Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Permintaan Reza


__ADS_3

Reza sudah siap dengan posisi mencondongkan badannya, wajahnya mengarah tepat di depan gadis itu dengan menutup matanya.


Cup


Kecupan itu mendarat di pipi Reza, namun saat Reza perlahan membuka matanya, kekasihnya sudah tidak ada, hanya terlihat punggung badannya yang semakin menjauh, gadis itu ternyata langsung berlari karena malu.


"Hmm… cepet banget udah jauh disana, tapi lumayan lah dapet kado kecupan.hehe…" Reza


Reza dengan segera memutar arah mobilnya, dia pergi menuju kantor.


Sementara Gita yang berlari, dia tak sengaja menabrak seseorang.


"Aw…, jidat gue," ucap Gita sambil memegang keningnya.


"Kalau jalan liat-liat dong! Udah lari gak pake mata lagi!" Keluh orang itu dan berlalu pergi.


"Maaf … ," teriak Gita.


Lari pake kaki lah, masa pake mata. Batin Gita


Gadis itu masih merasakan jantung yang berdetak lebih cepat. "Astaga Gita, itu cuma di pipi.. kenapa lo selebay itu?" Keluhnya.


"Dor … ," teriak Nisa dari arah belakang sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Lo.. bikin kaget gue aja deh." Keluh Gita.


"Hehehe.. sorry,, ke kantin dulu yuk?, kita ngobrol..!" Nisa


"Ke kantin itu makan, kalau ngobrol 'kan bisa dikelas aja." Gita


"Kan sambil makan, dibayarin lo pula, kan enak, hehehehe…" Nisa


"Hemm… maunya, oke deh." Gita


Dua sahabat itu akhirnya pergi ke kantin untuk makan dan bergosip. Hehe..


***


Saat tiba di kantor Reza mendapatkan kejutan ulang tahun dari para karyawan. Reza celingak-celinguk melihat dengan seksama, takut jika Meta ada disini.


Syukurlah dia tidak ada. Pikir Reza


"Terimakasih semuanya, kalian perhatian sekali, saya aminkan semua doa baik kalian, dan untuk hari ini saya akan mentraktir kalian makan, saat istirahat nanti kalian gratis makan di kantin kantor, kalau begitu silahkan kalian mulai bekerja dan kembali ke meja kerja kalian..!" Reza


Para karyawan bersorak riang, mereka sangat senang mendapatkan kabar baik itu, bisa makan gratis.


Reza menuju ke ruangannya, dia duduk dan bukannya mulai bekerja, dia malah membayangkan kecupan pagi tadi.


"Ah, kenapa gue ingin lagi?" Ucap Reza pelan.

__ADS_1


Reza baru merasakan jika dikecup wanita yang benar-benar disukainya akan menegangkan seperti itu, sesenang itu dan membuatnya candu. Karena sejak dulu Reza tidak pernah benar-benar menyukai wanita, dia hanya main-main saja.


Rasanya ingin cepat pulang dan menjemputnya, aku penasaran, dia pasti akan malu, hahaha.. Pikir Reza


Maya menelepon anak lelakinya itu, menyarankan Reza untuk menjenguk tantenya yang sudah pulang dari rumah sakit.


"Ah iya mah, Reza belum sempat, nanti sore diusahakan pergi ke rumah tante Jani deh." Reza


"Awas lupa..! Bawain dia juga makanan kesukaannya, soto ayam yang ditempat biasa itu loh Za." Maya


"Oke mah." Reza


Setelah sambungan telepon itu ditutup, Reza mulai mengingat jika disebelah tempat soto itu ada penjual bunga.


"Apa gue harus beli bunga sekalian ya buat Gita?" Ucap Reza pelan.


Saat makan siang, para karyawan sangat senang dengan traktiran Bos nya itu, mereka menyayangkan status Bos mudanya itu yang sudah bertunangan, membuat para gadis itu harus mundur teratur.


"Kalau saja si Bos masih single, gue pepet dia." 


"Ah lo, ngaca dulu! Mana mau Pak Reza sama lo, hahaha…"


"Lebih cocok sama gue kan?" 


"Hahaha… sama aja kali, wajah kalian standar banget."


Namun saat Roni melewati para karyawan wanita itu, mereka langsung diam. Menurut mereka Roni itu bagaikan telinga Bos nya sendiri, Roni pasti melaporkan hal-hal yang terjadi meskipun itu hanya hal kecil. Terkadang Reza juga mengeluh saat asistenya itu terus saja melaporkan hal yang tidak penting.


Flashback


"Biarkan saja..!" Reza


"Tapi seharusnya kan Bos itu membela pacar Bos sendiri, bukankah sama saja mereka menghina Bos?" Roni


"Hmm.. kamu ini lelaki kok suka bergosip,"keluh Reza


"Bukan bergosip, aku hanya mendengarkan saja sekilas, lalu aku diam dibelakang mereka agar aku bisa mendengar semuanya." Roni


"Itu namanya menguping orang ghibah, dosa tahu." Reza


"Oh denger aja bisa ikutan dosa, Bos berarti kena dosanya juga, kan tadi dengerin saya ngegibah, hehehe… " Roni


"Roni … ," teriak Reza.


Namun asistennya itu sudah lari terbirit-birit, Reza berpikir karyawannya itu entah memang bodoh atau berusaha membodohinya.


Flashback off


Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, Reza bersiap-siap menjemput kekasihnya itu. Lelaki itu tidak sabar melihat ekspresi Gita setelah dikerjainya pagi tadi.

__ADS_1


Saat tiba dikampus, Reza bisa melihat wajah Gita yang sedang menunggunya.


Saat Gita menghampiri, wajahnya datar saja, seperti tidak terjadi apa-apa.


Apa dia hilang ingatan ya? Pikir Reza


"Hmm.. kita mampir ke rumah tante Jani dulu ya?" Reza


"Oke." Gita


Kenapa dia jadi kaku gitu? Harusnya 'kan tersipu malu, senyum-senyum. Batin Reza


Lelaki itu merasa kecewa berat, ingin rasanya dia melihat wajah yang berbeda dari kekasihnya itu.


Saat separuh jalan, dia ingat untuk membeli soto kesukaan tantenya itu, sementara Gita menunggu di dalam mobil.


Reza juga membeli buket bunga mawar, berharap gadisnya menyukainya.


Pria itu menyembunyikan bunga itu dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.


"Git, tutup mata kamu!" Reza


"Tutup? Kamu mau ngapain?" Gita


"Rahasia." Reza


"Gak mau ah.." Gita


Apa dia mau nyium gue, kan tadi pagi juga gitu, pake acara tutup mata? Pikir Gita


"Bentar aja Git..!" Reza


Jantung Gita mulai berdetak lebih cepat, dia bingung dengan situasi yang dihadapinya sekarang.


Apa gue harus lari kaya tadi pagi? Pikir Gita


Pikiran Gita mulai kacau, di dalam mobil bukankah sangat memungkinkan terjadi adegan dewasa, gadis itu ingin membuat alasan namun karena gugup dia juga bingung.


"Emm.. sepertinya aku butuh toilet, kebelet nih." Gita


Wanita itu segera keluar dari mobil, mencari toilet umum di sekitar sana, karena memang itu area pertokoan dan Restoran yang tentunya tersedia toilet umum.


15 menit menunggu, namun Gita tak kunjung kembali, membuat Reza khawatir, dia semakin khawatir saat melihat kerumunan orang, bahkan ada yang berteriak.


"Pingsan, orang nya sampai pingsan." Terdengar beberapa orang berbicara saat Reza menghampiri kerumunan itu.


Apa yang pingsan itu Gita? Pikir Reza


Lelaki itu panik, mulai berusaha menerobos kerumunan disana.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2