudanya ini bertingkah sangat menyebalkan, menyuruhnya melakukan hal diluar pekerjaan kantor.


Apa gue telpon aja ya? Pikir Reza


Dia mengambil handphonenya, namun menaruhnya kembali.

__ADS_1


Ah, kalau dia masih belajar bagaimana? Mengganggu bukan? Astaga serba salah. Batinnya


Lelaki itu kini berpindah ke sofa, dan membaringkan badannya, menggenggam Handphone itu sampai tertidur.


Saat Roni kembali untuk mengambil dokumen untuk rapat dia malah melihat Bosnya yang bahkan mendengkur.


Ya.. ya Bos mah bebas. Batin Roni


Dia keluar dengan mengendap-ngendap bahkan memberitahu karyawan lain untuk tidak masuk ke ruangan Reza.


***


Waktu istirahat pun tiba karena mata kuliah pertama Gita telah selesai, dia berdiam diri di kantin kampus sendirian dengan makanan yang belum di sentuh, Nisa tidak masuk hari ini sepertinya sahabatnya itu sakit demam.


Dia menscroll handphone nya dan berakhir di satu Nama, lalu mengirimnya pesan.


| Lagi apa? | Gita


10 menit kemudian,


| Kamu sibuk ya? Sampe gak sempet bales chat aku.| Gita


Gadis itu merasa kesal, menunggu handphone nya yang tak kunjung berdering.


Dia meluapkan emosinya pada makanan di depannya, memakannya dengan cepat.


Sementara disebrang sana Reza masih tertidur pulas, menikmati tidur siangnya.


"Gita ya, aku cuman mau kasih kamu info, kalau kemarin aku melihat Ina bertengkar dengan pacarnya Reno di belakang kampus, dan jangan bilang kalau kamu tahu itu dari aku ya!."


Gita mulai mencerna apa yang didengarnya, sementara gadis itu langsung pergi begitu saja.


"Mm… sepertinya gue mulai paham dengan apa yang terjadi." Ucap Gita pelan


***


Reza yang kini sudah bangun mulai mengucek-ngucek matanya, melihat handphone nya dan melihat pesan dari Gita.


Dia tersenyum lalu membalasnya, namun pesan itu tidak dibaca Gita, Reza mulai menelpon dan ponsel Gita sudah tidak aktif karena sudah mulai mata kuliah kedua.


Saat Reno masuk.


"Kenapa kamu tidak membangunkanku?." Reza


"Maaf Bos, kelihatannya Bos nyenyak sekali, aku tidak tega."


"Seharusnya kau membangunkanku!, aku melewatkan sesuatu yang penting tadi."


"Tenang Bos semua aman kok, Rapat juga sudah saya tangani." Ucap Roni yang mengira jika yang penting adalah masalah pekerjaan.


"Ah sudahlah, lebih baik aku tidur lagi, dan bnagunkan aku ketika jam pulang tiba!"

__ADS_1


"Baik.." jawab Roni lesu.


Kalau si Bos kumat, pasti deh aku yang kena imbasnya, aku yang harus menyelesaikan semuanya. Sabar… sabar.. Batin Roni.


***


Angga yang pulang lebih awal, dia langsung menuju kampus adiknya itu, bahkan dia menunggu di depan kelasnya Gita.


Saat lelaki itu masuk, banyak mata tertuju padanya, Wina dan teman-temannya pun mulai kepo. Wina tidak menjelaskan jika laki-laki itu adalah kakak Gita, biarlah mereka menganggap kalau Gita benar-benar menggunakan pelet dan menggaet pria-pria tampan.


Saat Gita keluar, kak Angga langsung menghampirinya, mengajaknya ke tempat yang nyaman untuk berbicara mengenai kasusnya.


Mahasiswi yang melihat pun, mulai menerka-nerka. Karena Angga bukan kakak kandung Gita, wajah mereka pun tidak mirip sama sekali.


"Git, kamu gapapa kan? Kamu tenang ya, kakak akan urus masalah kamu sampai tuntas."


"Iya kak, aku gapapa kok, kayak yang gak tau Gita aja deh."


"Hahaha.. iya tau, kamu itu kuat, bahkan lebih kuat dari kakak."


Mereka tertawa bersama membuat semua wanita yang melihat merasa iri.


"Dia beneran pake pelet kali, udah sama Reza, sekarang sma siapa lagi tuh?."


"Iya bener, padahal gak cantik ya? Dapetnya cowok yang Ok semua."


"Kita harus beritahu para lelaki itu, kalau mereka dipermainkan oleh Gita."


"Bener-bener.."


Angga mulai bertanya awal mula kejadian itu. Gita Pun mulai menceritakan semuanya bahkan tentang gadis yang datang waktu jam istirahat tadi.


Akhirnya mereka menemukan sedikit titik terang, Anggapun mengajak Gita pulang, Gita menggandeng tangan Angga tanpa rasa malu, karena memang dia sedikit manja jika bertemu dengan kakaknya itu.


Semua mata wanita mengarah pada Gita, seolah memberikan kesan tidak suka,iri, bahkan benci.


Sampai akhirnya mereka menghilang bersama dengan mobil hitam milik Angga.


Beberapa menit kemudian Reza datang berniat menjemput Gita, karena Handphone pacarnya itu masih belum aktif, Reza menghubungi bu Hanan dan ternyata sedang berada di rumah dan tidak bersama Gita.


Membuat Reza bergegas ke kampus menjemput pujaan hatinya.


"Kak Reza cari Gita ya?."


"Iya."


"Udah pergi kak sama cowok ganteng tadi, udah putusin aja kak! Gita itu cuman mainin kakak, dia juga biasa aja, cantik nggak, miskin iya." Ucap Gadis itu.


Reza mengerutkan keningnya, apa Gita sengaja mematikan handphone nya karena dia sedang berselingkuh? Pikir Reza


Reza fokus dengan kata pergi dengan cowok ganteng, dan mulai menerka-nerka, lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2