Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Ke Bali


__ADS_3

Kenapa aku malah pergi ke kantor Gita? Astaga ada apa denganku? Pikir Angga


Sepertinya hari ini Angga sedikit eror, dia kurang fokus, padahal sudah beberapa bulan dia tidak bekerja di kantor Baskoro, melainkan di kantor ayahnya sendiri, namun bisa-bisanya dia salah kantor begini, membuat pria itu malu.


Pria itu baru menyadari tatapan para karyawan tadi, karena melihat kedatangan Angga yang terbilang tumben sekali. Padahal pagi ini dia tidak boleh terlambat ke kantor.


"Hehe… gapapa Git, Kakak pergi dulu ya, ada rapat pagi di Kantor," ucap Angga yang bingung.


"Iya, Kak." Gita


Kak Angga aneh sekali. Batin Gita


Lusa Anggita mempunyai jadwal perjalanan bisnis ke Bali, memang gadis itu lebih sibuk sekarang.


Namun karena di Bali sangatlah indah, gadis itu begitu menantikan saatnya hari itu tiba.


Gadis itu juga merasa bingung, jika dulu dia sama sekali malas untuk hanya sekedar bepergian ke luar rumah, namun sekarang dia rasanya ingin menjelajahi dunia.


Gita ingat pada kekasihnya itu, dia mengirim pesan pada tunangannya itu, memberitahu jika lusa dia akan pergi selama seminggu ke Bali.


Mereka semakin jarang bertemu, sibuk dengan kantor masing-masing, Gita bahkan lupa kapan terakhir mereka bertemu.


"Git, kamu yakin mau pergi ke Bali lusa? Kalau nggak, biar Papah aja yang pergi." Baskoro


"Mau kok Pah, sekalian liburan, bahkan aku belum pernah kesana." Gita


"Hahaha, kamu sih terlalu mendalami peran sebagai gadis rumahan, sampe gak tahu Bali, padahal kamu bisa pergi kapanpun, kamu tidak tahu seberapa banyak uang Papah? Hmm.." Baskoro


"Sombongnya Papaku, haha…,  iya… aku yang salah. Aku terlalu banyak diam dirumah." Gita


Saat sore datang, Gita berniat pergi menuju parkiran, dia melihat mobil yang tidak asing melaju menghampirinya.


"Masuk..!" Reza


"Reza, Beneran ini kamu?" Tanya Gita sambil mencubit pipi kekasihnya itu.


"Aw, iyalah ini aku masa hantu Reza, 'kan gak mungkin." Reza


"Haha, tumben sih jemput, biasanya juga sibuk terus." Gita


"Kamu tuh yang sibuk." Reza


"Kamu…" Gita


"Kamu…" Reza


"Hmm, kamu mau masuk apa terus diluar? Kamu nanti kepanasan Git." Reza


"Hehe, oke." Gita


Ternyata Reza sengaja datang untuk membahas rencana Gita ke Bali itu, Reza merasa khawatir, dia ingin ikut dengan kekasihnya itu. Namun gadis itu menolak karena itu perjalanan bisnis, lagipula Reza juga mempunyai tanggung jawab di Perusahaannya.

__ADS_1


Tapi Reza tetap Gigih dengan segala alasan yang keluar dari mulutnya, dari yang masuk akal hingga yang diluar nalar, pokoknya Reza ingin ikut.


"Ayolah, aku khawatir nanti saat aku tidak ada, kamu malah terpesona menatap bule-bule disana." Reza


"Astaga, aku tidak akan seperti itu." Gita


"Nanti kalau kamu jatuh cinta pada salah satu diantara bule di Bali, bagaimana? Mereka 'kan tubuhnya lebih putih." Reza


"Hmm, aku lebih suka orang indonesia, putih yang normal, bukan putih pucat seperti bule disana." Gita


"Sipp, janji ya?" Reza


"Iya.." Gita


"Aku boleh ikut 'kan?" Reza


"Gak." Gita


"Aku ingin ikut, pokoknya kamu harus ngajakin aku, aku mau sama kamu terus." Reza


"Jangan lebay deh!" Gita


Entah mengapa Reza semakin hari semakin bertingkah manja bila bertemu Gita, membuat gadis itu sedikit risih namun tetap saja merindukan kekasihnya itu. Gita bahkan tidak bisa memahami kenapa hatinya bisa begitu.


Mereka memang pasangan yang berbeda dari yang lain, terkesan terbalik, Reza yang manja dan Gita yang cuek, Reza yang dilindungi oleh Gita jika terjadi sesuatu.


Meski begitu, mereka saling melengkapi.


***


Yes, gue bisa liburan. Pikir Gita


Gadis itu sudah membayangkan banyaknya kegiatan saat di sana, dia akan mengadakan pertemuan bisnis dua hari dan kemudian akan berlibur selama 4 hari setelahnya.



"Waw…." Satu kata yang keluar dari mulut Gita saat melihat pemandangan indah disana. Matanya seakan tak mau berkedip, tak mau melewatkan pemandangan ini walau sedetik.


"Non, sebaiknya Non Gita istirahat dulu..!" Pak Surya


"Rasa lelah saya hilang Pak setelah melihat ini." Gita


Gadis itu mulai menelusuri bibir pantai, berjalan tanpa menggunakan alas kaki, merasakan hangatnya pasir itu.


Sebenarnya Gita belum cukup puas bermain disana namun perutnya yang kelaparan membuat dia harus segera mencari makanan.


Karena lelah, dia pergi ke hotel merebahkan tubuhnya dan menunggu pesanan makanannya datang.


Kenapa gue baru tau kalau banyak tempat yang indah di luaran sana? Dulu gue terlalu asyik menyendiri dan sekarang rasanya gue ingin keliling dunia. Pikir Gita


Makanan Pun datang, Gita langsung tergiur hanya dengan penampilannya saja, dia makan dengan lahap, lidahnya memang bisa dikatakan bisa memakan makanan apa saja. Hehe…

__ADS_1


Makanan tradisional indonesia dia suka, makanan luar negeri suka, makanan abag-abang kaki lima juga, dia tidak pilih-pilih makanan.


Sore ini gadis itu hanya berdiam diri dikamar hotel, menikmati suasana bali dari balkon kamarnya.


Sejenak dia bertukar pesan dengan kekasihnya yang cerewet yang jauh disana, sampai tak terasa malam pun datang, membuat rasa ngantuk mulai melanda nya.


***


Pagi-pagi sekali Gita sudah bersiap-siap, sebenarnya dia ingin berlibur, tapi selama 2 hari ini dia harus bekerja dan melewatkan semua wahana yang ingin dia coba.


Sabar Git, cuma dua hari lo bekerja keras, sisanya lo bisa bersenang-senang. Pikir Gita


Saat hari kedua, dia benar-benar sudah tak sabar ingin naik banana boat dan permainan lainnya, namun dia harus menyelesaikan tugasnya lagi siang ini, dia hanya memandangi orang lain yang sedang asyik bermain di pinggir pantai.


"Sayang, kamu kenapa? Wajahmu cemberut begitu." Reza


Seperti suara Reza? Tapi itu tidak mungkin, apa aku terlalu merindukannya? Astaga yang benar saja. Pikir Gita


Gadis itu mengabaikan pertanyaan Reza yang kini ada dibelakangnya, membuat Reza sedikit kesal.


Reza menepuk pundak Gita. "Heyy…"


"Astaga, kaget gue." Gita


"Reza, kenapa kamu bisa ada disini?" Gita


"Nyusul kamu lah, tuh kali ini aja kamu ketahuan lagi liatin bule-bule disana, hmm…" Reza


"Aku hanya melihat permainan yang mereka nikmati, dasar cemburuan." Gita


"Ish, itu sayang namanya." Reza


"Udah mau jam segini lagi, aku mau balik ke hotel, siap-siap ketemuan sama klien lagi, aku tinggal ya Za?" Gita


"Ikut…" Reza


"Ke hotel? Gak ah takut," ucap Gita , lalu berlari secepat angin.


Padahal gue juga mau balik ke hotel, gue mau istirahat di kamar gue, hmm.. pikir Reza


Sesampainya di hotel Gita bersiap-siap, dia mandi dan berganti pakaian, dia memastikan di depan cermin kalau penampilannya sudah sempurna.


Saat Gita membuka pintu, "astaga ..."


"Reza… kamu ngapain berdiri didepan pintu? Bikin kaget aja, sebentar... kamu tahu nomor kamar aku?"


"Tau lah, aku nungguin kamu, aku mau nganterin kamu ketemu klien." Reza


"Jangan ganggu deh Za!" Gita


"Gak akan gangguin kamu, aku anterin terus aku liatin kamu dari jarak jauh." Reza

__ADS_1


"Hmm dasar posesif." Gita


Bersambung….


__ADS_2