Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Berhasil Membawa Kirana


__ADS_3

Ternyata suara gaduh tadi membuat Kirana yang tertidur itu akhirnya bangun, dia begitu terkejut melihat pengawal yang pingsan dengan darah di mulutnya.


"Kirana? Kamu gapapa kan?." Gita


"Aku gapapa, kenapa kalian bisa masuk? Bukannya diluar banyak pengawal?." Kirana


"Aku kira kamu diikat dan dikurung oleh om Aldi, kita merasa cemas karena kamu menghilang begitu saja." Reza


"Hehe, aku gak diikat tapi memang dikurung karena tidak bisa keluar dari rumah ini, tapi akhirnya aku tahu bahwa ini rumah yang pernah ditempati ibu dan ayahku." Kirana


"Bagaimana kamu tahu?." Angga merasa penasaran.


"Ada foto pernikahan mereka di ruangan utama di depan sana." Ucap Kirana


Angga setelah mendengar itu, dia berlari karena tidak mau kehilangan sedikitpun petunjuk.


Dia memperhatikan foto itu, jelas disana terpajang foto pernikahan dengan nama Aldi dan Alisa.


Alisa yang mirip sekali dengan Kirana, yang sama pula yang ada di mimpinya, namun saat dia melihat tulisan di pojok bawah, dia melihat tanggal pernikahan itu.


"Apa? Mereka menikah setelah aku lahir? Apa ini pernikahan kedua?." Ucap Angga pelan.


Reza, Gita, dan Kirana datang menyusul menghampiri Angga.


"Ada apa kak?." Kirana


"Gapapa, apakah ini benar ibumu?" Angga


"Mungkin, karena aku tidak pernah bertemu dengannya, yang aku kenal cuma mamah Jani, tapi sepertinya sih iya, karena wajahku mirip dengannya, iya kan?." Kirana


"Iya , mirip sekali." Jawab Gita


Apa mungkin ibuku menikah 2 kali, dan aku adalah anak dari hasil pernikahannya yang pertama? Pikir Angga


Ingin rasanya Angga mencari petunjuk lain dirumah itu, namun waktu yang terbatas membuatnya tidak bisa berlama-lama di rumah itu.


Kirana yang memang baik-baik saja, dia memaksa ikut, dia bilang jika dia ingin pergi dari rumah itu, dia juga melihat perubahan sikap papanya, Kirana takut jika terus bersama papanya.


"Kamu yakin mau ikut?." Angga


"Iya kak, aku merasa tidak aman meski tinggal bersama papaku, entah kenapa rasanya papaku berbeda, aku takut." Kirana


"Berbeda bagaimana?." Reza


"Dulu dia tidak seperti itu, dia orangnya sibuk bekerja dan memperhatikanku saat sempat saja, saat ada waktu luang. Perhatian yang wajar yang aku dapat, namun kali ini berbeda." Kirana

__ADS_1


"Berbeda bagaimana?." Reza mulai bingung


"Aku memergokinya membelai pipiku dengan lembut dan mesra, bakan memanggilku dengan nama Alisa, menyeramkan bukan?." Kirana


"Astaga, aku kira papamu itu tidak sehat." Gita


"Dia sehat Gita, dia baik-baik saja." Reza


"Hmm.. maksud aku jiwanya yang sakit." Gita


Reza , Angga dan Kirana saling memandang dengan tatapan yang sulit diartikan.


Akhirnya mereka pergi dari rumah itu, meski rumah itu besar, namun sayang sekali Aldi tidak sempat memasang CCTV karena dulu itu tempat tinggalnya bersama Alisa, selingkuhannya.


Istri siri, sebenarnya Alisa istri kedua Aldi namun lelaki itu menyembunyikannya di rumah yang jauh dari pemukiman warga.


Sepanjang jalan Angga melamun, dia masih belum memahami teka-teki ini.


Haruskah aku melakukan tes DNA dengan Kirana? Pikir Angga


Sempat terpikir untuk melakukan tes DNA namun dia bingung cara menjelaskannya pada Kirana.


Reza yang bingung, akhirnya membawa Kirana pulang ke rumah tante Jani. Meski tantenya itu masih di Rumah Sakit, namun di rumah inilah tempat yang aman.


Aldi akan mengira jika Kirana kabur ke tempat yang jauh, tempat yang belum pernah diketahui Aldi, padahal Reza menyembunyikan Kirana di rumah Jani yang selama ini menjadi tempat tinggal gadis itu.


"Gapapa, justru tante Jani akan senang, tanteku bahkan sangat mengkhawatirkanmu, dia sudah melepaskan masa lalunya, bahkan sudah bercerai dengan om Aldi."Reza


"Apa, Mereka bercerai? Disatu sisi aku bersyukur mamah Jani bisa melepaskan papaku dan mencari kebahagiaannya, tapi.. disisi lain aku kasihan karena papaku tidak berubah sampai sekarang , dan malah semakin menyakiti mamah Jani." Kirana


"Gak usah khawatir, tante ku wanita kuat, dia juga meminta maaf atas perbuatannya yang selalu acuh padamu." Reza


"Aku sudah memaafkan hal itu, sejak aku mengetahui Fakta tentang diriku, karena jika aku diposisi mamah Jani, pasti aku juga merasa kesal dan benci, apa kakak yakin mamah Jani sudah tidak membenciku?." Kirana


"Iya.. nanti coba kamu telepon dari telepon rumah ini saja." Reza


Mereka pamit pulang, mereka juga tidak mau menimbulkan kecurigaan. Namun satu hal yang pasti karena ini rumah tante Jani dan mereka sudah bercerai, om Aldi tidak akan pernah bisa masuk ke rumah itu lagi.


Hati mereka kini merasa lega, sebelum pergi mereka berganti pakaian terlebih dahulu agar bu Hanna dan Baskoro tidak merasa curiga.


Setelah sampai di rumah Baskoro, mereka makan dengan lahap.


"Bukankah kalian habis piknik, masa sih pulang-pulang seperti yang kelaparan begitu?" Hanna


"Hehe.. ada masalah mah, jadi kami pulang, belum sempet makan juga." Gita

__ADS_1


"Oh, yaudah kalian makan yang banyak..!" Hanna, dia berlalu pergi.


Setelah selesai makan, mereka bersantai sambil menonton Televisi.


"Za, kamu makan kaya yang kehabisan tenaga saja, bahkan kamu tidak melakukan apa-apa.hahaha.." ledek Angga


"Aku memukul orang ompong itu satu kali kak." Jawab Reza.


"Aku dua kali Za, aku lebih baik darimu." Angga


Gita yang seharusnya lebih berhak membanggakan dirinya sendiri, dia berlalu pergi karena malas meladeni dua lelaki yang sok menjadi pahlawan itu, padahal mereka hanyalah penonton. 


Mereka benar-benar kekanak-kanakkan sekali. Pikir Gita


Gita membaringkan tubuhnya di ranjang, dan tertidur pulas siang itu.


Reza dan Angga yang mengambil cuti kerja, mereka memanfaatkannya dengan bermain game bersama.


Sebelumnya Reza sudah menghubungi Bu Maya dan tante Jani memberi kabar dimana keberadaan Kirana.


***


Di Tempat lain, Aldi yang baru pulang kerja, melihat pengawal-pengawalnya menunduk.


Ada apa dengan mereka? Pasti ada yang tidak beres. Pikir Aldi


"Kalian kenapa menunduk seperti itu, ada apa?." Aldi.


"Non Kirana hilang Bos." Pengawal


"Apa, hilang? Kalian menjaga 1 gadis kecil saja tidak becus, tubuh saja yang gede, gaji minta gede, tapi tidak berguna." Aldi marah-marah


Dia dengan segera mengecek ke dalam rumah, benar saja anaknya itu sudah tidak ada. Namun tidak ada kerusakan barang atau sesuatu yang berantakan. Aldi merasa heran, bagaimana gadis itu bisa kabur.


"Kalian kemana aja? Kenapa Kirana bisa kabur?." Tanya Aldi


"Tadi, sempat ada 3 orang datang kemari Bos, menyamar sebagai pegawai baru, kami juga curiga, tapi kami lupa dengan apa yang terjadi selanjutnya, kami semua hanya merasa kepala kami sakit, sepertinya kami sempat pingsan." Pengawal


Siapa mereka? Kenapa aku bisa kecolongan begini? Arrgghhh.. Pikir Aldi


Aldi tidak tahu harus mencari Kirana kemana, yang terlintas di pikirannya hanya dua nama yang selalu peduli pada anak itu.


"Maya, Reza." Aldi


Aldi tiba-tiba menyeringai jahat, entah apa yang ia rencanakan.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2