
Reza yang sudah sampai di depan pintu rumah Gita, dia melihat orang begitu ramai, ada Angga, kirana, tante Jani, Pak Andra dan anak kecil (Dafa).
Mereka semua ikut? Gagal deh apa yang gue bayangin tadi. Pikir Reza
Mereka semua berangkat, Hanna bahkan juga ikut, ini sih liburan seRT, itulah yang ada dipikiran Reza saat ini.
Gita yang melihat ekspresi kekasihnya itu, dia hanya bisa menahan tawanya. Angga Pun sama, ya.. ini ide Angga, dia tidak mau membiarkan adiknya berduaan liburan di pantai.
"Kamu kenapa Za? Kita boleh ikut juga 'kan?" Angga
"I-iya tentu boleh." Reza
Sebenarnya Reza ingin sekali berkata tidak, namun dia tidak sanggup mengatakan kejujuran itu. Dia lebih baik mengikuti acara liburan keluarga ini.
Sesampainya di Pantai Reza dikagetkan lagi dengan kedatangan ibunya, ternyata Maya tidak mau ketinggalan acara ini, semakin ramai semakin seru pula, namun itu membuyarkan rencana Reza sebelumnya.
Mereka bahkan berniat berkemping, bermalam di sisi pantai itu, membawa beberapa tenda untuk bermalam nanti.
Gita begitu menikmati suasana Pantai pagi ini, dia akan menghabiskan waktunya disini hari ini.
Dafa mengajak Gita bermain pasir dan ditemani Jani, membuat Reza memandang Dafa dengan sedikit kesal.
Bocah kecil mengganggu saja. Pikir Reza
Reza memilih bermain air, dia mendekati hamparan air yang dingin itu, terlihat sedikit tenang karena ombak sepertinya belum berdatangan.
Namun karena Reza tidak melakukan pemanasan, kakinya tiba-tiba kram, membuat dia hampir tenggelam, dia melambaikan tangannya dan berteriak meminta tolong.
"Kak, lihat ada yang tenggelam..!" Dafa
"Mana? Astaga iya." Gita
Gita memanggil Angga dan menyuruh menolong orang itu, Gita tidak terlalu mahir jika berenang di pantai yang berarus dan berombak.
__ADS_1
"Reza.." Gita
Dia nampak kaget, kenapa bisa pacarnya tenggelam, setahu dia Reza itu pandai sekali berenang dan menyelam.
"Aku gapapa kok, aku hanya butuh air, air minum yang hangat." Reza
Maya dengan sigap memberikannya air, kebetulan mereka membawa peralatan dengan lengkap, ada air panas juga.
"Kenapa kamu bisa tenggelam sih Za? Jangan bikin mamah jantungan dong..!" Maya
"Aku lupa melakukan pemanasan Mah." Reza
"Ya ampun.." Maya
Saat siang hari mereka melanjutkan keseruan mereka, menaiki wahana banana boat adalah salah satunya.
Gita berteriak kencang, dia begitu happy dengan liburanmu kali ini. Reza pun tersenyum puas melihat kekasihnya bahagia.
Keluarga Pak Andra memisahkan diri, mereka sedang bermain pasir membuat istana bersama Dafa, Jani pun ikut membantu Dafa, bahkan Angga pun ikut bergabung atas keinginan adik kecilnya itu.
"Hahaha.. iya itu film Dafa, ya mana bisa dibikin seperti itu." Angga
"Hehehe… imajinasi aja Kak, pura-pura." Dafa
"Wah, istana bikinan Mamah Jani bagus, aku suka, Mamah jadi Ratunya dan papah jadi rajanya." Dafa
"Hmm.. Dafa, Tante jani bukan Mamah Jani..!" Pak Andra
"Biarin aja Mas, gapapa kok, aku gak masalah yang penting Dafa senang." Jani
"Tuh kode Pah, itu kode, hahahaha..." Angga
"Hmm… kamu suka sekali godain Papah, koda kode." Pak Andra
__ADS_1
Dafa yang tidak mengerti dia hanya mendengarkan para orang tua berbicara.
Jani dan Andra memang semakin dekat, namun mereka seperti anak ABG yang malu-malu kucing, susah sekali mengatakan iya terhadap perasaan masing-masing.
Mereka saling merasa takut jika perasaan itu datang dengan terpaksa karena keinginan Dafa.
Saat malam tiba, mereka membuat api unggun, membakar jagung, ayam, dan juga aneka macam seafood.
Bahkan Angga bernyanyi, dia membawa gitar ke sana.
"Kak, kenapa kita gak bakar marshmallow juga? Kayak spongebob itu loh." Dafa
"Hahaha.. boleh kalau kamu bawa marsmellow nya." Gita
"Dafa, Dafa, kamu pasti menyukai film spongebob, gimana kalau besok kita beli gelembung sabun?" Tante Jani
"Beneran Mah? Boleh-boleh," ucap Dafa kegirangan.
Namun ada yang berbeda dengan Reza, tak biasanya dia murung, dia selalu menjadi yang terheboh, dan saat Gita mencubut pipinya berniat menjahilinya, gadis itu merasakan jika suhu tubuh kekasihnya itu panas.
"Kamu demam Za? Sakit?" Gita
"Sepertinya begitu." Reza
Dengan sigap Gita membuatkan Reza teh manis hangat, lalu mencari pedagang di sekitar Pantai yang masih buka, siapa tahu mereka menjual obat, atau minuman jahe hangat.
Maya yang diberitahu Gita, dia langsung mengompres anaknya itu, mencari penginapan terdekat.
Saat di penginapan semua orang kini tahu jika Reza sakit dia akan seperti anak kecil, harus tidur ditemani ibunya dan tangan Maya terus digenggam oleh Reza sambil mengigau.
Saat pagi datang dan Reza menyadari semua yang telah terjadi, dia merasa malu bertemu orang lain.
Ah, memalukan, kenapa gue harus sakit disaat liburan? Pikir Reza
__ADS_1
Dengan kejadian itu, tentu saja Angga yang paling semangat mengejek Reza nantinya.
Bersambung...