Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 85 Pengertian pangeran kecil


__ADS_3

Badan Raja kini sudah terasa segar, kini giliran dia yang mengasuh bayi kecilnya itu.


Ratu bergegas pergi ke kamar mandi, dia mandi begitu lama, karena memang jarang sekali Ratu bisa "me time", beberapa kali Deon mengetuk pintu memanggil nama sang Ratu berharap yang sedang mandi itu segera menyelesaikan mandinya.


Saat Ratu keluar, "Kenapa lama sekali?" Tanya Raja sambil menggendong pangeran.


"Bukankah wanita memang sangat lama jika mandi dan berdandan? Hemm…" Ucap Ratu lalu melangkah dengan santainya, lalu dia pergi memilih baju tidur.


"Yang itu aja sayang, itu sangat cocok untukmu, membuatmu terlihat lebih cantik..!" Ucap Deon saat melihat baju tidur yang dipegang Ratu.


"Hmm, ini terlalu tipis, malam ini sepertinya cuaca terasa lebih dingin, aku mau yang ini saja yang sedikit lebih tebal." Ucap Ratu lalu memakainya.


"Gue gak mau pake yang itu, nanti bisa-bisa ada acara ronde ke 2, gue lelah." Batin Ratu (Gita)


"Sayang, aku pegal.. pangeran tidak mau jika dibaringkan, kamu sekarang yang gendong dia yah..!" Bujuk Raja.


"Hmm.. baiklah, tapi aku mau memesan dulu makan malam, aku lapar."


"Ya sudah, cepatlah..!"


Ratu berjalan menuju kamar Sani, memesan makanan agar nanti Sani saja yang pergi ke dapur istana. Tapi saat Sani keluar Ratu malah tidur di kamar Sani dan melupakan dua laki-laki yang sedang membutuhkannya.


Sementara itu Raja yang terus mengeluh, dan merasa jika Ratu lama sekali, dia pergi keluar mencari Ratu, tapi tidak menemukannya, lalu kembali ke kamarnya.


"Kemana ibumu sayang?" Tanya Raja pada bayi mungil itu.

__ADS_1


Setengah jam berlalu akhirnya makanan datang, Sani membangunkan Ratu,


"ya ampun, kenapa Ratu tidur dikamar pelayan." Ucap Sani pelan


"Ratu bangun..! makanan nya sudah siap dan dianatar ke kamar Ratu."


"Ah.. baiklah aku akan pergi, terimakasih tumpangannya."


Sani hanya diam, dia berpikir bahwa sangat aneh Ratunya tidur dikamarnya.


"Tumpangan? tumpangan tidur maksudnya? Ratu ada-ada saja." pikirnya


Lalu Ratu berjalan menuju kamarnya mengajak suaminya untuk makan bersama, dan untungnya Pangeran kecil sudah benar-benar terlelap sehingga bisa dibaringkan diatas tempat tidur.


"Kamu darimana saja sayang? Dari tadi aku mencarimu."


"Benarkah? Baiklah malam ini bukannya aku masih harus jaga ronda malam? Kalau begitu kamu tidur saja dengan tenang, aku akan menjaga pangeran kecil kita."


"Wah… terimakasih suamiku." Ucap sang Ratu sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Makanlah yang banyak! Kau perlu tenaga untuk menjaga bayi kita nanti." Ucap Ratu.


"Justru aku akan mengantuk jika terlalu banyak makan, biarlah aku makan sedikit saja, aku juga tidak mau jika nanti perutku yang sudah seindah ini berubah seperti ibu hamil. Hahaha" Ucap Raja sambil memegang perutnya.


"Ya ampun, kenapa gue inget perut yang seperti Roti sobek itu ya. Sudahlah aku makan yang banyak saja biar tidur gue nyenyak dan ASI gue banyak." Gumam Gita dalam hati.

__ADS_1


Sepanjang malam ternyata bayi kecil itu sangat pengertian pada ayahnya, dia sama sekali tidak rewel, dia hanya terbangun karena celananya basah, lalu tidur lagi tanpa harus ditimang-timang dahulu, seakan bayi itu mengerti jika ayahnya telah bekerja keras untuk memberinya adik lucu. Hehe..


"Ayah, bekerja keraslah..!"


"Ayah, aku ingin adik laki-laki agar bisa mengajaknya berkelahi nanti."


"Ayah, aku juga ingin adik perempuan yang cantik seperti ibu, agar nanti aku bisa menjadi seorang kakak yang gagah yang bisa melindunginya."


"Ayah, aku akan mendukungmu."


Begitulah kira-kira yang dikatakan pangeran kecil menurut pemikiran Deon.


Meski begitu, Raja tetap membangunkan bayi itu untuk disusui ibunya, karena tabib berpesan jika bayi jangan dibiarkan tidur terlalu lama membiarkan perutnya kosong tanpa ASI, selama semalam bayi gemoy itu akan menyusu sedikitnya 3 kali pada ibunya, bukan pada ayahnya ya..hehe


Pagi pun tiba, Ratu terbangun dan melihat kedua pria kesayangannya masih tertidur, dia melangkahkan kakinya untuk mandi dan bersiap-siap, memanfaatkan waktu luang saat bayinya masih terlelap.


Setelah siap, Ratu berniat memesan sarapan pagi. Tapi dia dikagetkan dengan kedatangan Sani yang tiba-tiba datang, dia bahkan kelihatan lelah karena berlari.


"Ratu… selir Mey, Ratu."


"Iya , ada apa? Tenang dulu, bicaralah pelan-pelan..!"


Ratu lalu masuk menuju kamarnya, mengambil segelas air yang tersedia.


"Minumlah dulu.." Ucap Ratu sambil memberikan segelas air putih.

__ADS_1


"Ratu.. aku benar-benar tidak menyangka dengan keadaan selir Mey saat ini, aku merasa kasihan, tapi juga sedikit menyeramkan, ahh pokoknya Ratu coba saja lihat sendiri..! bahkan kini telah banyak tabib istana disana, para pelayan dan penjaga pun mereka snagat heboh sekali."


Bersambung...


__ADS_2