Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Mulai Bersikap Manis


__ADS_3

Sepasang suami istri itu akhirnya keluar dari kamar Reza masih dengan keadaan tertawa bahkan sampai ada air mata di sudut mata mereka.


Mereka begitu terhibur malam ini, melihat kesialan Reza.


Sementara Reza masih memandangi b0xer yang dia pegang, barang itu telah berganti warna dan terdapat foto Meta disana.


Ya.. saat Reza pergi dan mengunci kamarnya, Meta beralasan pada tantenya bahwa HP nya sempat tertinggal di kamar Reza sehingga Bu Maya memberi pinjam kunci cadangan kamar itu.


Ternyata bukan HP yang dia bawa, itu hanya alasan saja, ia malah menukar barang Reza dengan barang yang ia beli di toko online.


Tadinya barang Reza semua warna hitam, dan sekarang diganti menjadi warna-warni, ada yang pink, kuning, merah, bahkan disitu disablon dengan fotonya sendiri. Hahaha…


Reza memandangi foto wanita itu yang tertempel di sebuah B0xer nya lalu melemparnya dengan penuh emosi.


"Lancang… " Ucapnya dengan suara keras


Laki-laki ini kini tidak bisa tidur, dia kini hanya sedang berpikir dan mencari hukuman yang pantas untuk Meta.


***


Pagi hari datang, Reza bersiap-siap ke kantor dan menjemput Gita.


Dia sarapan terlebih dahulu bersama mamah dan papanya. Sambil menunggu sarapan yang datang Maya merasa penasaran dan ingin bertanya mengenai kejadian semalam.


"Maaf Za, kemarin Meta bilang handphone nya tertinggal di kamar kamu, dia pinjam kunci cadangan kamar kamu, ya.. mamah kasih aja."


"Hmm iya mah, itu bukan kesalahan mamah."


"Tapi Za, kamu sekarang pakai warna apa? Pink ya? Hahaha.. bukannya semua yang kamu punya yang warna hitam hilang." Tanya Sanjaya dengan tawanya.


"Aku.. entahlah aku pake warna apa, aku mengambilnya asal dan memang aku terpaksa pah, nanti aku akan menyuruh Roni membelinya, Meta terlalu lancang pah, aku akan memberinya pelajaran." Ucap Reza dengan muka masam.


"Hehe.. dia cuman bercanda ajja Za, dan terlalu ngefans sama kamu." Ucap Maya


"Tapi ini keterlaluan mah, jangan belain dia terus..!" Reza


Sarapan pun datang, membuat mereka berhenti berbicara, mereka kini fokus makan. Namun suami istri itu sesekali saling melempar pandangan dan tersenyum kecil mengingat kejadian semalam.


Setelah selesai sarapan, Reza bergegas menuju rumah Gita, dia tidak mau terlambat dan wanita itu pergi meninggalkannya.


Kebetulan sekali ketika Reza datang Gita baru saja selesai sarapan dan sudah siap ngampus.


"Ayo jalan..!" Ucap Gita


"Jalan kaki? Bukannya aku bawa mobil?." Tanya Reza, dia mendadak salting dan lemot saat melihat Gita.


"Astaga, ya ayo naik mobil sekarang..!"


"Oh.. ok." Jawab Reza dia segera membukakan pintu untuk Gita.


Selama perjalanan Reza mencoba mengajak wanita itu berbincang-bincang. Awalnya Gita hanya menjawab seadanya. Namun setelah beberapa pertanyaan kini Gita berubah cerewet seolah dia sedang curhat dengan Nisa.

__ADS_1


Suasana di mobil pun kini penuh canda tawa, hingga saat sampai di kampus, mereka menghentikan obrolan asyik mereka.


Gita turun dari mobil Reza, dan masih dengan tatapan sama dari semua orang yang melihat dia diantar Reza, ditambah laki-laki itu tersenyum dan melambaikan tangan pada Gita.


Aneh, kenapa dia mendadak bersikap manis? Pikir Gita


Gita tak menghiraukannya, dia terus berjalan ke dalam kampus, saat dia melewati gerombolan wanita dan salah satunya Wina.


"Win, liat tuh cewek so itu, kita kerjain lagi yu..!" Ucap salah satu teman Wina.


"Gak usah biarin aja..!" Jawab Wina.


Membuat mereka heran dengan perubahan Wina, bukannya kemarin wanita itu begitu murka, kenapa hari ini mendadak berubah.


"Lo kenapa sih Win, lo takut sama dia? Masa takut sama orang miskin kaya dia?."


"Gue gapapa, gue lagi gak mood aja." Jawab Wina asal, lalu dia beranjak pergi masuk ke kelasnya.


Gita juga berjalan dengan santai, dia yakin Wina gak akan cari gara-gara lagi sama dia. Wanita itu bergegas pergi ke kantin kampus karena sudah terlebih dahulu membuat janji dengan Nisa disana.


"Git.. sini..!." Teriak Nisa


"Temenin gue sarapan ya?." Ucap Nisa.


"Gue udah sarapan Nis, gue liatin lo makan aja."


"Hehe.. bener nih? Ok."


"Git, kakak lo udah punya pacar?."


"Emm.. gak tau, tapi kayaknya sih belum."


"Yes.."


"Lo naksir kak Angga? Cie.. kalau gitu lo harus baik-baikin gue biar dapet restu."


"Bukannya gue selalu baik ya sama lo?."


"Hmm.. gue pengen lebih." Ucap Gita dengan senyuman yang tersembunyi.


***


Reza yang baru sampai di kantor terlihat tersenyum-senyum, membuat Roni merasa penasaran.


"Bos, lagi seneng nih? Senyum mulu."


"Haha.. mood pagi ini lagi bagus." Jawab Reza, dia senang karena bisa mengobrol dengan Gita pagi ini.


"Oh iya Ron, gue punya tugas buat kamu, hari ini kan gak ada rapat ya, kamu tolong belikan ini ya, ukuran xl, ok." Ucap Reza sambil menunjukan Foto di HP nya.


Roni sedikit mengerutkan dahinya, bukannya gue ini kerja kantoran, kenapa gue harus beliin yang gituan?

__ADS_1


"Sekarang Bos? Kenapa gak beli online aja Bos?." Tanya Roni, dia berharap Reza menyetujuinya.


"Aku butuhnya sekarang Ron."


"Ok Bos." 


Roni segera pergi dari ruangan itu, bergegas pergi ke mall membeli pesanan Reza.


Meski dengan terpaksa Roni akhirnya mendatangi salah satu toko dan memilih apa yang dipesan bos nya itu.


Sementara Reza sedang fokus membaca dokumen-dokumennya, karena sakit dia harus bekerja ekstra hari ini.


Bahkan Roni kini sudah kembali dengan membawa pesanan Bos nya.


"Ini Bos, semuanya warna hitam."


"Bagus.." Reza segera mengambilnya dan mengamankan benda itu, dia tidak ingin sesuatu hal yang memalukan terjadi.


Saat dia melihat jam dinding ternyata sudah jam. Istirahat, dia terlalu fokus sehingga waktu berjalan begitu cepat tanpa ia sadari.


Dia menyempatkan mengirimkan pesan pada Gita menyuruhnya untuk tidak lupa makan siang.


***


Di Kampus, Gita yang menerima pesan kini dia mengerutkan dahinya.


"Aneh.."


"Kenapa Git?." Nisa


"Gapapa ini si Reza tumben perhatian segala, pake bilang jangan lupa makan, biasanya kan ni orang nyebelin, suka ngerjain gue, eh setelah sembuh dari sakit mendadak baik.. aneh kan?."


"Hehe.. sepertinya kak Reza mulai suka sama lo."


"Gak mungkin, gue bukan tipe dia kali."


"Tapi, lo suka gak sih sama dia?." Nisa penasaran


"Hmm.. gak tau gue, kadang gue kesel, tapi sekarang gue sedikit tahu sih sisi baiknya dia." Jawab Gita sambil tersenyum mengingat kejadian di rumahnya, saat Reza mau menjadi imam saat sholat berjamaah.


"Tuh kan.. lo senyum-senyum, berarti lo juga suka sama dia."


"Gue belum yakin Nis." Ucapnya malu-malu


"Cie…."


Ternyata di seberang tempat duduk mereka ada yang menguping pembicaraan mereka.


Sial, gue kena tikung, gue harus gerak cepat nih..!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2