Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 29 Kembali


__ADS_3

"Sedang apa kau disini bersamanya? Dan ada apa dengan baju kalian?" Tanya Raja Deon


Merasa tidak asing dengan suara itu dan juga melihat Ratu yang tiba-tiba terduduk, Pangeran Ceng mulai merasakan aura dingin di sekitarnya, ia pun menoleh ke arah sumber suara. Ia berusaha menyembunyikan rasa kaget dan bersalahnya itu.


"Kau sudah kembali dari bertugas? Tanya Pangeran Ceng tanpa menjawab pertanyaan Raja di awal.


"Hemm.. tidak usah basa-basi seperti itu, bukankah aku bertanya apa yang kalian lakukan disini? Dan baju kalian.. sepertinya kalian sudah bersenang-senang selama aku tidak ada." Tanya Raja penuh curiga


Ratu yang bingung menjawab pertanyaan Raja, ia hanya diam membiarkan Pangeran Ceng yang menjawabnya.


"Hahaha.. kau ini, bukankah sudah jelas kami sedang merawat si Putih yang sedang sakit, apakah ada yang salah?" Pangeran Ceng menjawab dengan tertawa yang dibuat-buat


"Lalu… pakaian kalian, Bisa kau jelaskan padaku?" Tanya Raja lagi


"Ahhh ini, baju ini kami pakai khusus saat merawat si Putih disini, bukankah sayang jika menggunakan baju bagus apalagi baju sutra hanya untuk merawat kuda di kandang." Jawab Pangeran Ceng dengan yakin, agar Raja Deon tidak curiga


"Ah sudahlah, memangnya ada apa dengan si Putih?" Raja mulai penasaran dengan keadaan kuda kesayangan Ratu, ia sudah tidak mempermasalahkan baju mereka lagi.


Akhirnya Pangeran dan sang Ratu merasa lega bisa lolos dari amarah sang Raja. Mereka pun bercerita tentang keadaan si Putih dan mengobrol bersama sampai hari mulai gelap.


Flashback


Raja Deon tiba di istana pada siang hari, selama perjalanan ia hanya menyempatkan untuk makan saja lalu meneruskan perjalanan. Ia benar-benar ingin cepat sampai di istana.


Setelah tiba, ia bergegas mengganti pakaian dan tak lupa memanggil tabib istana untuk mengobati luka di tangannya.


Setelah itu ia membaringkan tubuhnya, ia beristirahat sejenak karena lelahnya selama perjalanan pulang.


Setengah jam berlalu, Raja terbangun karena ada pelayan yang memberikan kabar darurat.

__ADS_1


Kabar tentang sakitnya ibu Suri membuat Raja khawatir, ia bergegas menuju paviliun ibunya itu.


"Kamu sudah kembali nak?" Tanya Ibu Suri dengan suara lemah serta mata yang berkaca-kaca


Raja hanya tersenyum dan langsung memeluk ibunya itu.


"Ibu, aku baik-baik saja, seharusnya ibu menjaga kesehatan ibu sendiri..! Bukankah aku sudah besar, aku bisa menjaga diriku sendiri." Jawab Raja


"Syukurlah kau kembali dengan selamat, dengan begitu ibu bisa segera sembuh." Ucap Ibu Suri sambil tersenyum, ia merasa lega melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa anaknya dalam keadaan baik-baik saja.


Saat pelayan membawakan makanan dan obat, Rajapun menyuapi ibunya itu. Ia merawatnya dengan penuh kasih sayang. Terkadang sampul tak sesuai isinya, seperti halnya Raja yang terlihat gagah, kuat, bahkan dingin dibalik itu semua ternyata ia penuh cinta, dan terkadang insecure pada dirinya sendiri.


Karena ibunya sudah makan dan minum obat kini saat nya beristirahat, dan Raja pun berniat menjenguk Ratu yang ditinggal pergi saat dalam keadaan sakit itu.


"Ya ampun yang mulia Raja datang, bagaimana ini? Ratu belum kembali juga, apa yang harus aku katakan?" Sani merasa gelisah melihat kedatangan Raja dari kejauhan, ia mondar-mandir memikirkan cara agar Raja tidak tahu bahwa Ratu pergi.


"Astaga, bagaimana ini.. Raja semakin dekat, Ratu.. oh Ratu.. sepertinya tugas di setiap hariku semakin berat, bahkan kerutanku bertambah juga di setiap harinya." Keluh Sani


"Sa-lam yang mu-lia.." Ucap Sani terbata-bata, ia benar-benar gugup, takut Raja nanti memarahinya.


"Aku ingin bertemu Ratu, apakah dia sudah sembuh?" Tanya Raja Deon sedikit terburu-buru


Tapi Sani tak mampu menjawab pertanyaan Rajanya itu, hingga Raja masuk dengan sendirinya dan saat melihat Ratu tidak ada, Raja mulai mengomeli 2 pengawalnya itu.


Sani benar-benar takut, tangannya gemetar.. saat Raja menghampiri, ia reflek mundur beberapa langkah.


"Aku mencium sesuatu yang tidak beres, kemana sebenarnya Ratu pergi? Bukankah aku sudah berpesan supaya dia tetap beristirahat di kamarnya?" Ucap Raja pada Sani, ia sedikit kesal


"Ra-tu.. Ra-tu, keluar yang mulia, mungkin berkeliling di sekitar istana." Jawab Sani gugup

__ADS_1


Raja langsung pergi meninggalkan paviliun Ratu dan mulai mencarinya di berbagai tempat, tetapi ia tidak menemukannya.


"Hhmm… bukankah dia suka sekali berkuda, mungkin dia ada disana." Gumam Raja Dron di dalam hatinya


Saat Raja melihat dua orang asing yang berpakaian sangat sederhana di peternakan istana, ia langsung menghampiri mereka.


ON


Rey yang melihat Raja bersama sang Ratu, ia kembali ke paviliun untuk menyimpan kembali baju ganti sang Ratu.


Hari sudah gelap, tapi Ratu masih ingin menemani si Putih, tapi Raja membujuknya untuk pulang dan beristirahat, Raja juga menyiapkan beberapa pengawal khusus untuk memantau si Putih, dengan begitu Ratu akan sedikit tenang meninggalkan si Putih.


Pangeran Ceng pergi terlebih dahulu, sementara Raja mengantar Ratu sampai ke paviliunnya, sebenarnya ia ingin menginap tapi sepertinya Ratu tidak akan mengizinkannya, apalagi dalam keadaan si Putih yang seperti ini.


Saat Raja ingin kembali pulang, hatinya seakan menggerakan kakinya untuk melihat paviliun belakang.


"Bukankah disana sempat terjadi sesuatu, aku sampai lupa dengan para pengawal yg diinterogasi Ceng, Ya ampun.. besok aku harus menanyakannya." Gumam Raja Deon sambil menuju ke arah paviliun itu.


Dari kejauhan Raja melihat cahaya, padahal di sana adalah bangunan paling belakang dan gelap, hanya sedikit obor yang terpasang di sisi halamannya.


"Bukankah itu api? sepertinya ada seseorang yang telah membakar sesuatu? Tapi kenapa mesti ditempat ini? Aneh sekali." Raja hanya melihat dari kejauhan.


kemudian tanpa sengaja ia melihat sesosok bayangan wanita pergi ke arah lain.


"Ah mungkin hanya membakar sampah saja." Ucap Raja Deon sambil melangkah pergi


Tapi ia sedikit penasaran, membuatnya kembali untuk melihat apa yang dibakar tadi.


Api tadi mulai membesar dan membakar sebagian benda disana. Raja mengambil pasir dan mencoba memadamkannya dan akhirnya api pun mati.

__ADS_1


"Astaga, apa ini?, aku harus mengumpulkan semuanya." Ucap Raja kaget


Bersambung...


__ADS_2