Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Disembunyikan


__ADS_3

Namun Reza dengan sigap berada di depan tubuh ayahnya itu, mencoba menghalangi takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Sekuat tenaga Reza menahan papanya itu, jangan sampai ayahnya itu nantinya yang akan mendapat masalah.


"Minggir kamu Reza!." Aldi


"Sudahlah om jangan mencari keributan lagi, Kirana tidak ada disini, dan mamah bukan orang yang membocorkan rahasia itu, harusnya om introspeksi diri, jangan malah menyalahkan orang lain..!" Reza


"Diam kau bocah!." Reza


"Sudah Za, kalau ngobrol sama orang emosi memang susah." Maya


Maya menekan tombol darurat, membuat satpam yang berjaga di depan masuk ke dalam rumah.


"Ada apa bu?." Satpam


"Ini pak, tolong dibawa keluar ya..!" Maya


"Apaan kamu mba? Kamu ngusir aku?."Aldi


"Iya, karena kamu sudah melewati batasanmu." Maya


Pak Satpam membawa Aldi keluar dari rumah itu sesuai yang diperintahkan Maya, Aldi terus berteriak namun berhasil dibawa sampai keluar gerbang.


Pak Satpam mengizinkan Pak Aldi masuk karena merupakan adik ipar pak Sanjaya, dia tidak menyangka jika akan terjadi keributan seperti ini.


Maya yang masih kaget dengan kejadian barusan, dia langsung minum air putih di gelasnya sampai habis, dia juga membicarakan Kirana, yang harus dirahasiakan dulu keberadaannya. 


"Za, Kirana masih di rumah Gita kan?." Tanya Maya


"Iya mah, aman." Jawab Reza


"Sebaiknya biarkan dulu dia disana, jangan memberitahu om kamu dulu, tunggu sampai Kirana siap bertemu mereka..!" Maya


"Memang sebaiknya begitu." Sanjaya


"Iya mah, ok. Nanti aku hubungi Gita." Reza


Reza pun berangkat ke kantor hari itu, dia tidak menjemput tunangannya, hari ini Gita libur. Itu lebih baik karena bisa menemani Kirana.


***


Gita bangun pagi hari ini meski libur kuliah, dia merasa tidak enak saja pada Kirana.


Ya.. gadis itu sudah bangun pagi bahkan sudah membantu ibu Hanna, gadis itu merasa tidak enak hati karena menumpang di rumah keluarga Baskoro, jadi dia melakukan apapun yang bisa ia lakukan. 


Bahkan pagi ini dia sedang menyiram tanaman di depan halaman rumah, dia juga menyukai bunga dan suka berkebun. Membuat apa yang ia lakukan itu terasa seperti melakukan hobi nya namun dirumah orang. Hehe

__ADS_1


Membuatnya merasa senang dan melupakan sejenak masalah yang menimpanya.


"Kirana, kamu lagi apa?." Tanya Gita, dia menghampiri gadis itu, mencoba lebih akrab.


"Lagi nyiram bunga kak, bunga nya bagus loh lagi pada berbunga, banyak ini kak." Jawab Kirana sambil tersenyum.


"Cantik." Angga yang baru datang


"Iya bunganya cantik kak." Kirana


"Kamunya yang cantik Kirana, gitu maksud kak Angga, Hehehe." Gita tersenyum sambil menggoda mereka.


Kirana hanya tersenyum kecil, dia melirik ke arah Angga, ingin mengucapkan terimakasih atas pujian yang diberikan Angga, namun dia malu.


"Kak, aku sudah selesai menyiram bunga disini, aku masuk dulu ya?" Kirana berusaha melarikan diri.


"Iya, kita sarapan bareng yu..!" Ajak Gita


Gita mencoba lebih akrab dengan Kirana, dia menggandeng tangan Kirana, mengajaknya sarapan bersama.


Setelah sarapan selesai, Angga berangkat ke kantor, dan Gita hanya bermalas-malasan di rumah karena libur kuliah.


Sementara Kirana terus saja menanyakan pekerjaan apa yang bisa dia lakukan pada Hanna, sepertinya gadis itu merasa tidak enak.


Gita mendapat pesan dari Reza, bahwa keberadaan Kirana jangan diberitahukan kepada orang lain. Gita menganggukkan kepalanya seakan Reza berbicara langsung padanya.


"Oh jadi gitu, kasian juga ya Kirana? Ok deh aku akan berusaha buat menghibur dia disini, jagaain dia , siapa tahu kan tiba-tiba papanya yang arogan itu datang kemari." Gita


"Iya, aku juga kasian liatnya, sebenarnya dia hanya korban, aku rasa om Aldi gak akan tahu Kirana ada dirumah kamu, yang penting biarkan Kirana merasa aman dulu disitu, biarkan dia mendapatkan waktu untuk berpikir dulu.." Reza


"Iya, aku ngerti." Gita


"Nanti sore aku juga mau lihat keadaan Kirana, sekalian liat kamu, aku kangen." Reza


"Emm.. iya, yaudah ya aku tutup dulu." Gita, dia sebenarnya juga kangen, tapi dia malu kalau harus mengatakannya secara langsung, dia malu dan ingin segera menutup teleponnya.


Tut…


"Astaga, belum juga kangen-kangenan di telepon." Keluh Reza.


***


Gita menemani Kirana seharian, dia berusaha membuat Kirana nyaman dan mau bercerita padanya.


"Kirana, kamu disini aja ya sampai kamu benar-benar siap bertemu keluargamu..!" Gita


"Hmm kakak pasti sudah tahu cerita menyedihkan dari kehidupan aku." Kirana

__ADS_1


"Itu tidak menyedihkan, hanya takdir saja. Kamu harus bisa menerimanya Kirana. Tante Jani juga sudah menerima kamu." Gita mencoba menghibur gadis itu.


"Iya, mamah sudah bersikap baik dan manis, namun disaat aku mendapatkan kebahagiaan itu aku harus mendengar kenyataan pahit, kini aku membenci papaku kak." Kirana 


"Hmm.. kamu siapkan dirimu saja, jika sudah siap kamu bisa menemui papah kamu, mendengarkan penjelasannya." Gita


"Iya kak." Kirana.


***


Hari sudah sore, Reza bersiap untuk pergi ke rumah Gita, dia bahkan membeli satu buket bunga, dia ingin bersikap romantis.


Reza sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar mobilnya, namun dia tidak menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya.


Beli apalagi ya? Selain bunga, gue bawa apa lagi nih? Pikir Reza


"Coklat? Gue beli coklat buat bikin mood Kirana membaik." Ucap Reza pelan


Setelah mobilnya siap digunakan, dia menuju minimarket untuk membeli apa yang dia cari, dia tidak ingin membawa tangan kosong.


Dia melanjutkan perjalanannya, hanya butuh 30 menit agar sampai dirumah pujaan hatinya itu.


Dia memarkirkan mobil miliknya di halaman rumah, dia masuk begitu mudah karena security sudah mengenal baik Reza.


Sementara seseorang di seberang sana yang sedari tadi mengikuti Reza, dia berdiam sejenak, memperhatikan rumah yang ada di depannya.


"Apa Kirana ada di dalam rumah ini? Atau Reza hanya sedang mengunjungi pacarnya?." Ucapnya


Karena dia sempat melihat Reza membeli bunga.


"Masuk gak ya?." lelaki itu sedikit ragu


Laki-laki itu memutuskan masuk ke dalam, dan mengeceknya terlebih dahulu.


Dia menyamar sebagai pekerja paruh waktu, yang bertugas membenarkan AC yang rusak, tanpa rasa curiga, security dibagian gerbang, mempersilahkan lelaki itu masuk.


Aku harus memastikannya sendiri..! Pikirnya


Pria itu berpura-pura mengecek beberapa Ac di rumah itu, Hanna tidak merasa curiga sama sekali, karena memang keluarga itu rutin menservis barang elektronik mereka.


Hanna mengira jika Angga yang menghubungi petugas itu.


"Silahkan pak..! Bapak bisa cek bagian sebelah sana dulu, di beberapa kamar..!" Perintah Hanna


"Baik bu." Pria itu mengangguk


Namun tanpa disadari mereka, pria itu celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang yang dicarinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2