Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Fitnah


__ADS_3

Ponsel Gita terus bergetar menandakan ada telepon masuk. Dan untung saja Reza tidak terbangun saat Gita merasa kaget dengan getaran itu.


"Wa'alaikumsalam tante, iya ada apa tan?." Jawab Gita


"Ah itu, apa Reza masih disitu Git? Tante khawatir, ponselnya mati gak bisa dihubungi, Reza juga masih sedikit demam ketika pergi dari rumah."


"Tante tenang aja, ada kok tan, tapi lagi tidur dikamar kak Angga, gimana dong, apa Gita bangunin aja?."


"Emmhh.. gak usah Git, biarin dia istirahat disitu aja, gak ngerepotin kan? Lagian besok Reza gak ngantor kok."


"Iya tante gak ngerepotin sama sekali kok."


"Ya udah kalau gitu, titip Reza ya, makasih loh."


"Sama-sama tante."


Panggilan itu pun berakhir diakhiri dengan ucapan salam. Gita keluar dari kamar kakaknya itu, mematikan lampu kamar dan membiarkan dua laki-laki itu istirahat dan tidur bersama.


Mereka gapapa kan dibiarkan tidur bersama gitu? Batin Gita


Wanita itu merasa kalau semuanya akan baik-baik saja, Reza juga jika demamnya naik bukankah disana sudah ada Angga yang menemaninya, jadi menurutnya tidak akan ada masalah.


Gita masuk ke kamarnya untuk tidur, dan sebelumnya ia sudah memberitahu ibunya kalau Reza menginap.


***


Adzan subuh pun berkumandang, membuat Angga yang terbiasa bangun subuh itu bangun dengan sendirinya.


Tapi subuh ini dia merasa ada yang berbeda, tangannya digenggam seseorang.


Apa mungkin ada hantu yang memegang tanganku? Astagfirullah, sepertinya bukan.


Apa mungkin aku melakukan kesalahan seperti novel-novel yang aku baca, dimana pria meniduri wanita tanpa sadar dan terbangun dengan tubuh polos? Pikir Angga


Lalu Angga meraba tubuhnya dengan tangan sebelahnya lagi yang tidak digenggam. Alhamdulillah.. itulah yang terucap dari mulut Angga saat menyadari dirinya masih lengkap dengan bajunya.


"Tapi siapa dia?." Ucap Angga pelan.


Tubuh disampingnya tertutup selimut dengan sempurna bahkan tangan Angga pun ikut masuk ke dalam selimut digenggam seseorang.


Dengan lampu tidur yang menyala, lelaki itu masih bisa melihat meski samar-samar. Dibukanya selimut yang menutupi seseorang disampingnya itu.


Laki-laki… siapa? Papah? Pikirnya.


Tiba-tiba terdengar suara orang mengigau.


"Jangan pergi mah, Reza sakit."


Ternyata si adik ipar, kenapa dia bisa tidur disini?. Batinnya. 


"Za bangun, sudah adzan, kita sholat subuh dulu..!" Ajak Angga sambil menggoyangkan badan Reza yang masih tertidur pulas.


Laki-laki itu pun terbangun, ia juga sempat kaget melihat suasana kamar yang berbeda dan juga lengkap dengan kehadiran calon kakak iparnya di waktu subuh.

__ADS_1


Namun ia teringat terakhir kali dia main game sampai ketiduran. Meski badannya sedikit demam Reza masih bisa melaksanakan sholat subuh, dia bergegas bangun dan sholat berjama'ah.


Namun Reza merasa demamnya naik lagi, dia memilih tidur kembali, Angga pun membiarkannya istirahat di kamarnya.


Pagi itu Angga bergegas pergi ke kantor, sementara Gita sedang mengompres Reza agar demamnya turun.


"Cepet sembuh dong..! Gue kangen ngerjain lo, tau gak?." Ucap Gita


"Hmm.. ada juga gue yang ngerjain lo." Jawab Reza lemas.


"Hahaha.. PD banget, oh iya nanti siang tante Maya mau kesini jemput lo."


"Iya , makasih Git udah ngerawat gue."


"Sama-sama, gue ambilin bubur dulu buat lo, nanti lo tinggal minum deh obatnya..!"


Gita melangkah pergi ke dapur setelah Reza menganggukan kepalanya.


Dengan perlahan Gita menyuapi Reza, sampai pada akhirnya bubur itu habis.


Ternyata, lo gak sekasar yang gue kira. Pikir Reza


Ternyata, dia begitu lemah disaat sakit, kayak anak kecil, tapi lucu. Pikir Gita


Mereka mulai saling mengagumi satu sama lain di dalam pikiran mereka masing-masing.


Gita meninggalkan Reza setelah lelaki itu meminum obatnya dan mulai tertidur lagi.


***


Ketika waktu menunjukan pukul 10.00, , Bu Maya sudah berada di rumah Gita.


Dia begitu terlihat sangat mencemaskan anak satu-satunya itu.


Bu Hanna menyambut kedatangan sahabatnya itu, tapi ada seseorang yang kini bersamanya.


"Kamu kesini sama siapa May?."


"Oh, ini anak dari adik suamiku Na, namanya Meta." Jawab Maya


"Emmh… cantik ya, salam kenal anak manis." Ucap Bu Hanna


"Iya tante, makasih lo pujiannya." Meta begitu senang dikala dia mendapat pujian.


Memang dari penampilan Meta itu lumayan cantik dan manis, postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi juga memberikan kesan imut padanya. Bahkan kelakuannya yang masih manja itu, masih terlihat cocok-cocok saja, karena dia memiliki wajah baby face.


Semua yang memandang Meta pasti mengira dia anak yang manja, polos dan baik hati, tapi kita tidak tahu bukan isi hatinya seperti apa.


Maya menghampiri anaknya yang masih tertidur di ranjang milik anak sahabatnya itu. Bahkan Reza menggunakan baju Angga karena bajunya basah dengan keringat yang banyak akibat demam.


"Za bangun..!."


Perlahan lelaki itu membuka matanya, dan berganti posisi, dia kini duduk di ranjang itu.

__ADS_1


"Mamah.. Meta, kenapa mamah ngajakin Meta segala? Aku kan udah bilang gak suka."


"Hmm.. kasian dia ditinggal sendirian di rumah, lagian dia juga pengen nengokin kamu Za, kamu tuh jangan suudzon mulu sama orang." Ucap bu Maya pelan tapi masih terdengar Meta.


"Tante, kenapa kak Reza selalu jahat sih sama aku?." Ucap Meta lirih


"Jangan dimasukin ke hati sayang, Reza memang begitu orangnya..!" Bu Maya


Mulai deh anak ini ngedrama, wajahnya itu telah menipu banyak orang. Batin Reza


"Iya iya, aku udah baikkan ko mah kita pulang aja." Ajak Reza, dia tidak ingin ada drama lain yang terjadi, karena Meta selalu berulah, apalagi mengingat ini rumah Gita.


Reza bersiap-siap, dia pergi mencuci mukanya sebentar, memang tubuhnya kini sudah membaik dan tidak demam. Dia akan membawa Meta cepat pergi dari sini.


Bu Maya menghampiri sahabatnya di ruang tamu, sementara Meta meminta izin ke toilet, padahal dia hanya kepo dengan isi rumah dan isi penghuninya.


Dia berjalan mengelilingi rumah, sampai dimana dia melihat Anggita yang sedang memasak di dapur.


"Oh jadi ini rumah lo, hmmm.. bagus juga tapi sayang ya lo itu sebenernya kaya tapi penampilan lo itu suka malu-maluin." Ejek Meta


"Maksud lo?."


"Iya malu-maluin, gaya lo itu kampungan." Meta mengejek lagi.


"Ini itu sederhana, bukan kampungan, suka-suka gue dong mau pake baju apa, jangan so ikut campur deh, emak gue bukan." Jawab Gita tak kalah sinis.


"Gue ingetin ya sama lo, jangan berharap lebih sama kak Reza, dia itu milik gue, inget itu.!"


"Hahahaha…. Dasar bocah." Jawab Gita


Wanita itu merasa lucu saja, bukankah Meta bukan pacarnya Reza tapi kelakuannya seperti istrinya saja yang merasa terancam dengan kehadiran Gita, padahal dia aja yang dijodohkan merasa biasa-biasa saja.


"Lo ngetawain gue?."


"Menurut lo ada orang lain gak disini? Hehe." Gita mulai gemas.


Gue bogem juga ni anak, wajah polos tapi kelakuan gak ada sopan-sopannya. Pikir Gita


"Awas lo ya..!" Meta menyiram bajunya sendiri dengan air putih, lalu berlalu pergi.


Ada apa dengannya? Dia menyiram tubuhnya sendiri? Kalau mau mandi ya mandi aja sekalian, dasar bocah aneh. Batin Gita


Tiba-tiba bi Mina datang memanggil Gita untuk segera datang ke ruang tamu atas permintaan bu Hanna. Kebetulan juga acara memasaknya juga telah selesai, dia bergegas menghampiri ibunya.


Gita merasa ada sesuatu yang aneh, dia melihat Meta menangis dan Bu Maya berusaha menenangkannya, semua orang berwajah serius kecuali Reza yang tampak lesu, duduk di kursi dekat ibunya.


"Sini Git, duduk dulu disini sebentar..!" Ucap Bu Hanna


Ada apa sih? Gumam Gita


"Apa benar kamu tadi menyiram tubuh Meta dengan sengaja?." Tanha Bu Hanna pelan, dia tidak mah menuduh sembarangan.


Deg

__ADS_1


Apa-apaan ini? Jadi Dia memfitnah gue, dasar rubah. Pikir Gita


Bersambung...


__ADS_2