Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Acara makan malam


__ADS_3

Anggita begitu lelah mendengarkan omelan bu Hanna, pasalnya ibunya itu ingin Gita berdandan dan memakai baju yang dibeli tadi siang, tapi nyatanya Gita memakai kaos polos sederhana dan celana jeans yang memang kali ini tidak bolong.


"Ini juga sopan mah, tuh lihat celana Gita mulus kan gak bolong-bolong..!"


"Tapi mamah maunya kamu pake dres yang mamah beli."


"Gak ah, kata mamah kan baju yang sopan, menurut Gita ini sopan kok."


"Ya udah rambut kamu digerai aja Git, masa dikuncir terus..!"


"Iya mah, tapi gak mau dandan ya?."


"Hmm.. terserah, mamah mulai pusing Git."


Akhirnya Gita menggerai rambutnya, menyisirnya perlahan untuk merapikannya.


Ribet amat sih, tamunya kan tamu nyokap gue, kenapa gue harus ikutan repot juga sih?


Tak berselang lama, datanglah tamu kehormatan orang tuanya. Gita sebenarnya ingin tidur saja di kamar, daripada harus makan malam yang ribet ini.


Bu Hanna mempersilahkan keluarga bu Maya masuk, dan segera membawa mereka ke ruang makan, karena undangan kali ini adalah undangan makan malam bersama.


Gita yang sedari tadi duduk, kini berdiri untuk mengucapkan salam sambutan kepada tamu yang datang, alangkah terkejutnya Gita melihat Reza yang juga ada disitu.


"Ommoo.. Astaga.." Gita keceplosan. 


"Ada apa Git?." Tanya Baskoro


"Gapapa ko pah." Jawabnya singkat, padahal dia benar-benar kaget dengan kedatangan Reza.


Ya ampun, apakah ini takdir? Gue udah 3 kali ketemu terus sama ni orang.. tapi gue mending minta tuker aja lah jodohnya, bila perlu tukar tambah sekalian, gue gak mau kalau feeling gue bener, gak mungkin kan yang dijodohin sama gue tuh si playboy ini? Semoga bukan.. Batin Gita


Mereka Pun mulai duduk, sebelum makanan tersaji, tentu saja mereka membahas bisnis.


Tapi Gita adalah satu-satunya orang yang tidak mengerti pembahasan mereka. Membuatnya jenuh dan ingin pergi.


"Oh iya, bukannya Gita satu kampus ya sama Reza?" Tanya bu Maya pada Gita.


"Emm.. iya tante, tapi kami jarang bertemu."


"Kalau begitu.. mulai sekarang kalian harus sering bertemu..!" Ucap bu Hanna.


"Apa?" Tanya Gita dan Reza kompak.


"Sama dia yang penampilannya modelan gitu mah?." Ucap Reza kesal.

__ADS_1


"Sama dia yang modelan playboy cap cip cup pah?." Ucap Gita membalas.


"Awas.. jangan terlalu benci, karena benci dan cinta kan beda tipis." Goda bu Hanna.


"Gak mungkin." Jawab Gita & Reza kompak.


Suasana makan malam terasa aneh, para orang tua begitu asyik membicarakan perusahaan dan tentu membicarakan hal yang baik-baik tentang anak mereka yang akan dijodohkan, sementara yang dijodohkan saling tatap menatap dengan sorot mata permusuhan.


Seakan sorot mata itu berbicara.


"Apa lo lihat-lihat?."


"Lo tuh yang lihat-lihat, terpesona ya dengan ketampanan gue?"


"Ih, tampan tapi banyak dicicipi cewek.. dasar cowok murahan."


"Apa? Lo tuh cewek jadi-jadian , coba deh ngaca, ada gitu modelan cewek kayak lo?."


Lalu mereka berdiri bersamaan, membuat para orang tua mengarahkan perhatian mereka pada anak-anak mereka.


"Mereka kenapa sih pah?" Tanya bu Hanna.


"Gak tau mah, ko auranya dingin gini sih mah?." Ucap Baskoro.


Mereka berdiri saling tatap dan saling memandang seakan saling dendam.


"Silahkan nak." Jawab Baskoro.


"Aku, mau ke kamar dulu ya mah?."


"Kan belum selesai acaranya Git."


Akhirnya Gita duduk kembali, sementara Reza pergi ke toilet, hanya untuk meredakan rasa jengkelnya. Sebenarnya dia lebih nyaman di toilet daripada harus berhadapan dengan Gita, dia hanya berharap acara makan malamnya segera berakhir.


Reza kembali, memaksakan senyumannya yang manis di hadapan semua orang.


Cih.. so manis, ada ya cowok modelan kayak dia? Iihh nyebelin.. batin Gita


Selama makan malam berlangsung Gita dan Reza saling diam, hanya mendengarkan orang tua mereka mengobrol, ya.. sekali-kali mereka pun mendapatkan beberapa pertanyaan seputar kuliah.


Akhirnya acara selesai, membuat Reza lega, begitupun dengan Gita, dia ingin cepat tidur dan bermimpi indah menggantikan mimpi buruknya yang sekarang.


Saat keluarga Reza sudah benar-benar pergi, barulah Gita melayangkan protes nya.


"Mah, pah, aku menolak perjodohan ini."

__ADS_1


"Kan belum dicoba sayang?"


"Gak dicoba juga Gita udah tau mah dia itu cowok yang gimana, kan dia satu kampus sama Gita."


"Emangnya Reza cowok yang gimana?."


"Dia playboy mah, Gita gak mau ah.. pacarnya banyak, cantik-cantik, pasti dia juga gak mau sama Gita yang penampilannya biasa-biasa aja kaya gini, bisa batal kan pah kalau kita sama-sama gak mau?" Ucap Gita memohon.


"Hmm.. coba dulu Git, satu bulan kamu kenal lebih dalam, siapa tahu dia tidak seperti yang terlihat dari luar." Jawab bu Hanna.


"Terserah mamah papah aja, yang jelas dalam waktu sebulan keputusan Gita akan tetap sama."


Gita melangkahkan kakinya menuju kamarnya, dia mencuci muka, menggosok giginya, lalu tidur untuk melupakan masalah hari ini.


***


Selama di dalam mobil Reza mendiamkan kedua orang tuanya setelah apa yang diungkapkan Reza tentang penolakan perjodohan itu tidak dianggap.


Orang tuanya pun sama, akan memberi waktu untuk saling mengenal dan memutuskan keputusannya sebulan kedepan.


Astaga, kenapa gue harus berurusan sama cewek jadi-jadian itu sih? Padahal pacar gue cantik-cantik, gue heran deh sama selera nyokap bokap gue.. Batin Reza


Reza adalah satu-satunya anak laki-laki dari pasangan Pak Sanjaya dan ibu Maya, mereka pengusaha yang cukup sukses.


Reza memang sudah tertarik dengan dunia bisnis, sejak lulus SMA dia mulai sering mengunjungi kantor papanya dan mulai belajar.


Sekarang saat dia kuliah S2 dia sudah benar-benar mahir dalam dunia bisnis, dia kuliah sambil bekerja di perusahaannya sendiri. Banyak wanita yang begitu menginginkannya, terlebih Reza termasuk paket komplit, sudah tampan, kaya, pekerja keras. Hanya saja Reza belum menemukan arti cinta dan patah hati, hingga dia hanya mempermainkan kata pacaran dan putus.


Saat dia stress karena masalah perusahaan dan tugas kuliah, dia akan pergi dengan salah satu wanita yang mendekatinya, mengajaknya berkencan untuk sekedar nonton atau karaoke, dan memutuskan hubungannya di keesokan harinya. Haha.. terlalu bukan?


Sejak kejadian itu berulang, sejak itulah dia mendapat julukan playboy.


"Mah, dua minggu lagi aku akan wisuda, jangan lupa untuk hadir..!"


"Iya mamah ingat ko, kamu pikir mamah ini udah tua trus pikun, begitu?."


"Memang sudah tua kan? Haha.." ucap Reza yang langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Dasar… anak nakal." Bu Maya merasa kesal.


***


Keesokan harinya saat Gita berniat pergi ke kampus dan baru saja ingin keluar dan membuka pintu.


"Astagfirullah.." ucap Gita, lalu dia menunduk dan mengangkat kedua telapak tangannya dan membaca ayat kursi cukup keras.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2