
"Ahhhhh…. Hantu…" Teriak Gita
"Mana hantunya? Masa iya ada hantu, kalian bikin mamah kaget aja." Ucap Hanna
Seketika Angga dan Gita menyadari jika itu hanya ibunya.
"Mamah ngapain tiba-tiba nongol disini? Pake acara maskeran segala lagi." Ucap Gita
"Iya nih, bikin parno tau mah." Ucap Angga
"Memangnya kalian gak lihat mamah berjalan daru kamar bahkan memakai senter handphone mamah, mamah mau ngecek keluar rumah eh udah nyala duluan." Ucap Hanna
"Oh.." jawab Gita dan Angga kompak.
"Ini sudah larut malam, cepet kalian tidur, yang satu mau ngantor yang satu mau kuliah, kalian mau kesiangan?." Ucap Hanna kesal.
Mereka langsung pergi terbirit-birit, mendengar omelan Bu Hanna yang pasti tidak akan berhenti jika mereka masih berada disana.
"Oh maskerku.." Ucap Hanna, memegangi wajahnya, dia lupa jika sedang maskeran, karena omelannya tadi membuat maskernya retak.
Gita melihat handphonenya dan ada panggilan tak terjawab dari Reza, namun gadis itu membiarkannya dan bergegas tidur.
***
Pagi itu udara sangat dingin karena memang subuh tadi sempat hujan, cuacanya pun tidak secerah biasanya, Gita memilih pergi dengan motornya.
Saat Reza mengunjungi rumah Gita berniat mengantarnya ke kampus ternyata Gita sudah pergi lebih dulu.
Reza merasa bingung, dia harus menjelaskan kejadian kemarin, dan kesalahpahaman ini bisa terselesaikan, namun Gita seperti sedang menghindar darinya.
Hari ini Reza menelpon Roni, menyuruhnya menangani semua kegiatannya hari ini di kantor, dia akan datang siang hari, yaa.. setelah ia bisa berbicara dengan Gita.
"Gue lihat kak Reza udah nunggu sejam loh disana."
"Masa sih, mungkin lagi marahan makanya ditungguin dari tadi."
"Tapi kasian liatnya, udah rapi pake jas masa diem aja disitu gak ada kerjaan."
"Hmm, namanya juga cinta ya.. pasti rela lah nunggu berjam-jam, beruntung deh jadi c Gita itu, udah kaya dapet cowok ganteng dan tajir."
"Iya, iri gue."
Akhirnya yang ditunggu pun keluar, Reza menarik tangan Gita agar gadis itu tidak bisa kabur lagi, pria itu menjelaskan siapa yang mengangkat teleponnya semalam dan alasan apa yang membuatnya kemarin sibuk hingga tidak bisa dihubungi.
"Apa iya?." Tanya Gita
"Iya, masa aku bohong sama kamu." Reza
"Hmm.. ok, tapi nanti bawa aku bertemu Kirana." Gita
"Ok.. aku ke kantor dulu ya, tapi.. kita makan bareng aja dulu di kantin."
__ADS_1
"Iya, iya.." jawab Gita
"Mentang-mentang ada pacar, gue dilupain." Celetuk Nisa.
"Hehe sorry, yuk kita makan sama-sama..!" Ajak Gita.
Mereka makan bersama di kantin kampus, bahkan Reza membayar semua makanan yang ada di kantin, mentraktir semua mahasiswa disana.
"Kak Reza dalam rangka apa, sampe semua makanan kantin dibeli semua?" Tanya Nisa
"Dalam rangka merayakan hari tunangan aku dan Gita yang diadakan beberapa hari lagi." Jawab Reza dengan senyumnya.
"Wahh.. kabar besar ini, kalian mau tunangan, secepat itu?." Nisa mengatakannya dengan berdiri dan berteriak, membuat orang-orang disekitarnya tentu mendengar ucapannya. Nisa memang sengaja mengumumkannya.
Gita dengan cepat menarik tangan sahabatnya, menyuruh Nisa duduk kembali di kursinya.
"Lo apa-apaan sih? Gue malu tahu, lo mau semua orang tahu?." Gita
"Hehe.. gue sengaja biar semua orang tahu, ini kabar bahagia, tentu saja harus disebar." Nisa
"Tapi gak gitu juga kan Nis." Ucap Gita
Namun Reza dan Gita malah tersenyum senang bahkan mereka saling menepukkan tangan kanan mereka.
Tos
"Kamu memang sahabat terbaik Gita." Ucap Reza dengan mengangkat jempol tangannya.
Siang itu selesai makan Reza menuju kantornya, dan bersiap menjemput Gita nanti saat sore hari tiba, saat pekerjaan kantornya selesai dan saat jam kuliah Gita juga sudah selesai.
***
Gita membiarkan motornya dibawa Nisa, sementara dia memilih pulang bersama Reza, di dalam mobil Gita menceritakan kejadian naas yang menimpa kak Angga, juga kejadian malam hari saat mati lampu.
"Hahaha.. kakak kamu ada ada aja Git, aku jadi punya bahan untuk mengejek kak Angga nanti." Reza
"Hehe.. aku juga masih mengejeknya tadi pagi." Ucap Gita
"Kak Angga sepertinya mendapat karmanya, bukannya dulu ibumu yang kaget melihat wajah putih kak Angga, dan semalam malah sebaliknya. Hehehe pasti lucu sekali, hahaha."
"Hmm.. jadi aku juga dapet karma nih semalam?." Tanya Gita sedikit sinis.
"Emm emm, enggak dong, kan dulu cuma aku dan kak Reza yang pake bedak putih. Hehe.. bentar lagi sampe Git." Ucap Reza, sebenarnya dia tidak ingin salah bicara lagi dan membuat pacarnya kembali marah.
Gita disambut dengan hangat oleh bu Maya, karena sebelumnya Reza telah mengirim pesan pada ibunya itu.
Keluarlah gadis cantik dengan jalan yang masih tertatih-tatih.
"Eh kak Reza udah pulang?"
Gita memandangnya dari atas sampai bawah, dia lebih muda dari gue, badannya juga, gue kalah, apa dia sama seperti si Meta itu?. Pikir Gita
__ADS_1
"Iya, kenalin ini pacar kakak, cantik kan?." Ucap Reza
Kata cantik itu membuat Gita salting, Gita mengulurkan tangannya, berjabat tangan dengan gadis itu.
"Gita."
"Kirana, hemm.. pacar kak Reza memang cantik, kak aku mau ke kamar lagi ya, sepertinya belum bisa jalan jauh."
"Biar tante anter." Ucap Bu Maya memegang tangan Kirana, mengantarnya sampai ke ranjangnya.
Tok
Tok
Tok
"Bi, tolong bukain pintunya ya..!" Reza
"Iya Den."
Tiga menit kemudian, datanglah wanita dengan berpura-pura sedih itu.
"Kak Reza, aku dengar Kirana kecelakaan, dimana dia sekarang." Ucap Meta dengan nada suara yang seolah sedih.
"Dikamar tamu, lihat aja sendiri..!" Ucap Reza kesal, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Meta, yang membuat Kirana kecelakaan.
"Anterin dong kak..!" Ucap Meta manja, tiba-tiba menggandeng tangan Reza
"Lepas..!" Ucap Reza
Benar-benar ulat bulu, main nemplok aja. Pikir Gita
"Ya udah deh kalau gak mau nganterin." Ucap Meta berlalu pergi, tanpa menyapa Gita yang jelas-jelas ada disana.
Namun Gita sedikit merasa khawatir saat melihat Bu Maya keluar dari kamar itu dan meninggalkan dua gadis itu.
Gita meminta izin pada Reza untuk melihat keadaan kedua gadis itu, Gita mulai mendekat dan menguping.
"Hei Kirana, kembalikan tas kesayangan gue..! Kerjaan lo tuh gak bener." Ucap Meta
"Aku udah ngikutin kak Reza seharian itu, jadi kerjaan aku benarlah, tas itu milikku." Ucap Kirana
"Harusnya aku yang minta ganti rugi lagi, karena tugas dari kak Meta udah bikin aku celaka." Ucap Kirana.
Namun Meta tidak terima disalahkan, dia mulai mendekati Kirana, lebih dekat dan lebih dekat, mengangkat tangannya seakan ingin menampar gadis itu.
Namun kirana mundur dan terus mundur menghindar.
"Lo mau kemana hah? Sini biar gue kasih pelajaran, biar lo gak berani ngelawan gue lagi..!" Ucap Meta
Bersambung...
__ADS_1