Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Wajah Pucat Reza


__ADS_3

Sementara di kampus, Gita yang ingin makan siang dihadang beberapa wanita.


Ya ampun, mana udah laper, pake acara drama dulu lagi.. Guman Gita dalam hati


"Hey.. cewek aneh, jangan sok jago ya disini! Dan jangan so cantik mau deketin kak Reza!." Ucap Wina


Ternyata Wina datang untuk membalas dendam atas perbuatan Gita yang tadi pagi. Dia membawa teman-temannya bahkan diantara mereka ada beberapa yang memang ikut Les beladiri.


"Kalau lo berani coba lawan temen gue nih..!" Ucap Wina.


"Ya ampun, ada juga Lo kali yang pengecut pake bawa temen lo segala, se RT pula. Haha…" Ucap Gita.


Tanpa basa basi terjadilah pengepungan, Gita dan Nisa dihadapkan dengan 5 orang wanita yang sedang emosi.


"Gimana nih Git, lo bisa gak ngelawan mereka semua?." Tanya Nisa pelan, dia berlindung di belakang Gita.


"Bisa, nyantai aja kali..!" Ucap Gita dengan keras.


"Hahaha.. ni anak ternyata  bener-bener sombong." Ucap salah satu teman Wina.


Bugh..


Bugh..


Pukulan Gita sama sekali tidak pernah meleset, dia bahkan mengeluarkan aliran listrik dari cincin nya agar mempersingkat waktu.


Pukulan mereka bisa Gita hindari dengan mudah dan ditangkis jika sudah nampak dekat.


Mereka terkapar pingsan tak berdaya, dan saat mata Gita membulat memandangi Wina, gadis itu berlari secepat kilat.


"Kabur dia.. hahahaha…" Nisa tertawa.


"Yu ah ke kantin, gue makin lapar sekarang..!" Ajak Gita


"Ya iyalah, lo kan abis babad 5 orang itu. Keren.. keren, tapi ko mereka pingsan ya? Bahaya gak sih Git?."


"Bentar lagi juga mereka sadar, tenang aja gue gak bikin mereka lumpuh, cuma cenat cenut aja."


"Hmm…" Nisa berdehem menanggapi ucapan sahabatnya itu, namun ia percaya jika temannya itu tidak akan berbuat diluar batas kendali.


Mereka pergi meninggalkan tempat itu menuju kantin kampus. Bahkan Gita memesan 2 porsi sekaligus saking lapar dan emosi. Hehe


"Lo yakin ini semua bakalan habis?." Tanya Nisa sambil melihat makanan yang kini tersedia di meja.


"Iya bawel."


Gita begitu menikmati makanannya, memang merepotkan jika dia menghadapi beberapa orang yang tidak menyukainya, tapi ini juga seperti  hiburan untuknya dikala dia sedang banyak pikiran karena perjodohan dan perusahaan.


Gita dan Nisa melanjutkan mata kuliah hari ini tanpa beban. Mereka melupakan kelima orang yang pingsan tadi.


Hingga waktu pulang pun tiba, dengan terburu-buru Gita memesan taksi mengajak Nisa pergi. Dia tidak ingin jika Reza melihatnya, hari ini dia berniat kabur tidak ingin diantar pulang oleh laki-laki menyebalkan itu.


Benar saja Reza datang 10 menit setelah mobil yang dipesan Gita pergi, dia menunggu dan mencari Gita dikampus, bahkan sempat bertanya ke beberapa mahasiswa disana, namun tak ada yang mengenali Gita.


Astaga, bagaimana bisa tidak ada yang kenal dengan wanita itu?, dia benar-benar jauh dari kata populer di kampus, gak kayak gue. Gumam Reza merasa bangga pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Akhirnya dia berusaha mengirim pesan, namun tidak ada balasan, dan saat ditelpon pun malah dirijek.


Keterlaluan banget nih anak, berani-beraninya menolak panggilan gue. Reza merasa kesal


Karena dia tidak tahu kemana Gita pergi, akhirnya dia memilih pulang ke rumah, menghabiskan waktunya untuk tidur sore.


Sesampainya di rumah, "Za baru pulang?."


"Iya mah.."


"Mamah pengen ke mall, kamu temenin mamah ya, kalau capek kamu istirahat aja dulu sebentar."


"Hmm.. ok mah, 1 jam lagi." Jawab Reza, dia sebenarnya sedang tidak mood berjalan-jalan tapi dia tidak tega menolak keinginan ibunya itu.


Akhirnya ibu dan anak itu pergi ke mall, Bu Maya sedang ingin mencari baju baru, dan menghilangkan kejenuhannya seharian di rumah, tak sengaja pandangannya tertuju pada 2 wanita dan 1 laki-laki yang sedang duduk beristirahat.


"Gita?." 


"Eh tante, eh ada Reza juga, maksudnya kak Reza.hehe." jawab Gita.


Ada nyokap gue, baru manggil kakak, biasanya juga gak gitu, so manis.. Batin Reza kesal.


Sebelumnya dia sudah dibuat kesal tadi siang karena tidak bisa menjemput Gita dan ditinggal pergi entah kemana, lalu sekarang dia melihat Gita bersama lelaki itu.


Ya.. Gita yang sudah sore belum pulang membuat Angga khawatir dan segera menyusulnya.


"Tante mau belanja nih, butuh baju kondangan baru, kalau kamu belum selesai belanjanya, temenin tante sebentar yu..!" Ucap Bu Maya pada Gita.


"Emmhh.. boleh deh tan, ayo..!"


"Ok."


Benar saja, Angga tidak ikut, dia tidak suka menemani wanita berbelanja terlalu lama, kakinya bahkan sudah terasa pegal, tapi Reza juga malah berdiam diri disitu membuat Nisa kesal.


Kak Reza kenapa gak ikut? Mau jadi orang ketiga kali ya (setan), padahal gue kan lagi pengen PDKT sama kak Angga. Batin Nisa


"Hmm.. aku mau bicara, bisa ikut sebentar?" Ucap Reza pada Angga.


"Boleh.." jawab Angga dengan santai, dia melihat tatapan kecemburuan.


Calon adik ipar kira-kira mau membahas apa ya? Pikir Angga.


Nisa ditinggal pergi oleh 2 lelaki tampan itu, membuatnya semakin kesal pada Reza yang dengan jelas mengganggu rencananya.


Dua lelaki itu duduk di kursi dan saling berhadapan.


"Apa kamu tahu kalau Gita itu dijodohkan denganku?."


"Hmm apakah iya? Tapi kalian tidak seperti pasangan kekasih." Jawab Angga yang berpura-pura tidak tahu, padahal di dalam hatinya ia ingin tertawa karena melihat tingkah calon adik iparnya ini.


"Iya, tanyakan saja padanya nanti jika kamu tidak percaya..!, jadi mulai sekarang jangan coba-coba mendekatinya, jangan menjadi orang ketiga diantara kami..!"


"Tapi menurutku Gita tidak memiliki rasa yang sama." Ucap Angga ingin membuat Reza tambah kesal.


"Itu menurutmu, memangnya kamu tahu isi hatinya? Sudahlah, yang terpenting aku sudah memperingatkanmu, jangan merendahkan diri menjadi lelaki pebinor..!" Reza pergi dengan kesal, dia pergi menuju toilet.

__ADS_1


Pebinor? Lah… emang Gita bininya dia? Hahaha Batin Angga


Angga kembali menemani Nisa, membuat wanita itu tersenyum senang, bahkan kegirangan yang disembunyikan. Dia tidak penasaran dengan apa yang dibicarakan lelaki itu dengan Reza. Menurutnya hal yang wajar bukan calon adik kakak berbicara 4 mata.


Hingga akhirnya Gita datang bersama Bu Maya yang sudah mendapatkan baju yang diinginkan.


Reza pun datang menghampiri dan mengajak ibunya pulang, dia terlanjur kesal dan tidak mood.


"Tante seneng banget loh belanja ditemenin kamu Git, makasih ya…"


"Iya tante, sama-sama. Gita pulang dulu ya tante."


"Gak bareng tante aja?."


"Hehe.. gak usah tante kan udah ada kak Angga." Jawab Gita.


"Iya kakak idaman ya Git?." Ucap Nisa yang refleks memuji Angga. Sepertinya Nisa tertarik pada kakak sahabatnya itu.


"Iya dong, udah lama gak ketemu juga, jadi masih kangen-kangenan. Hehe.." jawab Gita


Bu Maya hanya tersenyum dan sekilas melihat ekspresi anaknya yang berubah pucat.


Kenapa dengan Reza, apa saking kagetnya dia sampai begitu? Pikir Maya


"Ya udah kalau gitu, tante juga mau pulang, tapj mau mampir sebentar ke toko kue, kalian hati-hati ya..!" Ucap Bu Maya.


Mereka Pun berpisah, Reza masih mematung ditempat membuat bu Maya susah payah menyadarkan anaknya itu dari lamunannya.


"Za… ayo..!"


"Mah, yang tadi itu kakaknya Gita?."


"Iya, memangnya kenapa? Kamu gak usah khawatir dan gak usah cemburu sama calon kaka iparmu itu..!"


"Astaga, mati gue."


"Apanya yang mati Za?."


"Sapi." Jawab Reza asal, dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada ibunya.


Sapi? Apa Reza teringat qurban kemarin ya? Ah sudahlah.. Batin Maya


Bu Maya menyeret tangan anaknya itu agar segera pergi ke toko kue dan pulang, Reza masih seperti orang linglung membuat bu Maya geleng-geleng kepala.


Bahkan Reza memanggil sopir pribadinya untuk datang dan mengambil alih kemudi saat mereka pulang, dia masih tidak habis pikir dengan tindakan bodohnya tadi, mengatai calon kakak iparnya dengan sebutan pebinor.


"Tidak…!" Teriak Reza di dalam mobil


"Kamu kenapa sih Za, mamah jadi takut, apa kamu kesambet? Dari tadi sikapmu aneh banget, bahkan tidak mau menyetir mobil."


"Gapapa mah aku cuma capek aja, aku mau tidur di mobil, bangunin aku kalau sudah sampai ya mah..!"


"Emm ok." Jawab Bu Maya yang masih memperhatikan anaknya itu.


Sementara Reza memejamkan matanya karena frustasi menghadapi Angga nanti bukan karena mengantuk.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2