Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Menunggu Ibunya


__ADS_3

Hari mulai sore, Reza bersiap-siap pulang. Dia merindukan kekasihnya, namun saat melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


Pasti Gita sudah pulang, gue lagi gak mau ketemu kak Angga, hari ini rasanya lelah. Pikir Reza


Lelaki itu tidak mau jika menemui pacarnya di rumah, karena pasti ada kakaknya itu, hari ini badan Reza sedang tidak memungkinkan untuk diajak kerjasama, dia memilih merebahkan tubuhnya daripada harus melakukan banyak hal yang diminta calon kakak iparnya itu, satu kata yaitu melelahkan.


Saat sampai di rumah, nyatanya tidak ada siapapun, dia mencoba menelepon ibunya, ternyata Maya dan Sanjaya lagi berkunjung ke rumah tante Jani dan akan pulang nanti malam.


"Kok lama sih mah?" Reza


"Sebentar itu Za, kamu kaya anak kecil aja, gapapa lah kamu sendirian di rumah." Maya


"Sepi aja mah." Reza


"Kamu ke rumah Gita aja, disana kan rame tuh..!, hehe.." Maya


"Hmm, mamah tumben banget ke rumah tante Jani?" Reza


"Ya, jengukin aja.. tapi ternyata ada gosip baru loh Za, mamah kan kepo, ya udah mamah ngobrol lama deh sama tante kamu. Hehe.." Maya


"Reza gak suka gosip mah." Reza


"Kamu juga pasti penasaran, karena Kirana menemukan kakak kandungnya." Maya


"Apa? Siapa mah, kok bisa, ketemu dimana?, orangnya seperti apa?" Reza


"Katanya gak suka gosip." Maya


"Ini sih bukan gosip mah, tapi info penting, cepet dong cerita mah..!" Reza


"Nanti aja dirumah, assalamualaikum." Maya


"Bentar dulu dong mah..!" Reza


"Yah dimatiin lagi, waalaikumsalam," ucap Reza


Gara-gara ibunya itu kini Reza gak bisa tidur ataupun melakukan aktivitasnya dengan tenang, dia terus memikirkan cerita mamanya itu, dia begitu penasaran, bahkan dia rela menunggu ibunya di ruang tamu.


Astaga, lama sekali. Keluh Reza dalam hati


***


Sore ini di keluarga Baskoro, Angga telah mendapatkan penjelasan dari Kirana tentang menjadi pacarnya, kini dia mengerti maksud Kirana.


Angga menyetujui usul Kirana bahkan besok mereka janjian pergi menemui Aldi, berharap mendapat info tentang ibu mereka.


Gita yang baru sampai dia langsung duduk dan minum, dia lelah hari ini.


"Baru pulang?" Angga


"Iya kak." Gita

__ADS_1


"Kok gak diantar Reza?" Angga


"Nggak, lagian dia mana mau ke rumah ini lagi kalau kakak masih sakit, ntar dikerjain lagi." Gita


"Hahaha… kalian baper amat." Angga


"Bukan baper, tapi emang kakak nyebelin banget, jadi malesin." Gita


"Ish, kakak gak nyebelin tapi ngangenin." Angga


"PD banget sih," ucap Gita berlalu pergi mencari keberadaan ibunya.


Setelah itu, Gita makan dengan makanan yang disediakan Bi Mina, dia begitu lapar.


Padahal kalau mamah yang masak, pasti lebih enak. Pikirnya


Angga pun ikut bergabung makan, dia juga ingin saja mengobrol dengan adiknya itu, yang masih bisa ditemui setiap hari, karena untuk kedepannya Angga tidak tahu yang akan terjadi.


Bu Hanna dan Baskoro pun ikut bergabung, mereka pun makan bersama.


"Mah, sekarang anak lelaki mamah gak jomblo lagi loh." Gita


"Masa sih?" Hanna


"Iya , tadi siang mereka jadian." Gita


"Sama siapa, sama temen kamu itu, Nisa?" Hanna


"Uhuk… uhuk … ," Hanna dan Baskoro tersedak secara bersamaan, pasalnya mereka sudah tahu Kirana adalah adik kandung Angga.


"Mamah sama papah keselek aja kompakan, minum mah, pah..!" Gita


Dua orang itu menatap Angga, mata mereka seperti meminta penjelasan akan hal yang barusan dikatakan anak gadis mereka.


"Hmm… nanti aku jelasin mah, pah." Angga


"Aku aja yang jelasin kak, tadi tuh aku mergokin mereka lagi berduaan dikantin kampus, eh banyak orang sih, maksudnya makan berdua, terus aku becandain tuh mereka, aku bilang aja supaya mereka pacaran aja, eh taunya Kirana bilang mau nerima kak Angga, aku aja kaget mah." Gita


Baskoro dan Hanna hanya mendengarkan saja, lalu beralih menatap Angga.


Angga yang tidak bisa meluruskan masalah ini karena kehadiran Gita, dia juga memilih diam, hanya Gita yang asyik bercerita.


"Hehe… gitu ya Git?" Hanna


"Iya mah." Gita


"Mamah mau anterin papah dulu ya ke kamar, udah selesai juga makannya." Hanna


"Iya mah, " ucap Angga dan Gita.


Gita juga melangkah pergi, dia ingin berehat sebentar di kamar dengan ponselnya, tentunya saling bertukar pesan dengan pacarnya itu.

__ADS_1


Bu Hanna yang kembali setelah mengantar suaminya ke dalam kamar, dia begitu penasaran dengan penjelasan Angga.


Setelah Angga menjelaskannya kini wanita itu mengerti, namun bu Hanna tetap saja tertawa membayangkan wajah Angga yang pasti buat kaget juga waktu itu oleh Kirana.


"Adik kamu itu Angga, aduh.. ada ada aja, masa pacaran sama kakak sendiri, hehe.." Bu Hanna 


"Iya sih idenya terlalu mainstream ya? Tapi gapapa lah karena bisa mempermudah pertemuan kami yang akan lebih sering dan tidak dicurigai oleh Gita." Angga


"Iya mamah setuju, tapi kamu jadi susah cari pacar beneran. Hehe.." Bu Hanna


"Hmm.. belum nemu yang bisa menggetarkan hati ini mah, hehe.." Angga


"Issh, banyak loh yang dijodohkan tanpa cinta lalu saling bergetar hatinya." Bu Hanna


"Jangan bilang kalah mamah mah jodohin aku? Gak mah." Angga


Lelaki itu pergi menuju kamarnya, dia tidak ingin membahas masalah, pacar, jodoh, pasangan dan sejenisnya. Lelaki itu ingin fokus mengembangkan bisnisnya, apalagi yang berada di luar negeri itu belum ada kenaikan yang drastis, masih segitu-gitu aja.


Lelaki itu masuk ke dalam kamarnya, duduk ditepi ranjang, lalu dia teringat kalung dan baju-baju terakhirnya di masa kecil, dia berniat membawanya saat menemui Aldi.


***


Reza mendengar suara mobil orang tuanya datang, dia begitu terburu-buru menuju pintu depan.


"Astaga Reza, kamu bikin kaget aja." Maya


"Hehe, maaf mah." Reza


Mereka berjalan beriringan, Reza menantikan cerita dari ibunya itu. Namun Maya melangkah pergi menuju lantai atas, dimana kamarnya berada.


"Mah.. duduk dulu, kita cerita-cerita dulu..!" Reza


"Mamah cape Za, besok aja." Maya


"Yah mamah, aku kepo nih." Reza


"Simpen aja kekepoan kamu sampai besok..!" Maya


"Ah mamah gak asik," ucap Reza kesal.


"Kamu tuh yang gak asyik, masa mamah gak boleh langsung istirahat." Maya


Ibu itu melangkah menaiki tangga, meninggalkan anak lelakinya yang bermuka masam.


Sementara Reza yang kecewa, dia berjalan dengan lesu menuju kamarnya, kalau tahu bakalan begini, gak usah aku tungguin kan? Keluh Reza


Namun mood nya berubah seketika saat melihat pacarnya yang masih online di sosial media, Reza memilih bermesraan saja dengan pacarnya lewat ponsel untuk menghilangkan rasa kesalnya itu.


Saat ponsel itu menyambungkan telepon ke nomor Gita, sayang nomornya tidak tersambung, sepertinya gadis itu kehabisan baterai handphone.


"Yah, padahal tadi online," ucap Reza penuh rasa kecewa.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2