Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Semangat Gita


__ADS_3

Reza menjemput Gita dengan mobil Angga, dia menunggu pacarnya itu tanpa memberitahu sebelumnya.


Karena Gita mengenali mobil kakaknya, dia datang menghampiri mobil itu, membuka pintu lalu bergelayut manja bahu Reza yang dia kira kakaknya.


"Ayo jalan, tumben banget kakakku yang sibuk mau jemput aku." Ucap Gita tanpa menoleh ke arah orang yang menyetir mobil.


Reza yang sengaja, dia tetap diam tak bersuara sepatah katapun, dia ingin saja melihat kemanjaan Gita.


"Kak aku ngantuk, boleh ya aku tidur, di bahu kakak, udah lama loh aku gak ilerin baju kak Angga. Hahaha.." Gita


"Ih kak Angga kenapa diem aja sih, ketawa dong, kan lucu..!, biasanya juga marah-marah kalau aku isengin, yaudahlah terserah aku ya, mau diilerin apa enggak ini jas kak Angga, aku ngantuk berat, dosen tadi killer bener, jadi fokus deh sepanjang pelajaran." Gita


Astaga, kamu itu cerewet kalau bareng kak Angga, manja-manjaan pula, kamu tahu gak kalau dia bukan kakak kamu? Batin Reza kesal


Namun pria itu membiarkan pacarnya tertidur di bahunya, dia bahkan rela jika diilerin pacar cantiknya itu.


Sepertinya Gita memang belum tahu kebenaran tentang kak Angga, kalau dia tahu pasti dia tidak akan sedekat ini dengan kak Angga. Pikir Reza


Reza yang tidak lagi mendengar ocehan gadis disebelahnya itu, dia yakin pacarnya itu benar-benar tertidur.


Sampai akhirnya mereka sampai, namun karena Angga tidak sabar menyusun rencana dia bahkan menunggu kedatangan Reza dan Gita diluar rumah.


Saat Angga melihat Gita yang tertidur pulas di bahu Reza, Angga pun berniat menjahili Gita.


Bisa-bisanya anak ini tidur nyenyak. Batin Angga


Angga memberi kode pada Reza agar membiarkan Gita tertidur dan dia lah yang akan membangunkannya.


"Gita…." Teriak Angga


"Ada apa kak?." Gita terbangun karena kaget namun dia melihat Angga ada disebelah kirinya.


Antara bingung dan setengah sadar karena baru bangun, dia mengedipkan matanya berkali-kali untuk memastikan yang ada di sebelah kirinya itu adalah Angga.


"Kamu cacingan? Atau lagi menggoda kakak mu ini? Hahaha." Tanya Angga yang melihat aksi Gita.


"Kak Angga? Lalu yang menyetir mobil siapa? Ada dua kak Angga?." Gita


"Kamu itu didunia mimpi apa? Masa aku ada dua, yang nyetir mobil ya Reza lah, cepat turun kakak mau bahas sesuatu..!" Angga


"I-iya, oke kak." Gita


Dia turun dan tak ingin menatap ke arah kanan tubuhnya, dia cukup malu untuk menatap wajah pacarnya itu, apalagi dia sempat membahas hal yang jorok.

__ADS_1


Astaga, b0doh banget sih gue. Pikir Gita


Dia turun secepat mungkin menyusul Angga, dan meninggalkan Reza yang masih di dalam mobil.


Reza yang tahu jika pacarnya itu malu, dia hanya berusaha menahan tawanya.


Saat mereka duduk di ruang tamu,"Kamu beruntung, kamu tidur gak ileran, kalau iya baju aku pasti bau." Ledek Reza


"Hahahaha… dia memang begitu Za, aku kira cuma sama kakaknya aja, ternyata sama pacarnya pun sama, sungguh tak tahu malu kamu Git." Ucap Angga dengan tawanya


"Kakak mau bahas apa?." Tanya Gita, dia ingin mengalihkan pembicaraan, dia tidak mau ditertawakan, dia sudah cukup malu dan tidak mau dibuat tambah malu lagi.


Angga pun mulai serius dengan apa yang dia bahas, dia berencana mendatangi rumah itu saat pagi hari, karena biasanya saat pagi Aldi akan pergi bekerja.


Gita pun bersemangat ikut, bahkan dia mengatakan jika besok tidak ada mata kuliah,  padahal dia berbohong saking ingin ikut, dia juga akan membawa cincin ajaibnya.


Pasti seru nih, udah lama gue gak beraksi. Pikir Gita


Setelah rencana disusun mereka sepakat pergi besok pagi, Angga dan Reza akan mengambil cuti.


"Oke, besok kita liburan, asyik..." Gita


"Kamu pikir menyelinap ke rumah orang itu liburan? Menyenangkan? Itu bahaya Gita." Angga


"Hahahaha, iya lah seru tahu.." Gita tertawa 


"Kakak…" Teriak Gita


Gita mengejar kakaknya itu dengan sekuat tenaga dengan membawa bantal sofa. Hingga dimana terdengar suara teriakan Angga.


"Aw… aw.. udah Git..! Sakit." 


Bu Hanna datang, lalu duduk menemani Reza, dia baru saja selesai membuatkan makanan khusus untuk suaminya.


"Harap dimaklum ya nak Reza, adik kakak memang selalu seperti itu, hehe.." Hanna


"Hehe, iya suasana rumah jadi rame." Reza


Karena hari sudah malam, Reza pamit pulang dan membiarkan kakak dan adik itu terus bertengkar. Berlarian mengelilingi semua bagian rumah.


Terbesit di pikiran Reza yang sedikit iri dengan kedekatan mereka, entah iri atau cemburu, namun dia berusaha menepisnya, karena dia tahu Gita menganggap Angga kakak kandungnya.


***

__ADS_1


Pagi datang, Gita begitu bersemangat dia bahkan mempersiapkan dirinya dari semalam, dia membawa peralatan di dalam ranselnya, isinya ada tali, gunting, senter dan lain-lain.


"Git, kamu mau kemana? Kemah?." Hanna


"Gak mah, aku mau ikut sama kak Angga." Gita


"Kemana?." Hanna


"Ke rumah teman mah, cuman agak jauh tempatnya juga enak sejuk jauh dari pemukiman." Jawab Angga, lelaki itu tidak ingin memberitahu rencana ini pada ibunya, dia takut membuat wanita itu khawatir.


Gita yang mulai mengerti dengan sikap Angga, dia juga ikut menutupi rencana mereka.


"Oh, pergi berdua aja? Terus kerjaan kamu, dan kuliah Gita bagaimana?." Hanna


"Sama Reza bertiga, aku cuti mah aku butuh liburan.hehe, dan Gita katanya libur." Angga


"Iya mah, aku libur dan butuh piknik juga, Anggap aja piknik mah, bahkan aku banyak membawa bekal." Gita


"Hmm bekal sampai seransel besar itu Git?." Hanna


"Hehe.. kan bertiga mah." Gita


"Iya, kalian hati-hati ya..!" Hanna


Meski sempat curiga, namun Hanna percaya kepada anak-anaknya karena memang mereka tidak suka berbohong.


Mereka pergi setelah selesai sarapan, Reza yang menunggu diluar dengan mobilnya juga sudah siap bertarung.


Semoga aja ada Kirana disana, jadi cuti ku gak sia-sia. Pikir Reza


Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai, bahkan Reza sampai mengintip lebih dekat memastikan jika mobil om Aldi masih ada.


Mereka menunggu di tempat yang tidak mencolok, menunggu mobil Aldi pergi.


"Bagaimana ini? Apakah kita harus tetap menunggu?." Reza


"Serang aja kak..!" Gita


"Main serang aja, gimana kalau kita tertangkap, jangan gegabah Git..!" Angga


"Kak Angga meragukan kemampuan adik preman mu ini? Hmm.." Gita


"Akhirnya kamu mengakui kalau kamu seperti preman. Hahaha." Angga

__ADS_1


"Sssttt… diam, itu coba kalian lihat..!" Reza kesal, kenapa adik kakak ini masih saja bertengkar disaat genting seperti ini.


Bersambung...


__ADS_2