Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
PDKT


__ADS_3

Kirana sudah biasa seperti ini, meski hatinya sakit namun sebisa mungkin dia tidak menampakan rasa sedihnya itu. Jadi Maya kira anak gadis itu baik-baik saja selama ini dan Jani berubah menjadi perhatian padanya.


"Kirana, kamu sudah bangun?." Tanya Maya


"Hehe.. aku mendengar suara mamah, tapi kok gak ada tante?"


"Emmhhh katanya ada keperluan mendesak, tadi jengukin kamu pas kamu tidur."


"Oh." Jawab Kirana, lalu ia menampilkan raut wajah biasa saja, meski rasanya air matanya ingin menetes.


"Tante pulang aja, gapapa kok kirana disini sendirian, kalau kirana butuh bantuan, itu ada 2 suster pribadi kirana, mereka sudah biasa menjaga aku kalau aku sakit tante."


"Kamu kenapa tidak pernah cerita kalau mamah kamu masih seperti itu? Bagaimana kalau nanti sudah sembuh kamu tinggal di rumah tante saja?."


"Kirana tidak mau meninggalkan mamah, tapi nanti kirana coba pikirkan lagi, dan minta izin ke mamah ya tante." Ucap Kirana sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, tante tunggu aja disini, kalau om sama Reza mereka akan pulang karena besok ada banyak pekerjaan kantor."


"Iya gapapa tante, makasih ya tante udah perhatian banget."


"Sama-sama sayang." Maya membelai rambut kirana, dan dengan refleks kirana memejamkan matanya menikmati sentuhan tantenya itu, bahkan air matanya kini menetes tak bisa dikendalikan lagi.


Kirana baru merasakan sentuhan kasih sayang seperti ini, entahlah Jani selalu dingin padanya, ibunya itu memenuhi semua kebutuhan Kirana, namun keinginan Kirana yang tidak terlalu penting tidak pernah dikabulkan Jani.


Flashback


"Mah… aku mau ganti handphone, aku ingin model baru itu mah, apa boleh?"


"Hp kamu kan masih bagus, pake itu aja Kirana, jangan membeli barang yang tidak perlu kamu beli..!"


"Iya mah.." jawab Kirana berlalu pergi menuju kamarnya, padahal dia memang lagi membutuhkan Hp yang aplikasinya banyak, bisa dipakai apa aja, dan kameranya jernih.


Flashback off


Berbeda dengan ayahnya yang menyayanginya namun lelaki itu terlampau sibuk jadi mempercayakan Kirana pada Jani istrinya.


Terkadang jika ayahnya sedang libur, dia akan merasakan kasih sayang keluarga, pada saat itu biasanya ayahnya akan mengajak Kirana untuk liburan ke pantai tentu saja dengan Jani, namun ibu itu akan berpura-pura perhatian pada Kirana disaat ada suaminya.


Menyebalkan memang, Kirana juga berfikir jika Jani seperti Ibu tiri baginya, namun prasangka itu ia tepis, karena bagaimanapun juga Jani telah merawatnya.


Disaat Kirana masih kecil Jani masih sedikit perhatian,  namun setelah dewasa ibu itu benar-benar seperti melepaskan Kirana, menganggapnya sudah mandiri dalam segala hal.


***


Gita menghubungi Reza berkali-kali namun tidak diangkat dan tidak ada balasan, membuat gadis itu khawatir.

__ADS_1


Sebenarnya dia pergi kemana? Pikir Gita


Gadis itu menunggu kabar sampai tertidur, Reza baru menyadari jika Gita menghubunginya pada saat pagi hari.


Dia berangkat ke kantor dan terlebih dahulu menemui Gita, mengantarnya ke kampus.


Di Dalam mobil Reza.


"Kamu tidak lelah pulang pergi dari kota B, lalu pergi bekerja?."


"Tidak apa-apa, aku lelaki yang kuat, hehe.."


"Hmm, bukan begitu, aku hanya takut kau sakit dan nanti ingin ditemani tidur oleh ibumu.. hahaha." Ledek Gita


Reza benar-benar malu dengan perkataan pacarnya itu, apalagi saat mengingat dikala dia sakit, memang dia akan tidur ditemani ibunya, sampai membiarkan papanya tidur sendirian.


"Sudahlah, tidak usah dibahas." Jawab Reza dengan wajah Betenya.


"Hehehe.. sorry." Ucap Gita.


Mereka berpisah saat mobil itu sampai di gerbang kampus, gita melambaikan tangannya pada Reza.


Nisa ternyata memperhatikannya.


"Pagi-pagi udah bikin iri gue aja sih lo." 


"Emang jomblo itu kemauan gue? Gak juga Gita, lo sih gue minta dicomblangin sama kakak lo tapi gak mau bantuin gue." Jawab Nisa kesal


"Hehe.. gue sibuk ngurusin percintaan gue, gak sempet ngurusin percintaan orang."


"Menyebalkan." Ucap Nisa.


Mereka berjalan beriringan sambil ngobrol, membahas apapun bahkan hal sepele sekalipun.


Orang-orang mulai memperhatikan Gita sekarang, dengan penampilan barunya kini semua orang percaya tentang gosip kalau Gita bukan anak sembarangan, membuat orang kini segan padanya.


Hari-hari damai mulai dirasakan Gita akhir-akhir ini, tidak ada gadis-gadis yang mengerjainya. Ina mulai bersikap baik padanya, terkadang bergabung di meja yang sama saat makan.


Wina? Dia masih menyimpan dendam pada Gita, namun dia tidak berani menyentuh gadis itu, dia hanya melihat dari kejauhan sambil mengumpat dengan penuh amarah.


Sore ini Gita pulang bersama Nisa, karena Reza mau pergi ke rumah sakit yang ada di kota B.


"Git, kita naik taksi?." Nisa


"Gak, bentar lagi supir gue dateng jemput kita."

__ADS_1


"Oh, jam berapa biasanya kakak lo pulang?


"Kepo nih? Hehe.. gak menentu."


"Kalau makanan kesukaannya apa Git?."


"Hmm.. gue ko jadi merasa sedang diinterogasi sih, lo nanti tanya aja langsung sama orangnya, gue mau tidur dulu bentar, kalau udah nyampe lo bangunin gue ya..!"


"Menyebalkan.. ada calon adik ipar yang seperti ini. Huh.." keluh Nisa.


Gita hanya tersenyum kecil dengan matanya yang sudah tertutup.


Sesampainya di rumah, Gita mandi lalu mengganti bajunya, bergantian dengan Nisa.


"Nah gitu dong, adik ipar harus mau berbagi baju. Hehehe.."


"Hahaha.. jangan sampai kak Angga denger, nanti dia keburu ilfeel sama lo."


"Beneran? Ok, ok, gue gak akan manggil lo gitu lagi." Ucap Nisa sedikit panik.


Nisa ikut makan bersama keluarga Baskoro, wanita itu disambut hangat oleh keluarga Gita.


Membuat Nisa merasa senang, apalagi bisa makan sambil menatap wajah Angga.


"Nisa, nginep aja disini nemenin Gita..!" Ucap Hanna


"Nanti aku pulang aja tante, aku gak mau ngerepotin tante."


"Gak ngerepotin kok, tante malah seneng suasana rumah jadi rame." Ucap Bu Hanna


Nisa hanya tersenyum, sebenarnya ia ingin menginap agar bisa melihat wajah pujaan hatinya itu, namun ia tak sanggup mengatakan iya.


Saat Nisa akan pulang diantar supir keluarga Baskoro, Gita malah menyuruh Angga mengantar Nisa.


"Kenapa aku?" Angga merasa bingung.


"Ih kakak aja, sekalian nanti beliin Gita pizza yang disana itu loh, yang enak banget, yang biasa Gita beli. Ok."


"Hemm.. iya iya" Jawab Angga


Gita mengedipkan matanya sebelah pada Nisa, dan wanita itu membalasnya dengan mengangkat satu jempolnya sambil tersenyum.


"Ayo Nis… keburu malem banget nih." Ucap Angga


"Iya kak.." jawab Nisa malu-malu

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2