Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Merawat Bayi (Mengenang)


__ADS_3

Reza tidak tahan melihat tatapan sang kekasihnya itu.


"Baiklah, ayo aku antar pulang, kamu tunggu disini dulu, aku bawa baju-baju bayinya, sama sekalian susunya..!" Reza


Gita mengangguk.


Yes, akhirnya bisa bawa bayi lucu ini pulang. Pikir Gita


Selama didalam mobil bayi itu tertidur nyenyak, tangan Gita sedikit pegal karena lumayan lama dia menggendong bayi itu.


Akhirnya mereka sampai juga di kediaman Baskoro, Gita berjalan menggendong bayi perempuan itu, sementara Reza menenteng tas besar.


Saat mereka masuk mengucapkan salam, lalu bertemu dengan orang rumah, semuanya menampilkan ekspresi kaget terutama Angga.


"Astaga, kalian seperti benar-benar pasangan suami istri yang mau mengungsi. Hahahaha…" Angga


"Itu bayi siapa Gita? Awas ah nanti kenapa-kenapa lagi, emang kamu bisa gendong bayi?" Ucap Hanna, lalu berjalan tergesa-gesa mendekati anak gadisnya itu.


Hanna ingin mengambil alih menggendong bayi itu, namun cara menggendong Gita sudah benar, membuat Hanna mengurungkan niatnya.


"Ini bayi temannya tante Maya, namanya Nadira Mah, cantik kan, gemuk lagi, pipinya sampe nyembul gitu, hehehe.." Gita


Baskoro, Angga, dan Hanna saling bertukar pandang, mereka tidak menyangka jika gadis yang di depannya ternyata menyukai bayi, jauh dari apa yang mereka bayangkan.


"Oh, lalu kenapa dibawa kemari?" Hanna


"Gita mau merawatnya Mah, kasian tante Maya kesulitan." Gita


"Justru kalau sama kamu bakalan lebih sulit, kamu 'kan gak pengalaman mengurus bayi." Angga


Dia gak tau apa kalau gue pernah ngerasain hamil, ngelahirin, ngerawat bayi sampe begadang. Keluh Gita dalam hati


"Hmm.. percaya aja sama Gita, kalau emang aku kewalahan dan gak bisa, kita kan bisa menyewa baby sitter , lagian ada Mamah juga disini, iya kan Mah? Hehe.." Gita


Hanna hanya mengangguk kecil, padahal jauh di lubuk hatinya dia ragu, karena sudah lama sekali dia tidak memegang bayi, apalagi merawatnya.


"Awas ya dek, jangan sampai kamu apa-apain tuh bayi..!" Angga


"Ya enggak lah Kak." Gita


"Sayang, Nadira yang cantik, kita ke kamar yu..! Disini ada om om cerewet, nanti kamu keganggu lagi," Gita berlalu pergi ke kamarnya sementara Angga menatap kesal.


Reza mengikuti Gita dari belakang, dia akan menyimpan tas yang berisi perlengkapan Nadira.


Setelah itu Reza pamit pulang kepada semuanya karena hari juga sudah malam.


Malam itu Gita terbangun beberapa kali untuk membuatkan Nadira susu formula, namun dia begitu menikmati momen itu.

__ADS_1


Cuma seminggu, tapi gue seneng. Pikir Gita


Hanna mengintip Gita yang membuatkan susu, mengikutinya bahkan sampai ke kamar, mengintip dari balik pintu, memperhatikan Gita yang dengan telaten merawat bayi itu.


"Liatin apa mah?" Angga


"Astaga, kamu bikin kaget aja deh, itu liatin adik kamu, kok bisa ya dia jagain bayi? Mana keibuan banget 'kan, coba deh kamu lihat..!" Hanna


"Hmm, iya Mah, sedikit aneh sih, biasanya kan dia itu barbar gitu, Mamah samperin aja, liat secara dekat jangan dideket pintu, nanti tiba-tiba ditutup Gita, kepalanya kejedot pintu lagi..!" Angga


Hanna memikirkan sejenak perkataan anak lelakinya itu, lalu mengetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


"Gita…" Hanna


"Iya Mah, ada apa?" Gita


"Kamu begadang? Biar Mamah bantuin, kita gantian aja, kamu besok kan harus ke kampus." Hanna


"Gapapa kok Mah, udah kenyang nanti Nadira bobo lagi kok, lagian aku kuliah siang, biasanya juga kan kalo bayi suka tidur pagi sama siang, kalau malam biasanya bangun tuh, aku bisa tidur dulu sebelum kuliah." Gita


Dia banyak tahu juga tentang bayi, aku bangga deh sama anak perawanku ini, jadi pengen cepet punya cucu, hehe… Pikir Hanna


"Iya Mah." Gita


Hanna pergi dari kamar Gita, namun dia masih mengintip dibalik pintu, dia melihat Gita menepuk-nepuk punggung bayi itu, menyendawakan dan juga menidurkannya dengan hati-hati, membuat Hanna lega meninggalkan mereka berdua.


"Gimana Mah, pasti Gita so so an bisa ya? Mamah rawat aja, kasian bayi itu jadi bahan percobaan Gita..!" Angga


"Huss… kamu ini, dia bisa kok, Mamah mau tidur aja." Hanna


"Tapi Mah, bayinya gimana?" Angga


Angga meragukan kemampuan adiknya dalam mengasuh bayi, namun dia juga sama tidak bisa.


Mungkin gapapa, Mamah juga santai sekali, yaudahlah aku tidur juga. Pikir Angga


***


Pagi-pagi sekali Angga sudah ada di meja makan, dia ingin sarapan dan berangkat ke kantor lebih pagi, namun dia tidak melihat adik perempuannya.


"Mah Gita mana? Kok gak sarapan?" Angga

__ADS_1


"Udah tadi subuh, terus tidur lagi sama Nadira." Angga


"Nadira siapa?" Angga


"Bayi yang dibawa Gita kemarin lah, masa kamu lupa?" Hanna


"Oh iya ya, aku mau lihat ke kamarnya ya Mah, ngecek aja, bener gak dia bisa jagain bayi orang, hehe.." Angga


Pria itu bangkit menuju kamar adik perempuannya, membuka pintu dengan perlahan.


Berjalan dengan sangat pelan karena ibunya bilang kalau Gita sedang tidur, saat dia mendekati ranjang, melihat wajah adiknya lebih dekat.


"Ya ampun…." Angga


Setelah mengecek, Angga kembali ke ruang makan, menghabiskan makanannya lalu bergegas ke Kantor karena sudah terlambat.


Baskoro yang baru saja keluar dari kamarnya, dia merasa heran kenapa terasa sepi.


"Angga udah berangkat kerja Pah, kalau Gita, dia masih tidur dengan Nadira, semalam dia kebnagun terus karena bayi itu." Hanna


"Oh, kasian juga Gita, tapi dia yang mau, biarin dulu aja Mah..! itung-itung belajar, hehehe…" Baskoro


Tingnong


Tingnong


Tingnong


Bi Mina membukakan pintu, ternyata Maya yang bertamu pagi-pagi sekali.


"Maya, duduk dulu, sarapan dulu yuk..!" Hanna


"Makasih Han, udah kok dirumah, aku buru-buru kesini khawatir sama Nadira, apa semalam dia rewel? Aku bawa pulang lagi aja deh Han, Biar aku cari baby sitter buat ngurusin Nadira." Maya


"Hehe.. gak rewel kok, cuma bangun beberapa kali karena laper, tapi Gita selalu siap, dia langsung bangun saat Nadira ingin susu." Hanna


"Syukur deh, dimana mereka sekarang Han?" Maya


"Dikamar, kamu masuk aja, kalau tadi sih mereka masih tidur." Hanna


Maya bangkit dari tempat duduknya, melangkah pergi menuju kamar Gita, membuka pintu dengan perlahan dan Hati-hati agar tidak menimbulkan suara yang keras, dia perlahan masuk dan mendekati ranjang.


"Oh, ya ampun lucu banget mereka, tidur bersama dengan pose yang sama, hehe…" Maya


Maya mengambil handphone nya lalu memotret mereka yang sedang tidur itu, mengirimkannya pada ibu kandung Nadira yang sedang di luar Negeri, mengatakan kalau Nadira baik-baik saja dan mendapatkan pengasuh yang baik.


Kalian begitu manis, sepertinya Gita sudah siap nih menjadi seorang ibu, aku jadi tidak sabar. Pikir Maya

__ADS_1


Gita menggeliat, membuat Maya terkejut dan jongkok karena refleks.


Bersambung…


__ADS_2