Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 81 Berkeliling


__ADS_3

Hari masih pagi dan matahari masih terasa hangat, Ratu membawa pangeran kecil berkeliling istana, karena merasa tubuhnya sudah membaik dan bayinya sudah cukup besar untuk dibawa keluar. Ratu yang jenuh selama 40 hari ini selalu dikamar, dia berniat berjalan-jalan sebentar, memperlihatkan bagian-bagian istana pada bayi kecilnya.


Saat Ratu melewati paviliun milik selir Mey, tepat dibagian belakang bangunan itu terdapat taman kecil dan kursi yang memanjang. Ratu bisa melihat ada seseorang yang sedang duduk dan menggendong bayi.


"Hmm.. sedang apa kau disini?"


"Yang mulia, salam yang mulia.. ini sebenarnya bayi selir, saya bertugas berjaga disana, saya hanya kasihan dengan bayi ini yang diacuhkan oleh ibunya, bahkan menangis mungkin karena lapar, saya bawa saja kesini untuk menghibur dan menjemurnya sebentar, saya juga memberinya ASI karena bayi saya meninggal 3 hari yang lalu dan ASI saya masih bisa keluar, kasihan sekali bayi ini." Ucap sang pelayan


"Keterlaluan sekali, ya sudah nanti kamu kembalikan dia pada ibunya, dan perhatikan selama dua hari kedepan apakah selir Mey masih mengacuhkan bayi itu, setelah itu beri tahu aku."


"Baik yang mulia."


"Padahal kamu begitu cantik dan manis, kamu terlalu menggemaskan untuk diacuhkan." Ucap sang Ratu sambil membelai pipi bayi itu.


Ratu melangkah pergi, suasana hatinya kini menjadi tidak enak setelah kejadian tadi.


"Memang wanita jahat seperti itu tidak perlu belas kasihan." Pikir Ratu


Setelah puas berkeliling dan matahari semakin naik, membuat Ratu segera bergegas kembali, dia tidak ingin membuat bayinya kepanasan.

__ADS_1


"Sani .. aku lapar, tolong bawakan makan siang ku, cepat ya Sani dan tak lupa minuman segar juga..!"


"Baik Ratu."


Sambil menunggu makan siang, Ratu menyusui Pangeran kecil, dia tahu pasti setelah berkeliling tadi bayi itu merasa kehausan, berharap ketika makanan datang bayi menggemaskan itu bisa terlelap tidur , hingga acara makan Ratu pun bisa menenangkan dan menyenangkan.


Setelah makanan datang Ratu makan bersama Sani, dia tidak ingin makan sendirian. Menurutnya makan bersama lebih menyenangkan dan membuat selera makannya bertambah.


"Sani, kau tau tidak? Tadi aku melihat bayi Mey disusui oleh pelayan, ternyata wanita itu bahkan bisa berlaku kejam pada anaknya sendiri. Aku merasa kesal sekali."


"Benarkah Ratu? Aku kira jika kepada anaknya pasti akan sayang bukan? Memang selir Mey terlampau jahat Ratu, sebaiknya Ratu jangan terlalu berbelas kasihan padanya..!"


"Kalau begitu, carilah ibu sambung yang bisa menjaga rahasia itu selamanya."


"Hmm.. benar juga kamu, sepertinya aku sudah menemukan ibu sambungnya."


"Secepat itukah Ratu? Ratu memang hebat."


Mereka Pun melanjutkan makan bersama, bahkan menikmati cemilan dan mengobrol. Hari ini Ratu begitu menikmati momen bersantai karena bayi yang selalu menempel padanya sedang ada di alam mimpi. Hehe..

__ADS_1


***


Pelayan tadi pun membawa bayi itu kembali, dia sebenarnya merasa tak rela mengembalikan bayi secantik itu pada seseorang yang bahkan tidak menginginkannya. Dia mulai menyayangi bayi itu, karena merasa ada yang menggantikan anaknya yang sudah meninggal.


"Rasanya aku ingin membawamu pergi, bukankah lebih baik kau dirawat olehku yang menyayangimu daripada oleh dia yang mencampakkanmu sayang?." Pikir pelayan itu


Tapi dia menyadari kalau dia tidak bisa melakukan hal itu, jika pun dia bisa, dia pasti akan dibenci oleh bayi itu karena telah menculiknya.


Pelayan wanita itu membuang jauh-jauh pikiran serakah dan egoisnya itu.


Dia berjalan perlahan dan mengembalikan bayi itu ditempat semula. Lalu dia pergi untuk mempersiapkan makan siang selir Mey.


Sementara Rizad yang khawatir terus mencari ke semua ruangan yang ada di paviliun selir, bahkan ia mencari sampai keluar paviliun, mencarinya di semua bagian istana megah itu.


"Kamu dimana nak?.." Ucap Rizad sedih, dia seakan putus asa mencari keberadaan anaknya itu.


"Ayah sayang banget sama kamu nak, meski ibumu tidak menginginkanmu, marilah kita hidup berdua, nak tolonglah.. berilah ayahmu ini kesempatan untuk menemukanmu, ayah tidak ingin kehilanganmu.."


Rizad hanya berharap keajaiban itu datang, dimana ia bisa menemukan bayi kecil nya, memeluknya dan tidak akan pernah membiarkan bayi itu hilang dari pandangannya lagi.

__ADS_1


Bersambung... 


__ADS_2